Wayang Suluh Asli Pacitan Kembali Pentas Setelah 30 Tahun, Hidupkan Spirit Budaya Lokal


PACITAN | lensanasional.com  – Seni tradisi Wayang Suluh yang merupakan warisan budaya asli Kabupaten Pacitan kembali ditampilkan setelah vakum selama kurang lebih tiga dekade. Pentas bersejarah ini digelar dalam rangkaian Gelar Budaya Luwung yang diselenggarakan oleh PAC GP Ansor Kecamatan Pacitan, bekerja sama dengan para pegiat seni budaya serta Dalang Ki Panca Galih Saputra, Jumat malam (6/2/2026), di Pendopo Mas Tumenggung Djogokarjo, Kabupaten Pacitan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian seni budaya lokal yang hampir terlupakan. Wayang Suluh sendiri dikenal sebagai media seni pertunjukan yang sarat nilai edukasi, sejarah, dan pesan kebangsaan, yang dahulu digunakan sebagai sarana penerangan atau penyadaran masyarakat.

Ketua PAC GP Ansor Pacitan, Gus Zain menyampaikan bahwa kembalinya Wayang Suluh ke tengah masyarakat bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk kepedulian generasi muda terhadap akar budaya daerah.

“Wayang Suluh adalah identitas budaya Pacitan. Sudah 30 tahun tidak dipentaskan, dan malam ini kita hidupkan kembali sebagai bentuk kecintaan terhadap seni tradisi,” ujarnya. Jum'at, (06/02/2026)

Menurutnya, sinergi antara organisasi kepemudaan, seniman, serta pegiat budaya menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan warisan leluhur agar tidak tergerus zaman.

Dalang Ki Panca Galih Saputra yang dipercaya membawakan pementasan tersebut mengaku bangga dapat terlibat dalam kebangkitan Wayang Suluh di tanah kelahirannya. Ia menuturkan bahwa Wayang Suluh memiliki ciri khas tersendiri, baik dari segi bentuk wayang maupun cerita yang lebih menekankan nilai perjuangan, sosial, dan kebangsaan.

“Wayang Suluh bukan hanya seni pertunjukan, tapi juga media pendidikan karakter. Ini kekayaan Pacitan yang harus terus dirawat,” jelasnya.

Acara yang terbuka untuk umum ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sejak sore hari, warga sudah mulai memadati area pendopo untuk menyaksikan pertunjukan langka tersebut. Suasana kental nuansa tradisional semakin terasa dengan dekorasi budaya dan iringan musik gamelan yang menghidupkan panggung.

Gelar Budaya Luwung sendiri merupakan agenda budaya yang bertujuan mengangkat kembali potensi seni tradisi lokal Pacitan agar dikenal luas, khususnya oleh generasi muda. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga dan melestarikan budaya daerah sebagai jati diri bangsa.

Dengan kembalinya Wayang Suluh ke panggung budaya Pacitan, para pegiat seni berharap tradisi ini tidak lagi tenggelam, melainkan terus berkembang dan menjadi ikon kebudayaan yang membanggakan. (Ans)

Posting Komentar

0 Komentar

Terkini