Yonif TP 934/Satria Buana Yudha Luncurkan Program Satria Goes to Village, Sulap Lahan Mati Jadi Produktif untuk Ketahanan Pangan

Komandan Yonif TP 934/Satria Buana Yudha, Mayor Infanteri Dr. Dian Nur Huda, M.P.A., bersama masyarakat menanam bibit sayuran di Dusun Nitikan,, Desa Sukoharjo, Kabupaten Pacitan. Kamis, (02/07/2026)

PACITAN | lensanasional.com – Komitmen TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui berbagai inovasi di tengah masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 934/Satria Buana Yudha melalui program "Satria Goes to Village", yang mengajak masyarakat memanfaatkan lahan tidak produktif menjadi lahan pertanian yang bernilai ekonomi.

Program tersebut mulai dilaksanakan di Dusun Nitikan, Desa Sukoharjo, Kabupaten Pacitan, sebagai lokasi percontohan sebelum nantinya diperluas ke wilayah lain.

Komandan Yonif TP 934/Satria Buana Yudha, Mayor Infanteri Dr. Dian Nur Huda, M.P.A., menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari tugas satuannya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat desa.

"Program ini merupakan program Yonif TP 934/Satria Buana Yudha untuk memperkuat ketahanan pangan. Melalui program Satria Goes to Village, kami turun langsung ke lapangan, bersentuhan dengan masyarakat hingga ke desa-desa," ujarnya. Kamis, (02/07/2026)

Menurutnya, sasaran utama program ini adalah menghidupkan kembali lahan pekarangan maupun lahan tidur yang selama ini tidak dimanfaatkan agar menjadi lahan produktif.

"Seperti lahan yang ada di belakang kami ini, awalnya merupakan lahan pekarangan yang mati atau tidak produktif. Kini kami hidupkan kembali sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat. Di sini sudah ditanam berbagai bibit sayuran seperti sawi dan cabai, kemudian juga dipersiapkan untuk budidaya perikanan, serta ditanami empon-empon atau tanaman obat," jelasnya.

Mayor Dian menegaskan, program tersebut tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat agar mampu mengelola potensi desa secara mandiri dan berkelanjutan.

Ia berharap Dusun Nitikan dapat menjadi model keberhasilan yang nantinya direplikasi ke desa-desa lain di Kabupaten Pacitan.

"Ini menjadi langkah awal atau percontohan terlebih dahulu. Harapan kami, secara bertahap program ini dapat menyentuh masyarakat di desa-desa lainnya. Kami ingin menghidupkan lahan yang mati menjadi lahan yang hidup dan produktif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sesuai tugas satuan teritorial pembangunan," katanya.

Menurutnya, program tersebut juga merupakan implementasi dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengenai pentingnya membangun kemandirian pangan nasional melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa.

"Kami ingin masyarakat bersama TNI mampu mempertahankan ketahanan pangan secara mandiri. Karena itu, Yonif TP 934 bersinergi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, kepala dusun, hingga Forkopimda untuk bersama-sama mewujudkan program ini," imbuhnya.

Hingga saat ini, Yonif TP 934/Satria Buana Yudha bersama masyarakat telah membuka enam titik lahan produktif di Dusun Nitikan. Lahan-lahan tersebut dikerjakan secara gotong royong oleh warga bersama personel Kompi Pertanian Yonif TP 934.

"Alhamdulillah, di Dusun Nitikan ini kami sudah membuka enam titik lahan. Lokasi ini merupakan yang paling luas. Seluruh proses pembukaan lahan dilakukan bersama masyarakat dan anggota Kompi Pertanian Yonif Teritorial Pembangunan," terang Mayor Dian.

Ke depan, program Satria Goes to Village diharapkan menjadi gerakan bersama dalam mengoptimalkan potensi lahan yang selama ini belum dimanfaatkan. Dengan mengedepankan kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu menciptakan ketahanan pangan yang kuat, meningkatkan kesejahteraan warga, sekaligus menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Pacitan. (Ans)

Posting Komentar

0 Komentar

Terkini