PKL di Depan Gedung Gasibu Ditertibkan, Trotoar Kembali untuk Pejalan Kaki

Ditertibkan, Aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggunakan bahu trotoar di depan Gedung Gasibu, Rabu (7/10/2026)

PACITAN | lensanasional.com – Aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggunakan bahu trotoar di depan Gedung Gasibu, Rabu (7/10/2026), ditertibkan petugas. Penataan dilakukan sebagai tindak lanjut atas pengaduan masyarakat yang menilai keberadaan lapak PKL mengganggu ketertiban sekaligus menghambat akses pejalan kaki.

Penertiban dilakukan secara persuasif oleh tim yang dipimpin Widiyanto, S.Sos., MM. selaku koordinator lapangan (korlap), bersama Sugeng H., S.Pd., Arif Agung dan M. Arifin.

Petugas mengarahkan para pedagang untuk memindahkan tempat jualan dari area bahu trotoar ke bagian dalam halaman Gedung Gasibu. Langkah tersebut terutama untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang aman bagi pejalan kaki.

"Penataan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat. Yang kami utamakan adalah ketertiban dan keselamatan pejalan kaki, terutama siswa-siswi dan wali murid yang melintas di kawasan ini," ujar Widiyanto.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tidak semata-mata berupa penertiban, tetapi juga dialog dengan para pedagang agar persoalan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan konflik.

"Awalnya memang ada pedagang yang keberatan. Namun setelah kami berikan pemahaman secara humanis, mereka akhirnya bersedia bergeser ke halaman Gedung Gasibu," jelasnya.

Dari hasil penataan, kondisi di depan Gedung Gasibu kini terpantau aman dan kondusif. Area trotoar yang sebelumnya digunakan untuk aktivitas berjualan telah kembali bersih sehingga dapat dimanfaatkan pejalan kaki.

Dalam dialog tersebut, para pedagang juga menyampaikan sejumlah aspirasi. Mereka berharap masih diberikan ruang untuk berjualan di posisi semula setelah jam operasional sekolah berakhir. Pedagang juga meminta kebijakan apabila halaman Gedung Gasibu sewaktu-waktu digunakan untuk kegiatan sehingga tidak dapat menampung aktivitas mereka.

Menanggapi aspirasi tersebut, Widiyanto menegaskan bahwa seluruh masukan pedagang akan menjadi bahan pertimbangan, namun penataan tetap harus memperhatikan fungsi fasilitas umum dan kepentingan masyarakat.

"Kami memahami pedagang juga mencari nafkah. Karena itu pendekatannya kami lakukan secara persuasif. Tetapi fungsi trotoar tetap harus dikembalikan untuk pejalan kaki dan jangan sampai aktivitas jualan justru membahayakan pengguna jalan," tegasnya.

Petugas selanjutnya akan melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan hasil penataan tetap berjalan dan tidak terjadi kembali penggunaan trotoar sebagai tempat berjualan.

Penertiban ini sekaligus menjadi upaya menjaga kawasan depan Gedung Gasibu tetap tertib, aman dan nyaman, khususnya pada jam-jam aktivitas sekolah yang dipadati siswa maupun wali murid. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar

Terkini