Wednesday, April 1

Aktif Cegah Covid-19, Pemdes Bakan Bagikan Bak Cuci Tangan dan Penyemprotan

Foto: Kepala Desa Bakan,  Ahmad Jafri Ajri Nampak Sedang Mengecek Bak Cuci Tangan dan Salah Seorang Kadus Sedang Melakukan Penyemprotan di Rumah Warga. (Lensanasional.com/ist)
Lensanasional, Lombok Tengah - Sesuai intruksi dan himbauhan Bupati Kabupaten Lombok Tengah, untuk semua kepala desa dan kepala susun agar berperan melakukan kegiatan pencegahan Covid-19 di tiap Desa.

Pemerintah Desa Bakan Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah, akan lebih serius melakukan pencegahan salah satunya dengan gerakan pendistribusian bantuan tempat cuci tangan ke setiap fasilitas umum diantaranya Taman Pendidikan Qur'an (TPQ) yang ada di Desa Bakan. 

"Kami menyalurkan tempat cuci tangan (Ember) kemasing-masing TPQ dan Masjid di Desa Bakan sebagai langkah untuk mencegah Covid-19, dan menghimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan,' ungkap Kepala Desa Bakan Ahmad Jafri Ajri saat dikonfirmasi media ini, Rabu (1/4/2020).

Selain itu, Kades Bakan juga memerintah kepada kepala dusun agar lebih aktif mendata dan memamtau warganya yang pulang dari luar daerah dan negeri. 

"Kami memerintahkan kepala dusun agar aktif memantau dan mendata warga yang baru datang dari luar daerah," tambahnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemdes Bakan melakukan penyemprotan kesemua rumah warga yang dikemandoi kepala dusun di masing-masing wilayahnya.

"Bagi semua kepala dusun agar melakukan penyemprotan ketempat fasilitas umum minimal tiga kali sehari,"pungkasnya.

Thursday, March 26

Komunitas Tebongan Kreatif bersama Temu Forum Kades sepakat untuk menangkal radikalisme di Sumbawa Barat


Sumbawa Barat - Komunitas Tebongan Kreatif bersama Temu Forum Kades melaksanakan Diskusi dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi berkembangnya paham terorisme dan radikalisme di kabupaten Sumbawa Barat. (26/3).

Di kegiatan tersebut, yang dilaksanakan di Aula kantor Desa Sapugara Bree tersebut hadir beberapa kepala desa dan tamu undangan dari kalangan mahasiswa, organisasi kepemudaan dan organisasi masyarakat di kabupaten Sumbawa Barat.

Seperti yang dikatakan Romy selaku ketua  Komunitas Tebongan Kreatif dalam sambutannya bahwa di kegiatan ini sangat diperlukan untuk dilaksanakan, mengingat keadaan Sumbawa Barat hari ini secara tidak langsung kelompok yang memengang faham dan cara radikal terhadap pola gerakan dan dokrinnya sudah sangat marak.

Di kegiatan diskusi tersebut hadir juga Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa Se-Kabupaten Sumbawa Barat dan sekaligus sebagai pemateri dalam diskusi tersebut.

"Naif kita ketika mengatakan kalau kita tidak tau ada kelompok di masyarakat yang mengarah pada faham radikalisme" Tutur Andi Subandi.

Menurutnya faham ini sudah ada dan banyak di kalangan masyarakat desa di kabupaten Sumbawa Barat. Cuma dengan pola gerakan yang mereka gunakan sangat soft. Hingga akhirnya kita tidak sadar bahwa mereka sudah menyebar dan hampir semua sudah masuk di tatanan kehidupan masyarakat desa itu sendiri.

Ditambah lagi dengan kuranganya tingakat pemahaman di masyaraka, sehingga setiap melihat orang yang berceramah dengan bahasa yang asing-asing akan langsung di cap sebagai ahli agama.

"Saya sangat setuju dengan keputusan MUI dengan adanya sertifikasi bagi Ulama" ucap Andi sekaligus mantan aktivis HMI Mataram.

Karena melihat sekarang ini ada semankin banyak orang-orang yang secara bebas mengisi panggung cerama di masjid atau kegiatan keagamaan lainnya. Dirasa sangat perlu adanya sertifikasi ini.

Dengan demikian bisa meretas cara mereka mendoktrin setiap jamaah yang hadir untuk mengarah kearah pola fikir radikal.

Salah satu cara untuk meretas itu yakni dengan cara memperbanyak membaca dengan ilmu baru kemudia di setiap tingkatan desa harus melakukan kajian islam secara komprehensif sambil saling koordinasi dan stekholder.

