Aksi cepat ditunjukkan prajurit Yonif TP 934/Satria Buana Yudha saat kebakaran melanda kawasan hutan rakyat di Dusun Nglumbu, Desa Sambong, Kecamatan Pacitan, Selasa (7/7/2026).

PACITAN | lensanasional.com – Aksi cepat ditunjukkan prajurit Yonif TP 934/Satria Buana Yudha saat kebakaran melanda kawasan hutan rakyat di RT 02 RW 02, Dusun Nglumbu, Desa Sambong, Kecamatan Pacitan, Selasa (7/7/2026). Atas perintah langsung Komandan Yonif TP 934/Satria Buana Yudha, Mayor Infanteri Dr. Dian Nur Huda, M.A.P., personel beserta armada pemadam segera diterjunkan untuk membantu proses pemadaman api yang terus meluas akibat cuaca kering dan tiupan angin.

Kebakaran yang menghanguskan sekitar 10 hektare hutan rakyat berisi tanaman produktif milik warga itu pertama kali diketahui sekitar pukul 11.00 WIB. Warga yang melihat kobaran api segera melaporkan kejadian tersebut kepada Babinsa Koramil 0801/01 Pacitan.

Babinsa kemudian melakukan pemantauan di lokasi. Namun sekitar pukul 12.00 WIB, api semakin membesar dan bergerak menuju area yang lebih dekat dengan permukiman sehingga bantuan pemadam kebakaran segera dikerahkan.

Dua unit mobil Damkar Satpol PP Kabupaten Pacitan tiba sekitar pukul 12.30 WIB dan langsung melakukan pemadaman bersama warga. Karena medan yang cukup berat dan luasnya area yang terbakar, operasi pemadaman kemudian diperkuat oleh satu unit armada dari Kodim 0801/Pacitan serta tiga unit kendaraan dari Yonif TP 934/Satria Buana Yudha.

Komandan Yonif TP 934/Satria Buana Yudha, Mayor Infanteri Dr. Dian Nur Huda,  mengatakan begitu menerima informasi adanya kebakaran, dirinya langsung menginstruksikan personel untuk bergerak ke lokasi membantu masyarakat dan seluruh unsur yang sedang melakukan penanganan.

"Begitu kami menerima informasi adanya kebakaran hutan di Desa Sambong, saya langsung memerintahkan prajurit Yonif TP 934/Satria Buana Yudha untuk bergerak cepat menuju lokasi. Ini merupakan bagian dari tugas kami untuk selalu hadir membantu masyarakat dalam setiap kondisi darurat. Alhamdulillah, berkat sinergi TNI, Damkar, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, api berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas ke permukiman warga," ujar Mayor Dian Nur Huda.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan penanganan kebakaran tidak lepas dari kekompakan seluruh unsur di lapangan yang saling bahu-membahu memadamkan api.

Mayor Dian juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih saat musim kemarau yang membuat dedaunan dan semak belukar sangat mudah terbakar.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Hindari pembakaran lahan maupun aktivitas yang dapat memicu percikan api. Mencegah jauh lebih baik daripada harus menghadapi kebakaran yang dampaknya sangat merugikan masyarakat maupun lingkungan," tegasnya.

Sekitar pukul 15.00 WIB, kebakaran akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah dilakukan penyekatan dan pembasahan di sejumlah titik api.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun sekitar 10 hektare hutan rakyat beserta tanaman produktif milik warga dilaporkan hangus terbakar.

Berdasarkan informasi awal di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh ulah oknum yang membuka lahan pertanian dengan cara membakar. Dugaan tersebut masih menunggu penyelidikan lebih lanjut dari aparat berwenang.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan selama musim kemarau. Selain penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan, sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran hutan juga perlu terus ditingkatkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (Ans)