![]() |
| Prosesi HUT OSIS Ke-57 SMKN 01 Pacitan Kacabdin menyerahkan pucuk tumpeng Obyong di lokasi SMKN 01 barat. Kamis, (05/02/2026) |
PACITAN | lensanasional.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) ke-57 SMKN 01 Pacitan berlangsung khidmat sekaligus sarat nilai budaya, Senin Kliwon (05/02/2026). Mengusung tema “Seni lan Teknologi Ambangun Nagari”, seluruh rangkaian kegiatan digelar dengan menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa utama, mulai dari pembukaan hingga penutupan acara.
Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan SMKN 01 Pacitan ini diawali dengan kirab tumpeng obyong, simbol rasa syukur sekaligus wujud pelestarian tradisi lokal yang telah turun-temurun hidup di tengah masyarakat Jawa. Iringan seni tradisional turut memeriahkan suasana, berpadu harmonis dengan sentuhan teknologi modern yang ditampilkan para siswa.
Yang menjadi sorotan utama dalam peringatan kali ini adalah komitmen panitia dan pihak sekolah untuk menggunakan bahasa Jawa secara penuh dalam setiap prosesi. Hal ini menjadi bentuk nyata upaya uri-uri budoyo Jowo atau melestarikan budaya Jawa, khususnya dalam menjaga eksistensi bahasa daerah sebagai warisan adiluhung.
Dalam sambutannya yang disampaikan sepenuhnya menggunakan bahasa Jawa krama, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Pacitan (Kacabdin) Sasmito Pribadi menyampaikan tiga poin penting.
Pertama, pihaknya memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan HUT OSIS yang sarat nilai budaya dan edukatif.
Kedua, ia mendorong agar kegiatan serupa terus dikembangkan secara berkelanjutan, dengan tetap mempertahankan kearifan lokal dan budaya Jawa di tengah arus modernisasi.
Ketiga, Kacabdin menekankan pentingnya menjaga dan mempertahankan bahasa Jawa sebagai bahasa yang adiluhung, penuh tata krama, serta memiliki nilai filosofi luhur dalam kehidupan bermasyarakat.
“Basa Jawa punika warisan luhur para leluhur kita, kedah kita uri-uri lan lestantunaken, langkung-lebih wonten ing lingkungan pendhidhikan,” ungkapnya di hadapan ratusan siswa dan tamu undangan.
Acara semakin bermakna ketika seluruh rangkaian ditutup dengan doa yang juga dipanjatkan menggunakan bahasa Jawa, mempertegas nuansa spiritual sekaligus kultural dalam peringatan tersebut.
Kepala SMKN 01 Pacitan beserta jajaran guru menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan ulang tahun OSIS, namun juga menjadi media pendidikan karakter bagi siswa untuk mencintai budaya sendiri di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Melalui tema “Seni dan Teknologi Membangun Negeri”, sekolah dibawah komando Joko Supriyadi ingin menunjukkan bahwa kemajuan zaman tidak harus menggerus identitas budaya, melainkan dapat berjalan beriringan.
Peringatan HUT OSIS ke-57 ini menjadi bukti bahwa generasi muda Pacitan mampu merawat tradisi sekaligus berinovasi. Penggunaan bahasa Jawa secara menyeluruh menjadi pesan kuat bahwa pelestarian budaya dimulai dari lingkungan pendidikan.
Dengan semangat uri-uri budoyo Jowo, SMKN 01 Pacitan berharap nilai-nilai luhur budaya Jawa tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang, sebagai fondasi karakter bangsa yang berakar kuat pada kearifan lokal. (Ans)





0 Komentar