![]() |
| Foto Dokumentasi anakan ayam berkaki empat saat baru menetas |
Banyuwangi | lensanasional.com – Fenomena unik menetasnya seekor anak ayam Pakoi Mbrakot berkaki empat di Desa Tegalyasan, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, berakhir duka. Anak ayam yang sempat disebut warga sebagai “ayam ajaib” tersebut dinyatakan mati pada hari ini, diduga karena tidak memiliki anus.
Ayam tersebut sebelumnya menetas pada 18 Desember 2025 dari total delapan telur yang berhasil menetas. Dari seluruh anak ayam, hanya satu ekor yang memiliki kelainan fisik berupa empat kaki, sementara tujuh lainnya tumbuh normal.
Pemilik ayam, Heri Chong, mengatakan bahwa sejak menetas kondisi ayam tersebut terlihat berbeda dibandingkan yang lain. Setelah diamati lebih lanjut, diketahui bahwa ayam tersebut tidak memiliki saluran pembuangan (anus), sehingga tidak mampu bertahan hidup.
“Hari ini ayamnya mati. Setelah diperiksa, ternyata tidak punya anus. Jadi tidak bisa bertahan lama,” ujar Heri saat ditemui wartawan, Jumat (19/12/2025).
Diketahui, indukan ayam tersebut merupakan ayam pejantan jenis Pakoi Mbrakot asal Thailand yang dibeli dengan harga sekitar Rp3 juta. Ayam jenis ini dikenal bernilai tinggi di kalangan penghobi ayam aduan maupun ayam hias.
Sebelum dinyatakan mati, kabar kelahiran ayam berkaki empat tersebut sempat mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga datang untuk melihat langsung karena kejadian tersebut dinilai sangat langka dan jarang terjadi.
Heri menambahkan bahwa kejadian ini murni faktor alami dan bukan rekayasa. Ia juga menyebutkan bahwa kejadian seperti ini menjadi pembelajaran bahwa tidak semua kelainan fisik pada hewan dapat bertahan hidup.
“Ini kejadian alam. Kita rawat semampunya, tapi Tuhan berkehendak lain,” pungkasnya.
Peristiwa ini pun menjadi perbincangan di masyarakat dan menambah catatan kejadian unik di dunia peternakan unggas di Banyuwangi. (Ans)
.jpg)



0 Komentar