"Saya berharap untuk semua kepala desa se-Kabupaten Sumbawa Barat untuk dari dini mencegah melalui memperbanyak kajian keislaman di tingakatan desa masing-masing" tutup Andi.

Kemudian dari PCNU Sumbawa Barat, Turut hadir Khatib sekaligus Pemateri mengatakan "Kalau berbicara terkait dengan radikalisme dan terorisme ini memang sudah banyak di KSB"

Dengan adanya beberapa kelompok masyarakat yang sudah mulai menentang atau tidak mengikuti tugas sebagai warga negara, contonya dengan tidak mau mengikuti upacara bendera dan mengenang jasa para pahlawan. Sebenarnya kita patut bertanya ada apa.

Tapi kita sama-sama tau kalau ini adalah salah satu target dari kelompok ini untuk mengurangi rasa nasionalisme kita.

"Gerakan grass roud mereka memang dari dulu menjadi momok menakutkan bagi kita semua" tambahnya.

Pola gerakan grass road mereka inilah yang harus kita antisipasi karena pola inilah yang dilakukan di kabupaten sumbawa barat.

Untuk itu kami dari PCNU Sumbawa Barat sudah dalam peroses dari dini untuk menangkal hal ini terus berkembang di masyarakat. Contohnya terus menyuport segala bentuk kegiatan masyarakat kearah peningkatan rasa nasionalis dan mengaktifkan semua lembaga-lembaga yang ada di bawah naungan PCNU Sumbawa Barat. Tutupnya.

Monday, March 23

Gelar Dialog Kebangsaan, Tutup Dengan Sosialisasi Pencegahan Penyebaran Korona



LOTIM
 | Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Lombok Timur (PC. PMII LOTIM) menyelenggarakan dialog kebangsaan dengan tema menguatkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan pada kalangan generasi muda, mahasiswa, OKP, ormas di kabupaten lombok timur, pada senin (23/3) diaula sekretariat PMII Cabang Lombok Timur.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh kader-kader PMII dan OKP lainnya, dan menghadirkan narasumber, Suryadi, M.E. dengan materi kebangsaan persfektif Islam, Ustaz M.Hariri, Q.H.M.A, dengan materi Relasi nilai keislaman serta pemateti Nazri, Q.H.S.sos dengan materi nilai kesatuan dan persatuan.

Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan kebangsaan dan ghiroh nasionalisme para kader-kader Pergerakan pada hususnya dan kaum muda di kabupaten Lombok Timur pada umumnya.

Ketua Cabang PMII Lombok Timir, Irwan Safari mengatakan bahwa kaum muda harus menanamkan nilai kebangsaan agar esensi negara tercapai dengan madani.

"kita yang masih muda harus menanamkan nilai-nilai kebangsaan sehingga tujuan esensi negara itu tercapai yaitu negara madani" Irwan dalam sambutannya.

Narasumber Suryadi M.E. menyampaikan melalui dialog kebangsaan, negara pada posisi ini sangat berkepentingan sekali terhadap nilai-nilai kebangsaan kita, "Dalam berbangsa dan beragama kita perlu menanamkan nilai-nilai kebangsaan, dimana agama dan negara tidak bertentangan". tutur suryadi

"dalam hal ini perlu kita lakukan, menjadi mitra strategis pemerintah untuk mengkampanyekan hal-hal baik, keterbukaan, kehidupan yang inklusif" ungkap salah satu narasumber Ustaz M.Hariri, Q.H.M.A

Acara tersebut berlangsung hidmat dan diberikan arahan agar ikut serta dalam pencegahan penyebaran Korona serta menghindari penyebaran berita Hoax terkait Korona.

Tuesday, March 17

Mahasiswa : Pelantikan Pimpinan Baznas di Nilai Maladministrasi


Pelantikan Muhammad K dan Hamzani, S.E sebagai pimpinan baru di tubuh Baznas Lombok Timur dinilai cacat dan politis bahkan masuk kategori mal admnistrasi. Atas tindakan tersebut, Bupati Lombok Timur dinilai lalai dan tidak transparan dalam penentuan siapa pimpinan di tubuh lemabaga zakat tersebut.

Sebelumnya pada 2019 lalu, pimpinan Baznas Lombok Timur yang dilantik ada tiga orang, yaitu; saudara Ismul Basar, M Nazri, dan Lalu Muhir sedangkan H Muhsin SR dan Siarah Hady masih ditunda, namun dalam perjalan dua nama yang ditunda ini lenyap.

