![]() |
| Tonny Setyo Nugroho, Kabid Penyehatan Lingkungan dan Air Minum (PLAM) Dinas PUPR Pacitan. Matangkan Validasi dan akurasi data guna Mengatasi kendala air bersih dan kekeringan di Kabupaten Pacitan |
PACITAN | lensanasional.com – Persoalan air bersih hingga kebutuhan jalan desa kini mulai diarahkan masuk dalam layanan Posyandu. Dinas PUPR Kabupaten Pacitan bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) tengah menyiapkan formulasi pelayanan bidang pekerjaan umum sebagai bagian dari implementasi Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu, yang memperluas cakupan Posyandu ke enam bidang, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
Tonny Setyo Nugroho, Kabid Penyehatan Lingkungan dan Air Minum (PLAM) Dinas PUPR Pacitan, mengatakan koordinasi dengan Dinas PMD telah dilakukan untuk merumuskan bentuk layanan yang dapat diterapkan di tingkat desa.
“Kami dan teman-teman PMD sedang menyusun formulasi dan format baku standar pelayanan di bidang pekerjaan umum untuk mendukung program Posyandu ini,” ujar Tonny saat dikonfirmasi di Dinas PMD, Kamis (1/10/2026).
Layanan bidang pekerjaan umum tersebut mencakup edukasi pemenuhan kebutuhan air bersih, pengelolaan limbah domestik dan sampah, identifikasi serta pemeliharaan embung air baku, jaringan air pedesaan, rehabilitasi sumur air tanah untuk air baku, hingga identifikasi kebutuhan pembangunan jalan desa.
Bagi PUPR, sistem ini juga menjadi peluang memperbaiki basis data wilayah rawan kekeringan yang selama ini menjadi salah satu kendala dalam menentukan penanganan.
“Selama ini yang menjadi kendala di kami dalam penanganan air bersih, khususnya kekeringan, adalah masalah validasi dan akurasi data,” jelasnya.
Melalui titik-titik pelayanan Posyandu di desa, data lokasi yang setiap tahun mengalami kekeringan diharapkan dapat dihimpun secara lebih akurat. Selanjutnya, kebutuhan tersebut dapat dipetakan untuk menentukan penanganan yang bersifat permanen dan terukur.
“Harapan kami data-data lokasi yang setiap tahun mengalami kekeringan dapat kita inventarisir dan kita kelompokkan penanganannya secara permanen,” imbuh Tonny.
Saat ini, PUPR dan PMD masih menyusun format layanan tersebut. Tonny menargetkan formulasi bidang pekerjaan umum dapat rampung dalam waktu sekitar satu bulan, sehingga pelaksanaan Posyandu enam SPM di Pacitan dapat segera berjalan optimal. (Red.)





0 Komentar