Waspada “Godzilla El Nino”, Dinkes Pacitan Imbau Masyarakat Terapkan PHBS dan Jaga Kesehatan di Tengah Cuaca Ekstrem


PACITAN | lensanasional.com  – Fenomena El Nino dengan intensitas kuat atau yang kerap disebut “Godzilla El Nino” berpotensi membawa dampak serius bagi kehidupan masyarakat, terutama di sektor kesehatan dan ketersediaan air bersih. Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya suhu udara secara ekstrem, kekeringan panjang, serta risiko krisis air di berbagai wilayah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr. Daru Mustiko Aji mengingatkan bahwa ketiga dampak tersebut harus diantisipasi sejak dini agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih luas. Menurutnya, perubahan iklim ekstrem seperti ini bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.

“Suhu yang sangat panas, kekeringan berkepanjangan, dan terbatasnya air bersih menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, masyarakat harus lebih disiplin menjaga kesehatan diri dan lingkungan,” ujarnya. Kamis, (02/04/2026)

Di tengah kondisi krisis air, masyarakat tetap diimbau untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Penggunaan air harus dilakukan secara bijak, namun tetap mengutamakan kebersihan diri seperti mandi, mencuci tangan, serta menjaga sanitasi lingkungan.

Selain itu, masyarakat juga diminta memastikan sumber air yang digunakan aman dan bersih. Jika kualitas air diragukan, pengolahan sederhana skala rumah tangga dapat dilakukan, salah satunya dengan penggunaan chlorin sesuai takaran, guna mencegah penyakit yang ditularkan melalui air.

Tak hanya itu, suhu udara yang tinggi juga berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan. Oleh karena itu, langkah pencegahan menjadi hal yang sangat penting. Masyarakat dianjurkan untuk menjaga kecukupan cairan tubuh dengan rutin minum air putih sepanjang hari, bahkan sebelum merasa haus.

Pemilihan pakaian juga berpengaruh terhadap kondisi tubuh. Disarankan menggunakan pakaian longgar, berwarna terang, dan berbahan katun agar tubuh tetap sejuk. Sebaliknya, pakaian gelap dan ketat sebaiknya dihindari karena dapat menyerap dan memerangkap panas.

Aktivitas di luar ruangan pun perlu dibatasi, terutama saat siang hari ketika suhu sedang tinggi. Jika terpaksa beraktivitas di luar, sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Penggunaan pelindung seperti topi atau payung juga dianjurkan untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari.

Lebih lanjut, masyarakat diminta untuk mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan akibat panas, seperti kelelahan panas (heat exhaustion) yang ditandai dengan pusing, mual, lemas, dan keringat berlebih. Kondisi yang lebih serius adalah sengatan panas (heatstroke), dengan gejala suhu tubuh tinggi, kebingungan, kejang, hingga penurunan kesadaran. Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat diminta segera mencari pertolongan medis.

Dinas Kesehatan Pacitan menegaskan bahwa cuaca panas ekstrem memang tidak bisa dihindari, namun dampaknya dapat diminimalkan dengan kesiapsiagaan dan pola hidup yang tepat.

“Dengan langkah pencegahan yang sederhana namun konsisten, masyarakat tetap bisa sehat dan beraktivitas dengan aman meskipun berada di tengah ancaman El Nino,” pungkasnya. (Ans)

Posting Komentar

0 Komentar

Terkini