![]() |
| Foto Dokumentasi para alumni menjenguk rekan yang sakit di kota Jajag, Saptu, (18/04/2026) |
BANYUWANGI| lensanasional.com - Semangat kebersamaan dan kekeluargaan kembali ditunjukkan oleh Alumni SMA PGRI 6 Genteng, Banyuwangi angkatan tahun 1990. Dalam suasana penuh kehangatan, para alumni menggelar agenda menjenguk salah satu rekan yang tengah sakit di kediamannya di wilayah Jajag, yang akrab disapa Mamek.
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan wujud nyata dari eratnya tali persaudaraan yang telah terjalin sejak masa sekolah. Dengan mengusung semboyan “seduluran selawase”, para alumni terus menjaga komitmen untuk saling mendukung, baik dalam suka maupun duka.
“Kami hadir bukan hanya sebagai teman lama, tapi sebagai keluarga. Dalam kebersamaan ini, kami ingin menunjukkan bahwa ‘seduluran selawase’ bukan sekadar semboyan, melainkan komitmen untuk saling menguatkan di setiap keadaan. Semoga sahabat kami lekas diberikan kesembuhan, dan tali silaturahmi ini terus terjaga sampai kapan pun.” ucap Sunjoyo sebagai ketua alumni melalu pesan WhatsApp.
Kehadiran para alumni di rumah Mamek disambut dengan suasana penuh haru sekaligus kebahagiaan. Canda tawa dan gurauan ringan pun mengalir, mencairkan suasana dan mempertegas bahwa kebersamaan mereka tetap terjaga meski telah puluhan tahun berpisah sejak bangku sekolah.
Tidak semua alumni dapat hadir secara langsung. Namun, jarak tidak menjadi penghalang untuk tetap menunjukkan kepedulian. Rekan-rekan yang berada di luar daerah tetap memberikan doa dan dukungan melalui grup WhatsApp, memperkuat rasa solidaritas lintas wilayah.
Beberapa alumni yang tersebar di berbagai daerah pun turut disebutkan sebagai bagian dari kebersamaan ini. Seperti M. Ansori yang kini berdomisili di Pacitan, tetap aktif berkomunikasi dan menjaga kekompakan meski tidak bisa hadir langsung.
“Yang jauh tetap dekat di hati. Ansori di Pacitan menjadi bukti bahwa persaudaraan kami tidak dibatasi jarak. Seduluran selawase.” ungkapnya
Begitu pula Sugeng Arbany, mantan Ketua Kelas A-1 (IPA), yang kini berada di Surabaya, serta alumni lainnya yang tersebar hingga ke Papua dan Bali.
"Begitu juga kami yang berada di kota Surabaya selalu support atas silaturahmi melalui grup WhatsApp yang sudah terjalin cukup lama". imbuh Sugeng.
Sementara itu, alumni yang berada lebih dekat seperti Titik Rahayu di Jember dikenal sebagai sosok yang selalu hadir dalam setiap kegiatan alumni, menunjukkan dedikasi tinggi terhadap kebersamaan kelompok ini.
“Saya dari Jember selalu berusaha untuk hadir di setiap momen. Itu bukti bahwa persaudaraan ini benar-benar dijaga. Seduluran selawase.” pungkasnya
Momen ini menjadi bukti bahwa hubungan yang terjalin sejak masa sekolah tidak lekang oleh waktu. Kebersamaan, kerukunan, dan kekompakan terus dirawat, menjadikan alumni SMA PGRI 6 Genteng 1990 sebagai keluarga besar yang solid dan saling menguatkan.
Dengan semangat “seduluran selawase”, para alumni berharap silaturahmi ini akan terus terjaga, menjadi inspirasi bahwa persaudaraan sejati tidak hanya dibangun saat bersama, tetapi juga diuji saat saling membutuhkan. (Ans)






0 Komentar