Padahal jika merujuk pada surat Baznas NTB terkait permohonan dan pertimbangan pimpinan Baznas Lombok Timur periode 2019-2024, yang diberikan pertimbangan untuk dilantik adalah saudara Ismul Basar, M Nazri, H Muhsin SR, Siarah Hady, dan Lalu Muhir. Nama-nama yang dilantik baru-baru ini justru tidak masuk sebagai jajaran pimpinan di tubuh Baznas Lombok Timur.

Untuk diketahui bahwa berdasarkan surat permohonan dan pertimbangan pimpinan Baznas Lombok Timur periode 2019-2024, yang diberikan pertimbangan untuk dilantik adalah saudara Ismul Basar, M Nazri, H Muhsin SR, Siarah Hady, dan Lalu Muhir, namun dalam perjalanan Bupati Lombok Timur justru mengindahkan pertimbangan tersebut dan melantik pimpinan Baznas Lombok Timur dengan formasi Ismul Basar, SP, M Nazri, Muhammad K, Hamzani, SE, dan L Muhir. Hingga saat ini, tindakan Bupati Sukiman Azmy tersebut menjadi polemik di masyarakat.


Diatensi Publik

Penghilangan dua nama yang beredar sebelumnya menimbulkan pertanyaan besar masyarakat, tak terkecuali para mahasiswa yang tergabung dalam Alinasi Mahasiswa Lombok Rantau Jakarta. Mereka menilai Bupati Lombok Timur mengindahkan dua nama yang diberikan pertimbangan untuk memimpin Baznas Lombok Timur.

“Jika alasannya Bupati dan timsel pimpinan Baznas memilih berdasarkan peringkat seleksi, maka kami tidak mempersoalkan Muhammad K dan Hamzani ini dilantik, kita sama-sama tau keduanya masuk empat besar dalam hasil akhir seleksi. Namun yang jadi persoalan adalah kenapa Lalu Muhir tetap dilantik, padahal jika merujuk pada peringkatnya, ia tidak memenuhi standar bahkan tidak masuk 5 besar. Ini aneh dan janggal” Ujar Fizi saat memberikan keterangan ke tim redaksi.

Lebih lanjut lagi, Fizi ini menyebut pengangkatan Hamzani sebagai pimpinan Baznas Lombok Timur dinilai melanggar aturan yang berlaku, karena diduga rangkap jabatan.

“Jika Pansel dan Bupati memilih Hamzani sebagai pengganti dari dua nama pimpinan Baznas yang ditunda tersebut adalah berdasarkan peringkat, maka sah-sah saja si Hamzani dipilih. Namun jika melihat aktifitas beliau sebagai guru setrtifikasi, maka ia harus meletakkan jabatannya dan mengembalikan dana sertifikasi yang telah diterimanya. Ini jelas diatur kok dalam peraturan tentang guru sertifikasi. Ujar Fizi
Di akhir wawancaranya, mahasiswa semester akhir ini menyarankan Bupati Lombok Timur untuk mengembalikan mandat pimpinan Baznas Lombok Timur ke nama-nama yang di berikan pertimbangan sebelumnya.

“Agar roda pemerintahan di Lombok Timur terus kondusif, kami sebaga sosial control dan agent of change menyarankan Bupati Lombok Timur mengembalikan mandat pimpinan Baznas Lombok Timur ke nama-nama yang di berikan pertimbangan sebelumnya, jika terus mengindahkan saran ini, maka kami akan mencoba melaporkannya ke Ombudsman RI” Ujarnya fizi sambil menutup wawancaranya.

Tuesday, February 25

Mahasiswa Lombok Tengah Tolak Hoax dan Intoleransi.


LOMBOK TENGAH | Dialog Publik  yang di selenggarakan oleh BEM IAIQH Bagu dg tema "penguatan budaya literasi masyarakt dalm rangka penyebran hoax dan paham intoleran ", Aula Kampus IAIQH Bagu, Kecamatan Pringgarata. Selasa, (25/2/20).
Dialog ini diadakan karena keresahn  yang dirasakan mahasiswa IAIQH khususnya BEM beserta jajarannya, yang dimana budaya toleran itu sudah tidak terasa di tengah-tengah kita, maka dari itu BEM IAIQH berinisiatip   mengadakan dialog ini supaya toleransi di tengah-tengah kita hidup kembali .

