PACITAN | Lensanasional.com – Pemerintah Kabupaten Pacitan resmi meluncurkan program Sekolah Sak Ngajine (SSN) yang mengintegrasikan pembelajaran Madrasah Diniyah (Madin) ke dalam kegiatan belajar di sekolah formal. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat pendidikan keagamaan bagi para siswa di Pacitan.
Peluncuran program berlangsung di Pendopo Kabupaten Pacitan, Selasa (10/3/2026), dan dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Quran melalui kegiatan khataman Al-Qur’an 30 juz yang melibatkan ratusan siswa-siswi dari berbagai sekolah formal di Pacitan.
Penasehat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah Provinsi Jawa Timur, K.H. Luqman Harist Dimyati (Gus Luqman) menjelaskan bahwa program Sekolah Sak Ngajine merupakan bentuk implementasi dari Undang-Undang Pesantren yang menekankan pentingnya penguatan pendidikan agama di tengah masyarakat.
“Sekolah Sak Ngajine ini adalah bentuk wujud pengamalan dari Undang-Undang Pesantren,” ujar Gus Luqman saat memberikan sambutan.
Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas tersebut menegaskan bahwa program ini sangat penting karena selaras dengan fitrah dasar umat Islam. Menurutnya, masih banyak umat Islam yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, padahal kitab suci tersebut merupakan sumber utama ilmu pengetahuan dan pedoman hidup.
Melalui program SSN, para siswa di sekolah formal tidak hanya mendapatkan pelajaran umum, tetapi juga pembelajaran keagamaan seperti membaca Al-Qur’an, fiqih, serta materi diniyah lainnya yang biasanya diajarkan di Madrasah Diniyah.
“Program ini sangat penting karena masih banyak umat Islam yang belum bisa membaca kitab sucinya. Padahal Al-Qur’an adalah firman Allah yang menjadi sumber semua ilmu di dunia,” jelasnya.
Gus Luqman juga menyebut bahwa program Sekolah Sak Ngajine berpotensi menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia karena konsep integrasi pendidikan diniyah dengan sekolah formal seperti ini baru diterapkan di Kabupaten Pacitan.
“SSN ini bisa menjadi pilot project karena program seperti ini baru ada di Pacitan,” tambahnya.
Kegiatan peluncuran program tersebut turut dihadiri Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, serta pimpinan perangkat daerah dan instansi vertikal.
Dengan hadirnya program Sekolah Sak Ngajine, Pemerintah Kabupaten Pacitan berharap generasi muda tidak hanya unggul dalam pendidikan formal, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang kuat serta mampu membaca dan memahami Al-Qur’an dengan baik.
Program ini sekaligus menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat karakter religius pelajar sekaligus menjaga nilai-nilai keislaman di tengah perkembangan zaman. (Ans)





0 Komentar