Friday, December 20

Desa Wisata Setanggor Diterjang Angin Puting Beliung, Beberapa Rumah Warga Runtuh

Foto : beberapa rumah warga hancur diterjang angin puting beliung di Deda Setanggor, Praya Barat (lensanasional.com/wldn).

Lombok Tengah, Lensanasional.com-Menjelang Tahun Baru Desa Setanggor salah satu Desa di Kecamatan Praya Barat yang terkenal menjadi Desa Wisata diterjang hujan lebat8 di sertai angin puting beliung Kamis, (19/12/19).

Menurut salah satu warga Inaq.Puni janda berusia 50 tahun menerangkan," saya kaget sehabis pulang dari sawahnya melihat kondisi rumahnya yang sudah rusak akibat angin yang mengguncang atap rumah."terangnya saat ditemui media.

Inaq. Punis berharap kepada Pemerintah setempat agar segera mendatangi rumahnya dan ngencari bantuan untuk memperbaiki rumahnya yang rusak ini."harapnya.

Sementara itu Kepala Desa Setanggor H.Kamarudin," Hujan turun sekitar jam 16:00 di sertai angin kencang dan petir, yang menyeramkan. Selang beberapa menit kemudian mendapat laporan dari warga ada rumah yang hambruk."ujarnya.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut, namun sekitar 30 rumah yang ada di Desa Setanggor yang rusak, ada yang rusak berat dan sedang, kami berharap pemerintah memberi bantuan kepada warga kami ini,"tandasnya.


H.Kamarudin juga menginstruksikan kepada semua Kepala Dusun untuk menghadiri rapat internal terkait kejadian yang menimpa Desanya, Rapat malam ini akan berlangsung di Kantor Desa Setanggor pada jam.20.09 Wita.(wldn).

Thursday, December 19

Baru di Lantik, Iswandi di Minta Lepas Jabatan


Mataram, Lensa Nasional | Gonjang-ganjing calon Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akhirnya berakhir. Gubernur Dr. Zulkifliemansyah secara resmi melantik H. Lalu Gita Aryadi menjadi Sekda di Gedung Sangkareang Kantor Gurbernur NTB, Kamis (19/12/2019).

Penetapan dan pelantikan H. Lalu Gita Aryadi dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor : 171/TPA/2019.

Gubernur Zulkieflimansyah pada pelantikan Sekda tersebut menegaskan, dilantiknya H. Lalu Gita Aryadi sebagai Sekda di daerah itu, bukan berarti atas pilihan dan keinginan Gubernur dan Wakil Gurbernur, melainkan pilihan Presiden.

“Kami yakin sosok H. Lalu Gita mampu memimpin jajaran birokrasi di NTB,” kata Gubernur Zulkifliemansyah.

Pasca dilantik selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (19/12), jabatan Drs. H. Lalu Gita Aryadi, M.Si. sebagai Komisaris PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menunggu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Demikian dikatakan Gubernur NTB H. Zulkieflimansah usai acara pelantikan di Gedung Sangkareang Komplek Kantor Gubernur NTB.

“Nanti kan ada rapat RUPS yang akan menentukan, apakah tetap sebagai komisaris atau tidak,” ucap Gubernur.

Namun demikian, Gubernur yang akrab dengan sapaan Dr. Zul itu juga mengingkapkan, pihaknya tidak mempermasalahkan bila nantinya Gita Aryadi tetap menjabat Komisaris PT. ITDC.

Kepada media Gubernur juga menyampaian kalau dirinya juga akan mengusulkan, jabatan Direktur ITDC dipegang putra daerah.

“Nanti juga kita usulkan ada direktur (dari putra daerah, red). Cluster UMKM kita kan tinggi, nah bila teman-teman wartawan ada yang mempunyai ide bagus, untuk kemajuan ekonomi dan UMKM, bisa kita usulkan menjadi direktur nanti,” selorohnya.

Sementara terkait posisi Gita Aryadi pada Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) NTB, Gubernur NTB mengatakan akan digantikan Pelaksana Tugas (Plt).

“Nanti akan digantikan Plt sampai ditunjuk pejabat yang baru,” ucap Dr. Zul.

