Daya Beli Melemah, Disdag Naker Pacitan Genjot Job Fair dan Pelatihan Kerja

Foto Dokumentasi Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdag Naker) Acep Suherman, Senin, (20/04/2026)

PACITAN | lensanasional.com – Kondisi perekonomian di Kabupaten Pacitan dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan gejala pelemahan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdag Naker) Pacitan, Acep Suherman, yang menyebutkan bahwa indikator ekonomi daerah saat ini lebih mengarah pada deflasi, bukan inflasi.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), dalam kurun waktu tiga minggu terakhir tercatat angka deflasi mencapai 2,51 persen. Kondisi ini menjadi sinyal menurunnya daya beli masyarakat.

“Ini bukan inflasi, tapi deflasi. Artinya daya beli masyarakat sedang menurun. Harga barang relatif stabil, stok tersedia, tapi pembelian masyarakat yang berkurang,” ujar Acep. Senin, (20/04/2026)

Menurutnya, fenomena ini tidak lepas dari berbagai faktor, termasuk kondisi global dan nasional yang turut memengaruhi perilaku konsumsi masyarakat. Banyak keluarga saat ini cenderung menahan pengeluaran dan hanya membeli kebutuhan yang benar-benar mendesak.

“Situasi global juga berpengaruh. Ini bukan hanya terjadi di Pacitan, tapi juga di daerah lain,” imbuhnya.

Harga Stabil, Daya Beli Jadi Sorotan

Di sisi lain, pemerintah daerah memastikan bahwa stabilitas harga dan ketersediaan barang tetap terjaga. Disdag Naker bersama berbagai pihak terus melakukan pemantauan harian terhadap harga dan distribusi kebutuhan pokok.

“Kami pastikan harga relatif stabil, bahkan ada beberapa komoditas yang justru mengalami penurunan,” jelasnya.

Koordinasi juga dilakukan dengan sejumlah pihak, termasuk Perum Bulog dan perusahaan melalui program CSR, guna menjaga pasokan dan mengantisipasi gejolak harga.

Untuk sektor energi, Acep menyebutkan bahwa harga BBM seperti Pertalite dan Pertamax masih stabil. Sementara untuk LPG 3 kilogram, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina agar tidak terjadi pengurangan stok maupun kenaikan harga.

“Gas melon 3 kilogram insya Allah tetap aman, tidak ada pengurangan maupun kenaikan harga,” tegasnya.

Dorong Lapangan Kerja, 508 Lowongan Dibuka

Sebagai langkah strategis mengatasi pelemahan daya beli, Disdag Naker Pacitan fokus pada peningkatan kesempatan kerja. Salah satunya melalui penyelenggaraan job fair yang akan digelar dalam waktu dekat.

“Kami membuka job fair dengan melibatkan lima perusahaan, total ada 508 lowongan pekerjaan,” ungkap Acep.

Lowongan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari garmen, perkebunan kelapa sawit, hingga ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart. Proses rekrutmen bahkan akan dilakukan langsung di lokasi.

Program ini menyasar khususnya lulusan SMK yang belum mendapatkan pekerjaan, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat umum.

Pelatihan BLK Bersertifikat Nasional

Selain job fair, Disdag Naker juga mengoptimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK) dengan membuka berbagai program pelatihan berbasis kompetensi.

Beberapa pelatihan yang akan dibuka antara lain:

  • Komputer grafis
  • Komputer office
  • Servis kendaraan (injeksi)
  • Finishing perkayuan
  • Pengelasan (las)

Setiap kelas diikuti sekitar 16 peserta dengan durasi pelatihan 2 hingga 3 bulan. Menariknya, seluruh biaya ditanggung pemerintah dan peserta akan mendapatkan sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Pelatihan ini tidak hanya untuk kebutuhan lokal, tapi juga bisa bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” jelas Acep.

Harapan: Daya Beli Kembali Menguat

Acep menegaskan bahwa peningkatan daya beli masyarakat sangat bergantung pada peningkatan pendapatan. Oleh karena itu, penciptaan lapangan kerja menjadi kunci utama.

“Kalau masyarakat bekerja dan punya penghasilan, otomatis daya beli akan meningkat,” katanya.

Ia juga berharap kondisi harga energi tetap stabil hingga akhir tahun agar tidak menambah beban masyarakat. Di tengah situasi ekonomi yang menantang, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam mengatur konsumsi.

“Memang saat ini masyarakat lebih fokus pada kebutuhan prioritas. Tapi dengan berbagai upaya ini, kita harapkan ekonomi bisa kembali bergerak dan daya beli masyarakat meningkat,” pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar

Terkini