![]() |
| AKBP Ayub Diponegoro Azhar, Kapolres Pacitan yang mendapat penugasan baru sebagai Kanit 1 Satresmob Bareskrim Polri setelah memimpin Polres Pacitan selama 1 tahun 7 bulan. |
PACITAN | lensanasional.com – Tongkat estafet kepemimpinan Polres Pacitan segera berganti. AKBP Ayub Diponegoro Azhar yang selama 1 tahun 7 bulan memimpin Polres Pacitan mendapat penugasan baru sebagai Kanit 1 Satresmob Bareskrim Polri. Posisinya akan digantikan AKBP Marzel Doni, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Manokwari Selatan, Polda Papua Barat.
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2467/XI/KEP./2026 tertanggal 2 November 2026. Surat telegram itu memuat rotasi dan mutasi terhadap 264 pejabat di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Bagi AKBP Ayub, penugasan baru ini bukan sekadar perpindahan jabatan. Mutasi tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan pengabdiannya di Kabupaten Pacitan yang dimulai sejak Kamis, 17 April 2025.
Selama bertugas, perwira menengah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2006 itu mengaku mendapatkan pengalaman yang berkesan. Bahkan, ia menyebut suasana kerja di Pacitan terasa seperti berada di rumah sendiri.
“Selama 1 tahun 7 bulan berdinas, saya tidak merasa sedang bertugas di sini, tetapi seperti bekerja di rumah sendiri. Nyaman dan guyub. Padahal sebelumnya, saya bahkan tidak tahu Pacitan itu di mana. Namun, akhirnya Pacitan menjadi kota yang membekas di hati dan kehidupan saya serta keluarga,” ungkap AKBP Ayub, Rabu (4/11/2026).
Kesan tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari karakter masyarakat Pacitan yang ramah, terbuka, dan memiliki semangat kebersamaan. Dukungan berbagai elemen masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas kepolisian, khususnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia menyebut sinergi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forkopimca, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga insan pers telah membantu membangun komunikasi dan kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
“Masyarakatnya guyub, ramah, dan terbuka terhadap berbagai permasalahan. Tempat wisatanya juga luar biasa. Semua elemen, mulai dari Forkopimda, Forkopimca, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga forum media dan wartawan, sangat membantu, mendukung, serta membangun kolaborasi dan sinergi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat, terutama di bidang keamanan dan pelaksanaan tugas kepolisian,” ujarnya.
Bahkan, potensi wisata Pacitan turut meninggalkan kesan tersendiri selama ia menjalankan tugas. Padatnya aktivitas kedinasan seolah terasa lebih ringan karena keindahan alam yang dimiliki daerah berjuluk Kota 70 Miles of Sea tersebut.
“Selama berdinas di Pacitan, waktu 1 tahun 7 bulan terasa begitu cepat. Banyaknya tempat wisata membuat saya merasa seperti bekerja sambil berlibur,” imbuhnya.
Menjelang berakhirnya masa tugas, AKBP Ayub juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama memimpin Polres Pacitan masih terdapat kekurangan maupun pelayanan yang belum sepenuhnya memenuhi harapan publik.
“Mohon maaf apabila selama kami berdinas masih banyak kekurangan dan belum sesuai dengan harapan masyarakat. Namun, semua yang terbaik sudah saya lakukan,” pungkasnya.
Berpengalaman di Bidang Reserse dan Pernah Bertugas di KPK
Di balik perjalanan tugasnya di Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse. Lulusan Akpol 2006 tersebut pernah mengemban tugas di sejumlah wilayah, di antaranya Polres Kuningan, Cirebon, Mojokerto, Gresik, hingga Sidoarjo.
Pengalamannya tidak hanya terbatas di kewilayahan. Ia juga pernah berdinas di Bareskrim Polri serta menjadi penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama kurang lebih enam tahun.
Dengan penugasan barunya sebagai Kanit 1 Satresmob Bareskrim Polri, AKBP Ayub kembali mendapat amanah di tingkat pusat. Sementara itu, AKBP Marzel Doni dipersiapkan melanjutkan kepemimpinan di Polres Pacitan.
Pergantian kepemimpinan ini menjadi babak baru bagi Polres Pacitan. Adapun bagi AKBP Ayub, Pacitan tampaknya bukan sekadar daerah tempat menjalankan tugas kedinasan, melainkan juga menjadi bagian dari perjalanan hidup yang meninggalkan kesan mendalam bagi dirinya dan keluarga. (Red.)





0 Komentar