Waspada Leptospirosis, Dinkes Pacitan Edukasi Masyarakat Lewat Media Sosial


PACITAN | lensanasional.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan melalui akun Instagram resminya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Leptospirosis yang berpotensi meningkat di tengah kondisi lingkungan lembap dan genangan air.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr. Daru Mustiko Aji, menjelaskan bahwa leptospirosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri ini umumnya menyebar melalui urin hewan, terutama tikus, anjing, serta hewan ternak lainnya.


“Penularan dapat terjadi ketika bakteri masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka pada kulit maupun melalui selaput lendir seperti mata, hidung, dan mulut,” jelasnya dalam unggahan edukasi tersebut.


Lebih lanjut disampaikan, masyarakat perlu mengenali gejala awal leptospirosis agar dapat segera mendapatkan penanganan medis. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi disertai menggigil, sakit kepala, nyeri otot terutama pada bagian betis, hingga keluhan tenggorokan dan batuk kering. Selain itu, penderita juga dapat mengalami mata merah, kulit menguning, mual, muntah, serta diare.


Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius seperti gagal ginjal akut, kerusakan hati, meningitis, hingga pendarahan pada paru-paru yang berisiko menyebabkan kematian.


Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Pacitan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan diri dan lingkungan. Beberapa upaya yang dapat dilakukan di antaranya menutup luka dengan perban atau plester, menggunakan alas kaki tertutup saat beraktivitas di luar rumah, serta menghindari kontak langsung dengan genangan air atau banjir.


Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu menjaga kebersihan tubuh setelah beraktivitas, serta memastikan makanan dan minuman tersimpan dalam wadah tertutup guna mencegah kontaminasi.

“Segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami gejala yang mengarah pada leptospirosis. Penanganan cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat,” tegas dr. Daru.


Melalui edukasi digital Instagram, Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya leptospirosis semakin meningkat, sehingga dapat menekan angka kasus serta melindungi kesehatan keluarga dan lingkungan. (Ans) 

Posting Komentar

0 Komentar

Terkini