Sementara itu, Kusuma Wardana ketua RUDAL NTB mengakatan agar Lalu Gita melepas jabatan di ITDC, Ia menyarankan agar memilih salah satu jabatan. "Jadi sekali lagi kami tegaskan kepada bapak sekda supaya melepas jabatanya sebagai Komisaris dan gubernur juga jangan karna sekda baru tadi dilantik terus masih memberi ruang untuk merangkap jabatan gitu, kami mau lihat dalam jangka waktu dekat ini bapak sekda kita ini harus lepas salah satu dari jabatannya, kalo sayang jabatan komisaris silahkan lepas jabatan sekda, kalo sayang jabatan sekda maka lepas jabatan komisaris simpel kan, hal ini lah yang kami inginkan dari sikap seorang sekda untuk bekerja sepenuh hati, bukan setengah-setengah" Ungkap pria yang akrab di panggil Dode Aktivis Prodem.




PMII Bali-Nusra Khawatir ada Kepala Dinas Pakai Narkoba

Aziz Muslim (kiri) saat sambutan diacara Dialog Publik. (LF/Ist.) 

Mataram, Lensa Nasional | Narkoba merupakan barang yang sangat berbahaya di kalangan masyarakat, jika sampai kecanduan akan berakibat fatal bagi kesehatan. Nusa Tenggara Barat merupakan Provinsi darurat narkoba, telah di lakukan OTT terhadap pengedar di beberapa kabupaten kota di NTB.

Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Bali-Nusra menggelar diskusi publik setelah melakukan kampanye lawan narkoba. diskusi tersebut digelar di Aula UMKM provinsi NTB. Kamis, (19/12/12).

Dengan mengangkat tema, “Ancaman Bahaya Narkoba Bersama Perangi Narkoba Untuk Masa Depan
Generasi Bangsa Kota Mataram”
sukses dilaksanakan dihadiri puluhan aktivis.

Ketua PKC PMII Bali Nusra, Aziz Muslim
menyampaikan  PMII sedang fokus di Mataram. menurutnya penyebaran narkoba mulainya dari kota dan menjalar ke kampung-kampung. "saya focus di kota mataram, karena salah satu kota provinsi yang ada di NTB maka yang memulai adalah di kota soal penyebarannya, tidak mungkin lewat perkampungan. Dulu 2016 pernah bersama BNN mengadakan jalan sehat dan konvoi bahaya narkoba, kalok gak salah waktu itu 12 persen, di 2019 sudah sekritar 16 persen terkena narkoba di NTB," Ungkap Pria alumni UIN Mataram ini.

"kemarin kami sudah menyebarkan fanlet di beberapa totik premoatabn di kota mataram, di dompu dan di bima misalkan, itu sudah melaukan pencampuran dalam mebuat obat obatan dengan distro. Maka saya berharap diskusi ini tidak hanya monoton, pemerintah dan pihak yang bewajib juga harus lebih intesn melakukan pemberantasan narkoba ini."  lanjutnya.

PMII Bali-Nusra menekankan agar Legislatif dan Eksekutif bekerjasama untuk melakukan pemberantasan dan membuat skema pemberantasan. "Baik legislative ataupun eksekutif harus sama membuat skema dan usaha yang baik untuk melakukan pemberantasan soal ini. Banyak kejadin yang sudah terjadi, tidak hanya di kalangan mashsiwa ataupun anak muda, di Lombok tengah misalkan salah satu kepala dinas yang diketahuai mengkonsumsi narkoba. Maka ini pentinga untuk diintensifkan, harus melibatkan mahasiswa ataupun siswa dalam melakukan sosioalasia kepada seluruh lapisan masyarakat," tandas Aziz.

Tuesday, December 17

Ini cara PMII Perangi Narkoba di NTB


Mataram, Lombok Fokus | Narkoba merupakan momok yang menakutkan bagi seluruh bangsa di dunia. Hal ini disebabkan karena bahaya yang ditimbulkan dari narkoba yang merusak masyarakat khususnya generasi muda bangsa, oleh karena itu seluruh dunia menyatakan perang dengan narkoba tidak terkecuali di indonesia.

Dari segi manapun narkoba tetaplah berbahaya bahkan dalam kacamata agama Islampun narkoba ini dilarang keras, bahkan pelaku, pemakai, dan pengedarnya di ancam dengan siksa yang pedih di akhirat kelak, mengingat bahwa ia bagian dari barang yang memabukkan dimana dalam ajaran islam semua yang memabukkan sedikit atau banyak hukumnya tetap haram.

Peredaran narkoba saat ini sudah sangat memperihatinkan dan sistematis, modus yang digunakan oleh para oknum dalam mengedarkan barang ini dilakukan dengan cara yang tak terduga seperti menyimpan di rumah masyarakat, dalam tubuh, barang dagangan bahkan melalui anak-anak sekolah yang sudah menjadi korban narkoba. Hal ini sangat mudah dilakukan karena mereka sudah didukung oleh jaringan yang luas.

