![]() |
| Gambar ilustrasi |
PACITAN |lensanasional.com – Penanganan kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang melibatkan oknum anggota kepolisian kembali bergulir di Kabupaten Pacitan. Pada Jumat (17/04/2026), Bella, adik kandung Citra Yulia Margareta, menjalani pemeriksaan atau Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pacitan atas laporan yang ia ajukan terhadap suaminya berinisial AD.
Dalam keterangannya kepada insan media usai pemeriksaan, Bella menegaskan bahwa laporan yang ia buat murni terkait dugaan kekerasan yang dilakukan suaminya terhadap dirinya.
“Intinya KDRT dari pihak suami saya ke saya. Itu terjadi sekitar bulan November 2025,” ungkap Bella.
Ia membeberkan, dugaan kekerasan tersebut dipicu oleh sejumlah persoalan rumah tangga yang memuncak, termasuk saat dirinya tengah dalam kondisi hamil besar. Salah satu pemicunya adalah temuan video asusila yang diduga melibatkan suaminya dengan wanita lain.
“Saat itu saya sedang hamil besar, saya menemukan video syur suami saya dengan wanita lain. Itu yang sangat menyakitkan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Bella juga mengaku mengalami tekanan psikologis akibat persoalan lain yang menyeret nama suaminya, yakni dugaan terkait mobil bodong. Ia mengaku mendapat teror melalui media sosial dari pihak yang mengaku berkaitan dengan kasus tersebut.
“Saya diteror lewat Instagram dan TikTok, dicari-cari, diolok-olok. Saya sangat terganggu,” katanya.
Lebih jauh, Bella mengungkap bentuk kekerasan fisik yang ia alami. Ia mengaku pernah ditampar, dipukul hingga mengenai wajah dan mulut, bahkan dibanting ke lantai.
“Saya sempat ditampar, ditonjok dua kali di bagian muka dan mulut. Setelah itu saya dibanting ke lantai, kaki saya diinjak,” bebernya.
Ia juga menyebut suaminya memiliki emosi yang tinggi dan sulit dikendalikan. Bahkan, ia mengaku pernah menerima ancaman agar mencabut laporan yang sebelumnya sempat ia buat ke Propam.
“Ada ancaman melalui ibu saya. Intinya kalau saya tidak mencabut laporan di Propam, saya akan dilukai,” ungkapnya.
Terkait status rumah tangganya, Bella menyatakan saat ini tengah menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama. Selain itu, dalam waktu dekat juga akan digelar sidang pra-BP4R (Badan Pembantu Penasihat Perkawinan, Perceraian, dan Rujuk), di lingkungan kepolisian.
“Saya sudah ajukan gugatan ke Pengadilan Agama. Minggu depan ada sidang pra-BP4R di Polres Pacitan,” jelasnya.
![]() |
| Foto Dokumentasi Bella saat keluar dari ruang PPA seusai di BAP di Polres Pacitan, Jum'at (17/04/2026) |
Bella juga menegaskan bahwa upaya mediasi sebenarnya pernah dilakukan oleh pihak keluarga, namun tidak membuahkan hasil.
“Sudah pernah dikasih kesempatan sekitar empat bulan, tapi tidak ada perubahan sama sekali,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bella turut mengungkap awal mula dirinya menemukan video asusila yang menjadi salah satu pemicu konflik rumah tangga. Ia menyebut video tersebut tersimpan dalam sebuah flash disk milik suaminya.
“Saya menemukannya di flash disk yang disimpan di lemari baju suami saya, dan biasanya lemari itu selalu dikunci,” jelasnya.
Saat ditanya terkait isi video tersebut, Bella menyebut hanya terdapat satu orang wanita yang tidak dikenalnya.
“Perempuannya satu orang dan saya tidak kenal,” pungkasnya.
Ia berharap proses hukum yang berjalan dapat memberikan keadilan bagi dirinya sebagai korban, sekaligus memberikan sanksi tegas terhadap pelaku.
“Kalau bisa, saya berharap ada tindakan tegas, bahkan sampai pemecatan secara tidak hormat. Karena seharusnya perempuan dilindungi, bukan malah disakiti,” tandasnya.
Hingga saat ini, kasus dugaan KDRT tersebut masih dalam penanganan Unit PPA Polres Pacitan dan menunggu proses lanjutan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (**)





0 Komentar