Seperti yg dikatakan ketua BEM IAIQH dalam sambutan nya, "Negara kita ini adalah negara hukum bukan negra islam . Jadi toreransi kita harus ada ,toleransi ini ini akan ada apabila  budaya letarasi ditengah kita di hidupkan  dan dibudidayakan  " kata ketua BEM IAIQH 

Ketua BEM IAIQH BAGU menganjurkan " budaya liretrasi menjadi dasar untuk menangkal hal hal yang berbau intoleran" sambung Imam aiqo selaku ketua bem dalam  sambutan nya .

Literasi adalah  suatu kempuan seseorang untuk  menggunakan potensi dan keterampilan dalam pengelihatan  dan pemahaman informasi.

Kanit Humas Polres Lombok Tengah, Amirudin mengatakan, Intoleran lahir karena tidak bisa menerima perbedaan.

"Intoleransi ketidak bersediaan dari  seseorang atau kelompok  untuk menerima perbedaan diri orang lain atau  kelompok lain . Intoleransi begama yg biasa berujung radikalisme " Ungkap Amirudin

"Dan ternyata indonesia itu berada dalam urutan ke 6 menurut kominfo dalam penggunaan internetnya ", kata amiruddin kepada mahasiswa.

Amirudin banyak membahas tentang hoax yang paling  besar penyebaran nya melalui internet . Dia menganjurkn kpd mahasiswa supaya  apa informasi  yg di peroleh jgn buru-buru di publikasikan  ,harus menggali kebenaran berita itu sendiri terlebih dahulu.

"Jadi kalau menyempaikan berita bohong itu dapat terjeta hukum ITE .maka mahasiswa  harus bijak dalam menggunakan teknologi yang digunakan wabil khususnya Hp , supaya bisa menjadi pengguna yang bijak " terangnya.


"Seperti    Saat ini banyak kasus yg masuk di polres loteng terima yang  berkaitan dengan pencemaran nama baik . Maka dari itu di mulai dari mahasiswa untuk meningkat kan budaya literasi supaya toleransi itu tetap terjadi karna kita di indoneaia ini terdiri dari berbagai agama, budaya dan kepribadian , maka dari itu kita sebagai warga NKRI harus toleransi .
 
"Jarimu adalah harimaumu, Karna skarang sekarang itu bukan lidah tapi yg jadi harimau itu jarimu yang mampu membunuh dan menyebabkan  intolereran" tegasnya .

Qamrullah, M. Hi selaku akdemisi memaparkan Klok melihat persfektif islam yg artinya "wahai orang yang beriman kalau ada orang yg memvawakan informasi maka klarifikasilah, Karna ini yang mendatangkan namimah gibah dan lain-lain. Seperti ibarat orang lagi kencing berdiri padahal sebenarnya lagi menyiram tanaman dengan botol. Setiap pandangan org yg jatuh cinta semua akan terluhat benar dan baik sdgkan org yg benci akan tetep menjatuhkan mu .
Intoransi ini " jangan lah anda mencacimaki agama org lain agar agamu tdk di caci belebihan .Tdk toleran skrang terjadi di antara dlm agama itu sendiri karna kita kekurangan literasi dan Karna kurangan informasi.

" Kita itu kurang literatur,  kesepakatan MUI bahwa semua itu memiliki deminsi hukum . Karna literatur banyak maka jd toleransi ."imbunya

Saturday, February 22

INDEK DOMPU Gelar Dialog Publik Antisipasi Kerawanan Konflik.

DOMPU | INDEK DOMPU atau lembaga riset pengembangan konsulting dan advokasi kebijakan pembangunan Dompu Menggelar dialog public dengan tema "Deteksi dini dalam upaya antisipasi berbagai kerawanan ketertiban masyarakat di wilayah NTB" bersama Kapolres Dompu, Anggota DPR Dompu Dan Salah satu Akademisi Di Aula KNPI DPD II DOMPU 22/20.

Dalam Menyikapi Kerawanan Di NTB perlu ada sinergitas Antar lembaga Demi mendeteksi dini sebuah problem Akhir akhir ini, Ketua INDEK Berharap lewat dialog publik ini sebagai salah satu upaya menetralkan situasi saat ini yang semakin mencekam dan mengkhawatirkan. Sangat banyak oknum yang memanfaatkan keberadaan berita yang tidak relevan baik di online maupun surat kabar.

"Ini menjadi pekerjaan rumah kita semua agar menjadi manusia yang memanusiakan Manusia, Sebab Saat2 ini kerawan di berbagai daerah terutama NTB sangat rawan sekali terjadi sesuatu masalah sosial di luar dugaan kita, nah lewat dialog ini semoga saja adaya upaya antisipasi dini dari stecholder yang terkait " Ujarnya Ardiansyah ketua INDEK.

