![]() |
| Tim organisasi Pacitan Speleologi Society terus melakukan eksplorasi kawasan karst guna menemukan potensi sumber air bawah tanah. Di Kabupaten Pacitan, Rabu, (20/05/2026) |
PACITAN | lensanasional.com - Ancaman musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino mendorong komunitas pecinta goa di Kabupaten Pacitan untuk bergerak mencari sumber air alternatif bagi masyarakat. Melalui kegiatan penelusuran goa, para anggota yang tergabung dalam organisasi Pacitan Speleologi Society terus melakukan eksplorasi kawasan karst guna menemukan potensi sumber air bawah tanah.
Upaya tersebut bukan sekadar aktivitas petualangan alam, melainkan bagian dari ikhtiar kemanusiaan dalam menghadapi ancaman krisis air bersih yang kerap melanda sejumlah wilayah di Pacitan saat musim kemarau tiba.
Sebelumnya, komunitas ini berhasil membantu pemanfaatan sumber air bawah tanah di kawasan Goa Klepu, Kecamatan Donorojo. Keberadaan sumber air tersebut kini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melanjutkan misi kemanusiaan itu, tim kembali melakukan penelusuran di wilayah Pacitan bagian barat. Beberapa titik yang menjadi lokasi eksplorasi di antaranya Goa Jomblang Sendang serta kawasan perbatasan Dadapan dan Poko, Kecamatan Pringkuku.
Dalam proses penelusuran, tim harus menuruni lorong goa dengan kedalaman mencapai lebih dari 80 meter. Di dalam perut bumi tersebut, mereka menemukan aliran sungai bawah tanah dengan debit air yang cukup besar dan terus mengalir meski kondisi permukaan sedang kering.
Temuan itu memperkuat dugaan bahwa bentang alam karst Pacitan menyimpan cadangan air melimpah yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber air bersih bagi masyarakat, khususnya di wilayah rawan kekeringan.
Salah satu anggota Pacitan Speleologi Society, Bambang Sumarno, mengatakan bahwa keberadaan lorong panjang yang dialiri air sepanjang tahun merupakan fenomena geologi khas kawasan karst.
“Lorong panjang yang berisi air mengalir deras sepanjang tahun merupakan gejala geologi yang unik di wilayah karst yang terkenal kering dan tandus di permukaan,” ujarnya.
Menurutnya, potensi air bawah tanah di kawasan goa perlu dikelola secara tepat agar dapat menjadi solusi jangka panjang menghadapi kekeringan yang hampir setiap tahun melanda sejumlah daerah di Pacitan.
Ia berharap eksplorasi dan pemanfaatan sumber air goa dapat dilakukan secara bijaksana tanpa merusak ekosistem alam bawah tanah yang ada.
“Harapannya bencana kekeringan akan segera teratasi dengan adanya pemanfaatan sumber air goa yang dilakukan secara arif dan bijaksana,” pungkasnya.
Keberadaan komunitas penelusur goa tersebut kini menjadi harapan baru di tengah ancaman krisis air bersih. Selain mengungkap potensi alam bawah tanah Pacitan, kegiatan mereka juga dinilai mampu membuka peluang solusi berkelanjutan bagi kebutuhan air masyarakat di masa mendatang. (**)






0 Komentar