PACITAN | lensanasional.com — Semangat pembinaan olahraga elektronik di Kabupaten Pacitan terus menunjukkan perkembangan. Sebanyak 24 tim pelajar ambil bagian dalam ajang MLBB High School Series Season 3, sebuah kompetisi yang tidak hanya menjadi arena adu kemampuan bermain Mobile Legends: Bang Bang, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter, strategi, kerja sama tim, dan mental kompetitif generasi muda.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Umum E-Sports Indonesia (ESI) Kabupaten Pacitan), Endriana Wahyu Alita, yang hadir bersama Ketua BEM STKIP Inggrid Felisia Putri, jajaran panitia penyelenggara, serta para peserta turnamen.
Dalam sambutannya, Endriana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga MLBB High School Series dapat kembali digelar hingga memasuki Season 3. Ia menilai konsistensi UKM WISE E-Sport STKIP PGRI Pacitan dalam menyelenggarakan kompetisi merupakan bukti nyata adanya semangat mahasiswa untuk ikut membangun ekosistem esports di Pacitan.
“Konsistensi kalian dalam menggelar turnamen hingga mencapai Season ke-3 ini adalah bukti nyata dedikasi dan kecintaan terhadap kemajuan esports di Pacitan. Kalian telah membuktikan bahwa mahasiswa mampu memanajemen acara berskala besar dengan profesional,” ujar Endriana.
Apresiasi juga diberikan kepada STKIP PGRI Pacitan yang telah memberikan ruang dan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Menurut Endriana, keterlibatan institusi pendidikan sangat penting dalam membangun pemahaman bahwa esports bukan sekadar aktivitas bermain gim, melainkan olahraga kompetitif yang membutuhkan kemampuan, kedisiplinan, strategi, komunikasi, dan kerja sama.
“Dukungan dari institusi pendidikan sangatlah krusial untuk mengubah stigma gaming menjadi sebuah prestasi olahraga yang kompetitif,” tegasnya.
Bukan Sekadar Bermain Game
Endriana menegaskan, bagi ESI Kabupaten Pacitan, kompetisi tingkat pelajar seperti MLBB High School Series memiliki posisi strategis dalam proses pembinaan atlet.
Menurutnya, turnamen semacam ini menjadi salah satu pintu untuk menemukan dan mengembangkan bibit-bibit atlet esports potensial yang nantinya dapat membawa nama Pacitan di level yang lebih tinggi.
“Bagi ESI Pacitan, turnamen tingkat pelajar seperti High School Series ini adalah ujung tombak pembinaan. Dari sinilah bibit-bibit atlet esports profesional masa depan Pacitan akan lahir,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa esports memiliki aspek yang jauh lebih luas daripada sekadar kemampuan mengoperasikan gim. Seorang atlet dituntut mampu membaca situasi, menyusun strategi, berkomunikasi dengan rekan satu tim, mengendalikan emosi, mengambil keputusan cepat, sekaligus menjaga mental bertanding.
Karena itu, kompetisi pelajar diharapkan mampu menjadi sarana untuk membentuk atlet yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga karakter dan sikap profesional.
Juara 1 dan 2 Diproyeksikan Mengikuti Latber Porprov
Ajang MLBB High School Series Season 3 juga memiliki arti penting dalam jalur pembinaan atlet esports Pacitan.
Dari kompetisi ini, juara pertama dan juara kedua nantinya akan mendapatkan kesempatan mengikuti latihan bersama (latber) sebagai bagian dari persiapan menuju penyisihan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Kesempatan tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi 24 tim yang bertanding. Persaingan tidak hanya memperebutkan gelar juara turnamen, tetapi juga membuka peluang bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan dan mendapatkan pengalaman menuju kompetisi yang lebih tinggi.
Endriana berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan kompetisi sebagai proses belajar dan pengalaman berharga.
“Bermainlah dengan cerdas, tunjukkan kemampuan terbaik kalian, dan yang paling utama, junjung tinggi sportivitas atau fair play. Menang dan kalah adalah hal biasa, tetapi rasa hormat kepada lawan adalah ciri atlet sejati,” pesannya.
Tetap Berlatih, Jangan Lupa Belajar
Di tengah perkembangan esports yang semakin besar, Endriana juga mengingatkan para peserta untuk tidak meninggalkan kewajiban utama sebagai pelajar.
Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara latihan esports dan pendidikan.
“Tetap berlatih, jangan lupa belajar. Keduanya harus berjalan seimbang. Jadikan esports sebagai jalan untuk berprestasi, tetapi pendidikan tetap menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masa depan,” pesannya kepada para peserta.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa pembinaan esports di tingkat pelajar tidak diarahkan untuk membuat anak meninggalkan pendidikan, melainkan menjadikan esports sebagai wadah positif untuk mengembangkan bakat, disiplin, kreativitas, kemampuan berpikir strategis, serta jiwa kompetitif.
Dengan melibatkan 24 tim pelajar dan memberikan jalur lanjutan bagi juara 1 dan 2 menuju latihan bersama untuk persiapan penyisihan Porprov, MLBB High School Series Season 3 diharapkan menjadi bagian dari proses panjang lahirnya atlet esports berprestasi dari Pacitan.
“Selamat bertanding di MLBB High School Series Season 3. Jadikan panggung ini sebagai batu loncatan untuk mengukir prestasi yang lebih tinggi,” pungkas Endriana.
Kompetisi pun diharapkan tidak berhenti pada perebutan gelar juara, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem esports Pacitan yang sehat, kompetitif, berprestasi, sekaligus tetap menjunjung tinggi pendidikan dan sportivitas. (Red.)






0 Komentar