Festival Ronthek Pacitan 2026 Malam Pertama Meriah, Konsep Panggung Berjalan Sukses Hipnotis Ribuan Penonton


Foto istimewa Wakil Bupati Pacitan Gagarin sumrambah membuka festival Ronthek 2026 di depan Pendopo Kabupaten Pacitan, Jum'at (17/07/2026)

PACITAN | lensanasional.com
– Festival Ronthek Pacitan 2026 resmi dibuka pada Jumat (17/7/2026) malam di kawasan Alun-Alun Pacitan. Mengusung tema "Gema Bambu Pacitan", malam pembukaan berlangsung semarak dengan ribuan masyarakat yang memadati sepanjang rute pertunjukan untuk menyaksikan atraksi seni rontek khas Pacitan.

Pembukaan festival dilakukan oleh Wakil Bupati Pacitan, Gagarin Sumrambah, yang menandai dimulainya salah satu agenda budaya terbesar di Kabupaten Pacitan sekaligus bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Pada malam pertama, penampilan diawali oleh perwakilan SMP sebagai peserta ekshibisi, kemudian dilanjutkan oleh kontingen dari Kecamatan Kebonagung, Tegalombo, Ngadirojo, dan ditutup oleh Kecamatan Pacitan. Masing-masing peserta menampilkan kreativitas seni musik bambu, koreografi, serta aransemen khas yang mendapat apresiasi meriah dari para penonton.

Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya, Festival Ronthek 2026 menghadirkan konsep panggung berjalan (moving stage) di sepanjang Jalan Ahmad Yani dengan panjang kurang lebih 300 meter. Inovasi ini terbukti mampu menciptakan suasana menonton yang lebih nyaman.

Jika pada tahun lalu penonton cenderung menumpuk di beberapa titik penilaian, tahun ini masyarakat terlihat menyebar di sepanjang rute pertunjukan. Kondisi tersebut membuat arus penonton lebih tertata sehingga setiap pengunjung dapat menikmati penampilan peserta tanpa harus berdesakan.

Konsep panggung berjalan yang diterapkan Disparbudpora Pacitan dinilai berhasil menghidupkan kembali esensi rontek sebagai seni pertunjukan yang dinikmati sepanjang perjalanan, sekaligus memberikan pengalaman baru bagi masyarakat maupun wisatawan yang hadir.

Tak hanya menyaksikan parade rontek, ribuan pengunjung juga memadati Pasar Krempyeng yang menghadirkan berbagai produk kuliner dan UMKM lokal. Kehadiran pasar rakyat tersebut memberikan dampak positif terhadap geliat ekonomi masyarakat selama festival berlangsung.

Di sisi lain, Gubuk Rontek yang menjadi ruang edukasi mengenai kekayaan bambu dan sejarah kesenian rontek Pacitan juga ramai dikunjungi. Pengunjung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenal lebih dekat filosofi bambu serta perjalanan rontek sebagai salah satu warisan budaya yang terus dilestarikan.

Antusiasme masyarakat pada malam pembukaan menunjukkan Festival Ronthek Pacitan tidak hanya menjadi hiburan tahunan, tetapi juga menjadi magnet wisata budaya yang mampu menggerakkan sektor ekonomi kreatif, UMKM, serta memperkuat identitas budaya Kabupaten Pacitan.

Festival Ronthek Pacitan 2026 masih akan berlanjut hingga Minggu (19/7/2026) dengan penampilan kontingen dari kecamatan lainnya, sekolah menengah atas dan kejuruan, serta berbagai rangkaian acara pendukung yang diproyeksikan semakin menyemarakkan perhelatan budaya kebanggaan masyarakat Pacitan. (Ans)

Posting Komentar

0 Komentar

Terkini