PAD Wisata Pacitan Naik Signifikan, Target Rp11 Miliar Makin Terbuka

Kepala Disparbudpora Pacitan, Munirul Ichwan, mengatakan peningkatan pendapatan terjadi di hampir seluruh destinasi wisata yang dikelola pemerintah daerah. Selasa, (13/10/2026)

PACITAN |lensanasional.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pacitan dari sektor pariwisata mencapai Rp6,672 miliar hingga akhir Juni 2026. Capaian tersebut melampaui 60 persen dari target tahunan sekitar Rp11 miliar sekaligus menjadi realisasi semester pertama tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Pacitan, PAD pariwisata terus meningkat dalam empat tahun terakhir. Pada Juni 2023 tercatat Rp4,013 miliar, naik menjadi Rp4,56 miliar pada 2024, kemudian Rp4,83 miliar pada 2025.

Pada semester pertama 2026, pendapatan melonjak menjadi Rp6,672 miliar atau bertambah sekitar Rp1,84 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan potensi sektor pariwisata sebagai salah satu penopang pendapatan daerah.

Kepala Disparbudpora Pacitan, Munirul Ichwan, mengatakan peningkatan pendapatan terjadi di hampir seluruh destinasi wisata yang dikelola pemerintah daerah. Namun, Pantai Klayar dan Watu Karung masih menjadi penyumbang terbesar.

“Capaian tertinggi ada di Pantai Klayar dan Watu Karung,” ujar Munirul saat ditemui di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Pantai Klayar dikenal dengan panorama batu karang dan fenomena seruling laut, sedangkan Watu Karung menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan, terutama penggemar olahraga selancar. Kedua destinasi tersebut memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Menurut Munirul, peningkatan pendapatan juga didukung promosi yang semakin masif melalui berbagai platform media sosial.

“Upaya kita dengan memasifkan promosi melalui berbagai platform media sosial,” jelasnya.

Promosi digital dinilai penting untuk memperluas jangkauan informasi destinasi dan menarik minat wisatawan. Meningkatnya aktivitas wisata juga berpeluang menggerakkan ekonomi masyarakat, mulai dari pedagang, pelaku UMKM, penyedia transportasi hingga pengelola penginapan.

Dengan realisasi lebih dari 60 persen pada semester pertama, Disparbudpora optimistis target PAD pariwisata sekitar Rp11 miliar pada 2026 dapat tercapai.

“Tahun ini target PAD kita ditetapkan sebesar kurang lebih Rp11 miliar. Insyaallah bisa tercapai,” kata Munirul.

Meski demikian, peningkatan pendapatan perlu diimbangi dengan pembenahan fasilitas, kebersihan, pengelolaan sampah, keamanan, serta pelestarian lingkungan di kawasan wisata. Pengembangan destinasi lain di luar Klayar dan Watu Karung juga penting agar manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih merata.

Pertumbuhan PAD tersebut menjadi modal positif bagi pariwisata Pacitan. Tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas destinasi dan memastikan peningkatan kunjungan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. (Red.)

Posting Komentar

0 Komentar

Terkini