Pacitan | lensanasional.com – Jabatan Ketua Forum Pewarta Pacitan (FPPA) kembali menjadi sorotan seiring mulai menghangatnya wacana bursa calon ketua untuk periode dua tahun ke depan. Meski hanya sebuah forum profesi, posisi Ketua FPPA dinilai strategis karena menyangkut organisasi wartawan, sehingga kerap dianggap “seksi” oleh sebagian kalangan.
Menanggapi dinamika tersebut, Ketua FPPA aktif Sutikno menyatakan sikapnya dengan tenang dan terbuka. Ia menilai munculnya nama-nama calon ketua merupakan bagian dari proses demokrasi yang wajar dalam organisasi.
“Wacana itu sah dan harus dihargai. Demokrasi memang seperti itu,” ujar Sutikno kepada Suara Jatim, Jumat (20/12/2025).
Sutikno menegaskan bahwa penilaian terhadap kinerja pengurus periode berjalan sepenuhnya menjadi hak anggota FPPA. Menurutnya, anggota bisa membandingkan kondisi organisasi di masa lalu dengan situasi saat ini.
“Pengurus dinilai berhasil atau tidak, itu anggota yang menilai. Saya tenang,” katanya.
Saat ini, Sutikno bersama jajaran pengurus fokus menyusun Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), baik keuangan maupun program kerja. Ia memastikan laporan tersebut akan disampaikan secara jujur dan terbuka kepada seluruh anggota FPPA.
“Insya Allah akan kami sampaikan sejujur-jujurnya,” tegasnya.
Dalam keterangannya, Sutikno juga menyampaikan kebanggaannya atas sejumlah capaian selama kepengurusannya. Salah satunya adalah tentang anggaran cukai bagi wartawan Pacitan.
“Dulu sebagian besar hanya jadi penonton, sekarang alhamdulillah banyak rekan-rekan sudah merasakan,” ungkapnya, dikutip dari suara jatim net Jum'at (19/12/2025)
Selain itu, Pengurus FPPA periode 2024–2026 juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Pacitan yang pada tahun 2024 memberikan kesempatan kepada seluruh wartawan Pacitan untuk mengikuti kegiatan libur bersama di kawasan Gunung Merapi, Yogyakarta, sekaligus pengukuhan pengurus di sebuah hotel di Yogyakarta selama dua hari.
Ketika ditanya oleh Yahya Ali, wartawan Suara Jatim, terkait kemungkinan mencalonkan diri kembali sebagai Ketua FPPA, Sutikno menjawab dengan tegas bahwa dirinya tidak berencana maju lagi.
“Sepertinya tidak. Saya akan fokus mengurus gugatan lahan milik saya yang saat ini bersengketa dengan Pemkab Pacitan,” jelasnya.
Menurut Sutikno, perkara hukum tersebut telah memasuki tahap krusial dan membutuhkan perhatian penuh, sehingga dikhawatirkan akan mengganggu konsentrasinya jika tetap memimpin FPPA.
“Kalau maju lagi, konsentrasi saya akan terpecah. Di FPPA masih banyak yang lebih potensial dan lebih mampu,” ujarnya.
Meski demikian, Sutikno optimistis FPPA akan terus maju dan berkembang ke depan, asalkan prinsip keadilan dan transparansi benar-benar dijalankan oleh pengurus.
“Kuncinya transparan. Hak wartawan harus diperhatikan secara adil, bukan dikuasai pengurus saja. Kalau ada sesuatu tapi hanya pengurus yang tahu, itu tidak benar,” imbuhnya.
Walaupun telah menyatakan niat untuk tidak maju kembali, Sutikno mengakui masih ada sejumlah anggota FPPA yang berharap dirinya bersedia melanjutkan kepemimpinan. Namun hingga kini, Sutikno menegaskan belum memikirkan kembali keputusan tersebut. (Ans)




0 Komentar