Kegiatan dialog ini  yang di ikuti utusan dari organisasi kemahasiswaan dan organisasi kemasyarakatan juga beberapa LSM yang ada di Dompu dengan hikmahnya acara tersebut membuat peserta dialog menyimak dengan seksama materi yang di paparkan narasumber.

Dalam dialog public ada beberapa narasumber yang mengisi Sumiyati Mpd dari kalangan Akademisi Dosen Tetap STKIP  YAPIS DOMPU dari Kapolres Dompu yang Di wakili bapak Abdul Haris.

Wednesday, February 19

Selamat Riadi, Aktivis Alumni PMII Mataram, Ikut Warnai Pilkades Desa Bonder

Dok/ist : Diiringi pendukung, Selamat Riadi, S.Pd resmi maju sebagai calon kepala desa bonder, kec.praya barat. (lensanasional.com).


Lombok Tengah, lensanasional.com | Selamat Riadi yang akrab dipanggil "Rebe" kini maju dalam kontestasi pemilihan kepala desa Bonder. Aktvis alumni PMII Mataram ini dikenal sebagai pemuda yang penuh inovasi dan peduli kepentingan masyarakat. Dicari yang bertepatan dengan pencalonannya, ia juga mengajak semua tim dan relawan bersih-bersih lingkungan desa.


Saat mendaftarkan diri sebagai calon kepala Desa Bonder Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah, ia diiring oleh pendukung yang sangat banyak ketika menuju Kantor Desa. Rabu, (19/2/20).

Selamat Riadi mengatakan bahwa ia yakin 1000% lolos verifikasi dan menang sebagai Kades Bonder dengan mengusung Visi Terwujudnya Desa Bonder yang Aman, Berbudaya, Berakhlak Mulai dan Berdaya Saing.

"Saya yakin 1.000% lolos di verifikasi dan menang di Pildes 2020 desa bonder dengan VISI : “Terwujudnya Desa Bonder Yang Aman, Berbudaya, Berakhlak Mulia dan Berdaya Saing”. Tegas rebe dan bertekad mewujudkan Visi tersebut.

Ia mengatakan, bahwa pilkades Bonder merupakan demokrasi cukup terbuka, pasalnya sebanyak 17 bakal calon yang muncul namun bakal calon yang muncul sampai hari ini sampai 7 bakal calon.

"Tepat tanggal 19 Februari 2020, di akhir penutupan pendaftaran pildes serentak 2020, Desa Bonder 7 Balon yang muncul bahkan kemarin 17 balon ini membuktikan demokrasi cukup terbuka." Jelasnya.

"Sebagai balon saat ini yakin dengan Netralitas Panitia Pildes Bonder 2020, balon pula salah satu bagian dari sekian banyak balon adalah putra-putra bonder yang terbaik, sehingga saya yakin bonder ke depan akan mampu bersaing dengan desa-desa lain di ruang lingkup lombok tengah."

Sebagai bakal calon, ia mengajak masyarakat untuk berbenah untuk desa, ia meminta siapapun yang menang nantinya harus di dukung.

"Saya berharap kepada seluruh masyarakat desa bonder mari kita mulai membenah desa yang kita cintai, siapapun akan memimpin desa ke depan mari kita dukung bersama-sama untuk menjalankan Visi dan Misi bila lolos dan menang di pildes sebentar lagi." Pinta Rebe.

Ia juga mengapresiasi semangat para Tim dan relawan menjadi motivasi lolos verifikasi sebagai calon kepala desa.

"Saya yakin akan lolos di verifikasi dan akan memenangkan kontes demokrasi ini, karena saya dengan semangat dan antusias TIM, Relawan dan Simpatisan sangat luar biasa, selama ini mulai dari rencana mencalonkan hingga pendaftaran semangat ini tidak pernah mundur, bahkan semangat 45 dan optimis akan memenangkan pildes 2020 di desa Bonder." Cetusnya.

"Berangkat dari analisis dimana desa bonder bagian dari salah satu desa yang cukup luar biasa, tepat tanggal 19, Feb 2020 ini karena tanggal 20 feb 2020 akan hadir di desa bonder Wakil Presiden ini sangat luar biasa bonder tercatat sebagai salah satu desa di Istana, patut kita banggakan." Ucapnya dengan bangga.

"Selain itu juga pendaftaran kita rangkaikan dengan Bersih Desa, karena salah satu bagian dari Visi dan Misi ke depan, dan alhamdulillah lancar." Tutupnya. (Ist).