![]() |
| Foto Dokumentasi Kompol Muchamad Mukid SH.,MH., Wakapolres Kabupaten Pacitan |
PACITAN | lensanasional.com – Kisah hidup Kompol Muchamad Mukid SH., MH. menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya. Perjalanan hidupnya yang dimulai dari masa sulit sejak remaja hingga akhirnya mampu mempersembahkan sebuah lagu untuk almarhumah Ibu Ani Yudhoyono menjadi cerita inspiratif yang menyentuh banyak orang.
Dalam acara ngopi bersama disebuah kedai kopi, Kompol Muchamad Mukid mengisahkan bahwa kecintaannya pada musik sudah muncul sejak ia masih duduk di bangku kelas 1 SMP di kawasan Grogol, Kabupaten Kediri. Saat itu, kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuatnya harus berjuang membantu kehidupan sehari-hari.
“Waktu itu saya sering ngamen dari pintu ke pintu,” kenangnya. Dengan membawa gitar sederhana, Mukid berjalan menyusuri kampung demi kampung. Dari situlah bakat bermusiknya mulai terasah.
Perjalanan hidupnya kemudian berubah. Seiring waktu, Mukid meniti karier hingga menjadi seorang perwira polisi. Namun kecintaannya pada musik tidak pernah padam. Ia tetap menulis lagu dan bermain musik di sela-sela kesibukannya.
Kisah yang paling berkesan baginya terjadi ketika ia mengikuti kabar duka wafatnya Ibu Ani Yudhoyono pada tahun 2019. Sebelumnya, Mukid mengaku pernah berinteraksi melalui media sosial Instagram dengan almarhumah, yang menurutnya merupakan sosok ibu negara yang sederhana, ramah, dan penuh perhatian kepada masyarakat.
Kabar wafatnya Ibu Ani membuatnya sangat terpukul. Rasa kehilangan itu kemudian ia tuangkan dalam sebuah lagu berjudul “IBUKU.”
Lagu tersebut ia ciptakan sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan cinta seorang rakyat kepada sosok yang ia kagumi.
Proses rekaman dilakukan di sebuah studio musik di Jombang bersama grup musik D’Kobra Band. Dalam lagu tersebut, Mukid menggambarkan doa dan harapan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.
Namun setelah lagu tersebut mulai dikenal, Mukid sempat mengalami berbagai pertanyaan dan klarifikasi dari sejumlah pihak. Ia mengaku sempat dimintai keterangan di beberapa tempat terkait lagu yang ia ciptakan tersebut.
“Banyak yang bertanya, bahkan saya sempat dipanggil dan dimintai penjelasan. Tapi saya jelaskan bahwa lagu ini murni dari hati saya sebagai bentuk penghormatan,” ujarnya.
Seiring berjalannya waktu, kisah di balik lagu tersebut justru sampai ke telinga Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), suami dari almarhumah Ibu Ani Yudhoyono.
Di luar dugaan, Mukid mendapatkan apresiasi langsung atas karya dan ketulusannya. Hal itu menjadi momen yang sangat berharga dalam hidupnya.
“Bagi saya, itu sudah lebih dari cukup. Lagu ini memang saya buat sebagai ungkapan doa dan cinta untuk Ibu Ani,” kata Kompol Muchamad Mukid dengan haru, yang kini menjabat sebagai Wakapolres Kabupaten Pacitan. Selasa, (17/03/2026)
![]() |
| Foto tangkapan layar YouTube lagu ibuku ciptaan Kompol Mochamad mukid, SH. MH. |
Kini, kisah Kompol Mukid menjadi inspirasi bahwa dari perjuangan sederhana — bahkan dari seorang anak yang dulu harus ngamen dari pintu ke pintu — dapat lahir karya yang menyentuh hati banyak orang.
Melalui lagu “IBUKU”, Mukid berharap kenangan tentang sosok Ibu Ani Yudhoyono akan selalu hidup dalam doa dan penghormatan masyarakat Indonesia. (Ans)






0 Komentar