PACITAN | lensanasional.com – Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TBC). Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan skrining gejala TBC dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi puluhan lanjut usia (lansia) yang digelar di Alun-Alun Pacitan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2026, Bulan Eliminasi Tuberkulosis Indonesia (E-TIBI+), serta Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 yang diperingati secara nasional.
Selain memberikan layanan kesehatan gratis, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya lansia, mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala guna mendeteksi berbagai penyakit sejak dini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, mengatakan bahwa lansia merupakan kelompok usia yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi terhadap berbagai gangguan kesehatan, termasuk TBC.
Menurutnya, melalui pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara rutin, berbagai penyakit yang mendasari kondisi kesehatan lansia dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan medis dapat segera diberikan.
“Pada peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 ini kami ingin memastikan para lansia mendapatkan akses layanan kesehatan yang mudah dan gratis. Salah satu fokus pemeriksaan adalah mendeteksi gejala TBC sejak dini agar apabila ditemukan kasus, dapat segera ditangani,” ujarnya. Rabu (10/6/2026).
Ia menjelaskan, usia lanjut umumnya mengalami penurunan daya tahan tubuh sehingga risiko terserang berbagai penyakit meningkat. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas hidup para lansia.
Daru menambahkan, pelaksanaan skrining TBC dan cek kesehatan tidak hanya dipusatkan di Alun-Alun Pacitan, tetapi juga dilakukan secara serentak melalui seluruh puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Pacitan.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pacitan, Efi Suraningsih Indrata Nur Bayuaji, memberikan apresiasi atas berbagai kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati HLUN tahun ini. Selain pemeriksaan kesehatan gratis, para lansia juga diajak mengikuti senam bersama dan berbagai kegiatan sosial yang bertujuan menjaga kebugaran fisik maupun kesehatan mental.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena para lansia tidak hanya mendapatkan layanan kesehatan, tetapi juga diajak tetap aktif bergerak melalui senam bersama. Dengan begitu kesehatan mereka bisa lebih terjaga dan berbagai penyakit dapat diketahui lebih awal,” katanya.
Efi menegaskan bahwa deteksi dini TBC memiliki peran penting dalam menekan angka penularan penyakit, terutama kepada kelompok masyarakat yang rentan seperti lansia dan anak-anak.
Menurutnya, semakin cepat kasus ditemukan maka semakin besar peluang keberhasilan pengobatan sekaligus mencegah penyebaran penyakit kepada orang lain.
Dalam kesempatan tersebut, suasana haru juga mewarnai kegiatan ketika Efi membacakan puisi yang dipersembahkan khusus bagi para lansia. Ia mengaku teringat sosok nenek yang tidak pernah sempat ditemuinya karena telah meninggal dunia sebelum dirinya lahir.
“Saya sangat terharu ketika membacakan puisi tadi. Saya tidak pernah bertemu dengan nenek saya karena beliau sudah meninggal sebelum saya lahir,” ungkapnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk senantiasa mensyukuri keberadaan orang tua, kakek, maupun nenek yang masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga.
“Memiliki kesempatan berkumpul dengan orang tua maupun kakek-nenek yang masih sehat adalah anugerah yang luar biasa dan patut disyukuri,” tuturnya.
Pada kesempatan berbeda, Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pacitan, Irpan Dwi Sandjojo, turut mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan berbagai penyakit menular.
Ia menjelaskan bahwa lingkungan yang kurang bersih berpotensi menjadi sumber penyebaran penyakit, terlebih di lingkungan hunian bersama seperti rumah tahanan.
“Menjaga kebersihan kamar hunian maupun lingkungan sekitar merupakan bentuk pencegahan paling sederhana namun sangat efektif untuk mengurangi risiko munculnya berbagai penyakit,” ujarnya.
Irpan menambahkan, sejumlah faktor lingkungan yang berpotensi memicu penyebaran penyakit antara lain penumpukan sampah, saluran air yang tidak terawat, genangan air, hingga area yang menjadi tempat berkembang biaknya tikus dan sumber penyakit lainnya.
Karena itu, budaya hidup bersih dan sehat harus terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari guna menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan terbebas dari ancaman penyakit menular.
Melalui kegiatan skrining TBC, cek kesehatan gratis, serta edukasi kesehatan lingkungan, Pemerintah Kabupaten Pacitan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit dan pola hidup sehat semakin meningkat, sehingga kualitas kesehatan masyarakat, khususnya lansia, dapat terus terjaga. (Ans)










0 Komentar