PACITAN | lensanasional.com – Kabupaten Pacitan menorehkan prestasi dalam ajang Environmental Health Competition (EHC) 2026 yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Dalam kompetisi tersebut, Pacitan berhasil meraih dua penghargaan juara dan masuk nominasi 10 besar pada kategori lainnya.
Berdasarkan informasi Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, penghargaan yang diraih meliputi Juara II kategori Puskesmas Pelopor Kesling Plus, Juara II kategori SIGAP STBM, serta nominasi 10 besar kategori LINGKAR (Lingkungan Karakter Sehat).
Capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya Kabupaten Pacitan dalam mendorong peningkatan kesehatan lingkungan, penguatan sanitasi, serta keterlibatan masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr. Daru Mustika Aji, menjelaskan bahwa EHC merupakan inovasi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur untuk mendorong terwujudnya wilayah yang bersih dan sehat.
“Kegiatan EHC (Environmental Health Competition) merupakan inovasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dalam rangka mewujudkan wilayah Jawa Timur yang bersih dan sehat. Penghargaan ini ada tiga kategori, yaitu LINGKAR, Puskesmas Pelopor Kesling Plus, dan SIGAP STBM,” jelas Daru melalui pesan WhatsApp. Selasa, (20/10/2026)
Daru menyampaikan, Kabupaten Pacitan berhasil meraih Juara II kategori Puskesmas Pelopor Kesling Plus dan Juara II kategori SIGAP STBM. Sementara itu, untuk kategori LINGKAR, Pacitan berhasil masuk nominasi 10 besar.
Pada kategori SIGAP STBM, Desa Sedayu, Kecamatan Arjosari, menjadi lokus penilaian. Sementara itu, Puskesmas Gondosari berhasil meraih Juara II kategori Puskesmas Pelopor Kesling Plus.
Menurut Daru, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas kesehatan lingkungan di Kabupaten Pacitan. Penghargaan yang diraih bukan sekadar capaian, melainkan juga motivasi untuk terus melakukan pembenahan dan menghadirkan inovasi.
“Harapannya, dengan kegiatan ini Kabupaten Pacitan bisa menjadi kabupaten yang lebih bersih dan lebih sehat. Ke depan, diharapkan Pacitan bisa menjadi jauh lebih baik dan memiliki banyak inovasi dalam mewujudkan Pacitan yang lebih bersih dan lebih sehat,” ungkapnya.
Prestasi tersebut menjadi dorongan bagi jajaran kesehatan untuk terus memperkuat program sanitasi, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mengembangkan inovasi kesehatan lingkungan yang berkelanjutan.
Upaya mewujudkan lingkungan bersih dan sehat membutuhkan kerja bersama, bukan hanya dari pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi juga pemerintah desa serta partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, capaian EHC 2026 diharapkan dapat menjadi pemacu agar praktik sanitasi yang baik semakin meluas di wilayah Pacitan.
Dengan raihan dua gelar juara dan satu nominasi 10 besar, Kabupaten Pacitan memiliki modal untuk terus meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan. Tantangan selanjutnya adalah menjaga keberlanjutan program agar prestasi tersebut berbanding lurus dengan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.
Pacitan diharapkan terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi demi mewujudkan lingkungan yang semakin bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Red.)





0 Komentar