Resmi Berdiri di Pacitan, Yonif TP 934 SBY Siap Dukung Pembangunan dan Sinergi Daerah

Foto Dokumentasi Dr. Dian Nur Huda, Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 934 Satria Buwana Yuda (SBY) saat dikonfirmasi di wisma atlet kab. Pacitan. Jum'at, (27/03/2026)

PACITAN | lensanasional.com – Sejumlah insan media di Kabupaten Pacitan menghadiri undangan kegiatan upacara dan aksi Jum’at Bersih yang digelar di Gedung Wisma Atlet, Jumat (27/03/2026) pagi. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, yang menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen, baik pemerintah, TNI-Polri, hingga masyarakat dan media, untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat stabilitas wilayah.

Kegiatan Jum’at Bersih ini merupakan hasil kolaborasi antara jajaran TNI, khususnya Kodim Pacitan, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta berbagai instansi terkait. Selain sebagai aksi nyata menjaga kebersihan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antar lembaga dan masyarakat.

Di sela kegiatan, Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 934 Satria Buwana Yuda, Dr. Dian Nur Huda, menjelaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan keberadaan satuan baru di Pacitan.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah menjaga stabilitas wilayah melalui aksi nyata seperti pembersihan lingkungan. Selain itu, kami juga ingin mengedukasi masyarakat bahwa saat ini di Pacitan telah hadir Yonif Teritorial Pembangunan 934 SBY,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Yonif TP 934 SBY merupakan satuan yang diinisiasi langsung oleh pemerintah pusat sebagai bagian dari program pembangunan berbasis teritorial. Nama “SBY” sendiri diberikan langsung oleh Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Saat ini, di Pacitan baru terdapat satu batalion dengan kekuatan penuh mencapai 1.190 personel. Struktur satuan ini terdiri dari sembilan kompi, meliputi kompi senapan, kompi markas, kompi bantuan, hingga kompi khusus seperti pertanian, peternakan, zeni konstruksi, dan medis lapangan.

“Fungsi utama kami adalah teritorial pembangunan. Artinya, kami tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga siap mendukung pembangunan daerah, seperti pembangunan jalan, fasilitas umum, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan,” jelasnya.

Untuk sementara, Yonif TP 934 SBY menggunakan Gedung Wisma Atlet sebagai marshalling area. Sementara lokasi pembangunan markas permanen direncanakan berada di Desa Ngadirejan, Kecamatan Pringkuku, dengan luas lahan sekitar 65,5 hektare.

“Rencana pembangunan markas insya Allah dimulai pertengahan tahun ini, menunggu finalisasi site plan dari pimpinan. Nantinya kami akan melakukan pengawasan langsung selama proses pembangunan berlangsung,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dian menyebut bahwa keberadaan Yonif TP di Pacitan merupakan bagian dari program nasional yang diinisiasi Presiden RI, Prabowo Subianto, dengan target setiap kabupaten memiliki satu batalion teritorial pembangunan hingga tahun 2028–2029.

Dalam waktu dekat, Yonif TP 934 SBY juga akan aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, mulai dari promosi pariwisata, aksi bersih pantai, hingga kegiatan keagamaan.

“Kami sudah melaksanakan pembersihan di Pantai Teleng Ria dan Pancer Door. Selain itu, kami juga membentuk tim hafiz dan hadroh untuk safari keagamaan, serta tim olahraga seperti voli untuk menjalin kedekatan dengan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan, saat ini sebanyak 482 prajurit Yonif TP telah menjadi bagian dari masyarakat Pacitan dan siap bersinergi dalam berbagai aspek kehidupan, baik sosial, budaya, maupun pembangunan.

“Kami mohon dukungan dari seluruh masyarakat untuk menerima dan bersama-sama membangun Pacitan. Kami hadir untuk membantu dan menjadi bagian dari warga Pacitan,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Dian mengaku terkesan dengan karakter masyarakat Pacitan yang dikenal ramah dan menjunjung tinggi nilai kesopanan.

“Masyarakat Pacitan luar biasa. Sopan santunnya sangat tinggi. Kami juga menanamkan kepada prajurit budaya 5S, yaitu senyum, salam, sapa, sopan, dan santun. Ini penting untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan adanya kegiatan Jum’at Bersih ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan Pacitan yang bersih, aman, dan maju. (Ans)

Posting Komentar

0 Komentar

Terkini