Monday, December 9

Ajak Generasi Bawa Perubahan, Dema FDIK UIN Mataram Gelar Workshop Kebangsaan


Foto : Hendra Gunawan, Ketua DEMA FDIK UIN Ma Mataram taram saat sambutan diacara worshop kebangsaan (lensanasional.com/wldn).


Mataram, (lensanasional.com) - Dewan Ekskutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, mengelar Workshop Kebaangsaan dengan tema “Mahasiswa sebagai agen of change dan angen of control”.kegiatan tersebut bertempat di Aula Koprasi UMKM NTB, Sabtu (07/12/19).

Dalam acara tersebut hadir ratusan mahasiswa se-UIN Mataram,hadir pula Sekretaris Jendral DEMA UIN Mataram Irfan Kilat, nampak hadir sebagai narasumber Bapak Nur Rahmat selaku Kabid P2M BNN NTB dan Drs. Susilo Rahayu Irianto selaku Direkintelkam Polda NTB.

Ketua Dema FDIK UIN Mataram Hendra Gunawan dalam sambutannya mengungkapkan, Mahasiswa, sebuah gelar baru yang hingga kini “dibanggakan”oleh sebagian besar masyarakat.namun tidak tau poksi mereka yang dikatakan mahasiswa itu sendiri."ungkapnya.

"Hingga dikesempatan ini Saya mengajak para generasi harapan bangsa yang kelak mampu membawa perubahan bagi negara Indonesia untuk bisa bersaing dengan negara-negara di dunia."tambah pria kelahiran dompu itu.

Sementara itu Sekjen Dema UIN Mataram ,Irfan Kilat menerangkan," bahwa mahasiswa saat ini kebanyakan sudah dibeludaki oleh gadget, sehingga tidak mengetahui fungsi akan dirinya sebagai mahasiswa."terangnya.

Lebih lanjut, Irfan menambahkan," Mahasiswa konon adalah para generasi harapan yang kelak mampu membawa perubahan bagi masyarakat,agama nusa dan bangsa. Sebutan itu hendaknya bisa menjadi cambuk bagi mahasiswa itu sendiri yang dipandang sebagaiAgent of change– agen perubahan."tutupnya pria yang akrab disapa "Kilat" itu.

Selanjutnya acara tersebut ditutup dan beralih ke acara diskusi yang di moderatori oleh Nurul Fajri.

Kabid P2M BNN NTB, Nur Rahmat memaparkan," Sekian persen dari mahasiwa beberapa tahun belakangan ini sudah kehilangan jati dirinya sebagai mahasiswa sejati. Mahasiswa bangga akan gelarnya namun lupa akan tanggung jawabnya,"Ujarnya.

"Rintangan mahasiswa belakangan ini, karena pengaruh zaman, dari sekian persen wajib tidak sunah mengkonsumsi narkoba apa lagi anak yang notabenenya dari pelosok baru masuk kota akan dengan mudah terpengaruh hal tersebut. Jadi jika teman-teman mahasiswa ingin selamat, jauhi narkoba dan dekatkan diri pada sang maha kuasa." imbuhnya.

Ditempat yang sama Drs.Susilo Rahayu Irianto, Direkintelkam Polda NTB," Ketika mahasiswa diming-iming beasiswa yang memang menggiurkan, dengan antusias para hamba ilmu yang numpang belajar di perguruan tinggi itu akan hanya melaksanakan tanggung jawab akademis saja sekedar untuk mendapatkan IP yang tinggi."pungkasnya.

"Mahasiswa berperan sebagai transportasi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka. Beban dan tanggung jawab menjadi mahasiswa sangatlah besar. Mahasiswa harus berani menyampaikan kebenaran tanpa menutupi kebohongan, selalu meneriakkan keadilan, sehingga semua harapan rakyat dan juga janji manis para politisi yang selalu berkoar dengan dalih demi kesejahteraan atas nama rakyat bisa terealisasikan, bukan hanya sekedar omong kosong belaka."tutup Direkintelkam.

Foto : Pemberian hadiah kepada pemenang lomba desain foster,menulis essay dan video plog.

Dipengujung acara pemberian cindra mata keoada para narasumber dan pemberian hadiah kepada pemenang lomba desain foster, video plog dan menulis essay. (wldn).


EmoticonEmoticon