![]() |
| Foto Dokumentasi mantan ketua FPPA Danur Suprapto, Yuliardi Sutondo, Agus Wibowo saat bertemu dan berdiskusi. Jum'at, (19/12/2025) |
lensanasional.com | Pacitan – Dinamika internal Forum Pewarta Pacitan (FPPA) kembali mengemuka setelah tiga mantan ketua organisasi tersebut menggelar pertemuan untuk membahas arah dan masa depan FPPA. Pertemuan ini menjadi refleksi penting di tengah meningkatnya jumlah jurnalis di Pacitan yang kini tercatat lebih dari 50 orang terdaftar secara resmi.
Tiga figur yang pernah memimpin FPPA, yakni Yuniardi Sutondo, Danur Suprapto, dan Agus Wibowo, berkumpul pada Jumat (18/12/2025) sekitar pukul 10.30 WIB. Dalam suasana diskusi yang cair namun serius, ketiganya menyoroti sejumlah isu krusial terkait eksistensi dan peran FPPA sebagai organisasi profesi.
Mereka sepakat bahwa FPPA seharusnya menjadi ruang pengembangan sumber daya manusia wartawan, sekaligus penentu arah kebijakan organisasi yang berorientasi pada kemajuan bersama. FPPA dinilai tidak cukup hanya menjadi simbol eksistensi atau ajang pencitraan semata, namun harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi anggotanya.
Sebagai ketua pertama FPPA yang menjabat selama dua periode, Yuniardi Sutondo menilai posisi ketua memiliki daya tarik tersendiri. Menurutnya, meski tidak disertai imbalan materi, jabatan tersebut sarat prestise dan pengaruh.
“Sejak awal, posisi ketua memang selalu diminati karena akses dan perannya yang strategis,” ujar Yuniardi.
Sementara itu, Agus Wibowo, mantan ketua yang dikenal masih memiliki basis kuat di wilayah perkotaan, menekankan bahwa kepemimpinan tidak cukup hanya tampil gemerlap. Dalam pernyataannya, Agus mengingatkan pentingnya tanggung jawab dan orientasi kemajuan organisasi.
“Pemimpin itu bukan sekadar gebyar, tapi juga harus memikirkan tanggung jawab dan kemajuan organisasi,” tegasnya.
Ia juga mengajak para pemilik hak suara menjelang pemilihan ketua FPPA Februari 2026 untuk bersikap rasional dan objektif dalam menentukan pilihan.
Pandangan kritis juga disampaikan Danur Suprapto, yang memimpin FPPA selama dua periode di masa pandemi. Danur menekankan pentingnya menjalankan organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
“Organisasi bukan tempat gaduh, melainkan ruang belajar, pengembangan diri, dan kesejahteraan bersama,” katanya.
Danur turut menyoroti belum optimalnya pemanfaatan balai wartawan yang hingga kini dinilai belum berfungsi maksimal. Ia menilai fasilitas tersebut seharusnya dapat dikembangkan menjadi media center, ruang kegiatan komersial, maupun pusat aktivitas sosial.
“Kantornya besar dan representatif, sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan secara maksimal,” ungkapnya.
Selain itu, Danur juga menyinggung belum terlaksananya agenda rapat tahunan FPPA hingga penghujung tahun 2025. Menurutnya, rapat perencanaan dan laporan akhir tahun merupakan kewajiban organisasi yang seharusnya dijalankan secara konsisten.
“Namun sampai akhir tahun ini, belum terlihat adanya ajakan atau undangan rapat penutup tahun,” pungkasnya.
Pertemuan tiga mantan ketua FPPA tersebut diharapkan menjadi pengingat sekaligus dorongan moral agar roda organisasi berjalan sesuai marwah dan tujuan awal pendiriannya, siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin FPPA ke depan. (Ans)




0 Komentar