PACITAN | lensanasional.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Kabupaten Pacitan, 21–22 Oktober 2026. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Khofifah meresmikan sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan, memimpin peringatan Hari Santri 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur, hingga menyalurkan berbagai bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Peresmian infrastruktur dipusatkan di Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo, Rabu (21/10). Sejumlah proyek yang diresmikan meliputi perbaikan struktur jalan Desa Kasihan sepanjang 2,25 kilometer, pelebaran jalan Arjosari–Purwantoro hingga perbatasan Jawa Tengah sepanjang 2,175 kilometer, pembangunan Jembatan Kaligoro II di Kecamatan Sudimoro, serta pembangunan talud pada ruas jalan Karanggede–Jatimalang.
Peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng dan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Khofifah. Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji bersama jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, dan kepala organisasi perangkat daerah turut mendampingi kegiatan tersebut. Pada kesempatan yang sama, Pemprov Jatim juga menyerahkan bantuan untuk penanganan kebutuhan air bersih di Kabupaten Pacitan senilai Rp3,8 miliar.
Khofifah mengatakan, pembangunan infrastruktur oleh pemerintah provinsi merupakan upaya melengkapi pekerjaan yang telah dilakukan pemerintah kabupaten maupun kota. Sinergi antarpemerintahan tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Agenda kunjungan berlanjut pada Kamis (22/10) dengan upacara peringatan Hari Santri 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur di Perguruan Islam Pondok Tremas, Kecamatan Arjosari. Upacara dipimpin langsung Gubernur Khofifah dan diikuti ribuan santri, unsur TNI-Polri, serta organisasi kemasyarakatan. Kedatangan gubernur disambut Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas KH Luqman Haris Dimyati bersama para masyayikh.
Dalam amanatnya, Khofifah menegaskan bahwa Hari Santri menjadi pengingat atas peran historis pesantren dalam perjuangan kemerdekaan dan menumbuhkan semangat patriotisme serta cinta tanah air. Menurutnya, perjuangan santri masa kini harus dilanjutkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, inovasi, teknologi informasi, dan pengabdian kepada masyarakat. “Santri yang hebat bukan yang tinggi ilmunya, tapi yang luas manfaatnya,” ujarnya.
Usai upacara, Khofifah melanjutkan agenda melalui kegiatan Sapa Bansos dan Bakti Sosial di halaman Pendopo Kabupaten Pacitan. Kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dan Hari Santri 2026 tersebut mencakup bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta berbagai layanan gratis bagi masyarakat.
Bantuan yang disalurkan meliputi alat dan mesin pertanian, bantuan rombong usaha, zakat produktif, pemberdayaan nelayan, program KIP Jawara, bantuan gizi dan pencegahan stunting, asistensi sosial bagi penyandang disabilitas, bantuan tunai bagi fakir miskin, serta penanganan kemiskinan ekstrem. Dukungan lainnya berupa program Desa Berdaya, bantuan keuangan desa, PKH Plus untuk lansia, bedah rumah, dan program Satu Keluarga Satu Sarjana.
Masyarakat juga memperoleh akses terhadap sejumlah pelayanan, di antaranya khitanan massal, layanan psikososial anak, bazar UMKM, pemeriksaan kesehatan, dan perpustakaan keliling. Dalam rangkaian kegiatan lainnya, Khofifah bersama Bupati Pacitan meninjau proses pencairan bantuan biaya pendidikan bagi murid afirmasi dan penerima program SIKAP di SMKN 2 Pacitan.
Kunjungan kerja tersebut turut menyentuh sektor perumahan dan stabilisasi kebutuhan masyarakat. Khofifah bersama Indrata Nur Bayuaji melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Lingkungan Ngampel, Kelurahan Ploso, serta meninjau pelaksanaan pasar murah di Kantor Kecamatan Pacitan.
Rangkaian agenda selama dua hari itu mencerminkan upaya Pemprov Jawa Timur memperkuat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas perlindungan sosial, dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Bagi Kabupaten Pacitan, dukungan tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui peningkatan akses jalan dan jembatan maupun bantuan di bidang pendidikan, sosial, pertanian, dan perumahan. (Red.)








0 Komentar