Sebagai bentuk perhatian mahasiswa terhadap bahaya narkoba PKC PMII NTB akan menggelar dialog Publik tentang ancaman bahaya narkoba di kota mataram. Kegiatan yang akan dilaksanakan pada hari kamis, 19 Desember 2019 di mataram tersebut diawali dengan kegiatan kampanye secara langsung kepada masyarakat melalui pemasangan spanduk dan penyebaran pamflet kepada segenap lapisan masyarakat.

Ketua PKC PMII NTB, Aziz muslim mengatakan bahwa “ PMII menolak narkoba dan meminta kepada semua stakeholder untuk bersama-sama memerangi peredaran narkoba, karena sangat merusak generasi bangsa," ungkapnya.

Setelah penyebaran pamflet dan spanduk tersebut kemudian akan dilakukan dialog publik untuk membangun komitmen bersama dalam memecahkan masalah narkoba di NTB. Hadir dalam kegiatan tersebut nantinya adalah dari BNN Provinsi, Kapolda, Akademisi dan Kaum Alim Ulama serta peserta dari kalangan pemuda/mahasiswa di NTB.

Monday, December 16

Ini Agenda PMII Jelang Natal.


Mataram, Konflik sara dan berbau agama sering kali terjadi ketika menyambut hari Natal. Banyak narasi-narasi provokatif di lempar dan diviralkan di media sosial.

Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Bali-Nusra mengadakan diskusi publik dengan tema " Kewaspadaan dan Antisipasi kerawanan konflik bernuansa sara jelang perayaan hari Natal dan tahun baru 2020 di NTB" di TnT Caffe Jln Sriwijaya Kekalek Mataram. Selasa, (17/12/19).


Ketua PKC PMII Bali Nusra
Aziz Muslim menyampaikan persoalan sara sangat penting untuk dijaga. "pertama soal kita ini adalah pluralisme yang diamana kita harus sadar bahwa persoalan sara ini sangat penting kita jaga karnna kita sadar sendiri sangat banyak perbedaan kepada kita dan ini merupakan anugrah yang harus kita syukuri dan jaga bersama. Persoalan yang ada di bangsa kita saat ini khususunya soal sara masih terjadi, maka kita harus bersama untuk menjaga ini biar tidak sampai ke NTB pada umumnya kita jaga Bangsa ini terjaga dengan baik wabil khsusu kita yang menjadi mahasiswa yang memang tugas kita adalah demikian." ungkap Aziz Muslim dalam sambutannya.

Dr. Jumarim Akdemisi UIN Mataram saat menyampaikan materi didepan puluhan peserta diskusi publik mengatakan bahwa NTB tidak pernah terjadi konfik Isu sara.  "Alhamdulillah kita pagi ini ikut serta mengambil bagian dalam menjaga keteriban di daerah kita, karna kota sadar bahwa biasanya terjadi di akhir tahun ini banyak yang terjadi konflik konflik di akhir tahun. Sejauh ini saya tidak pernah melihat dan menemukan isu sara yang parah terjadi di NTB yang mengakibatkan konflik-konflik sosial, kecuali dulu pada tahun 2001 namun itu menjadi isu nasional dan tidak berdampak kepada masyarakat luas. Namun ini penting juga untuk kita jaga soal sara ini untuk menjaga dan merawat ketertiban di daerah kita ini. Kita mungkin mulai mengenal waktu dengan kelahiran nabi isya’ pun juga memberikan mamfaat bagi kita bukan hanya ntuk kaum kristianni namun juga umat muslim dan semua manusia karan belua membawa perbuahan yang baik.

Di indoensia ada R.A kartini yang merupakan salah satu tokoh yang diperingati hari lahirnya, itu membuktikan bahwa pada masanya banyak pengaruhnya, dengan perjuangannya kaum prempuan bebas mengenyam pendidikan dan mendapat kesetaraan dengan laki laki. Contoh lain soal ucapan selamat natal sebenarnya  bukan deperkushuskan untuk umat Kristen tapi kita juga tidak salah karan kita mengucapkan hari lahirnya salah satu nabi dianatar 25 nabi yang wajib kita taub sebagai umat muslim. Karena memang nabi isa’ adalah nabi Allah yang memiliki banyak pengareuh pada zamannya bahkan sampaik sekarang.
Ini maksud saya adalah kita tidak ada alsan lagi untuk tidak saling menerima satu sama lain apalagi di Bangsa kita di Indenesia. Harus kita perhatikan aspek kerukutan dan ketertiban kita bersama, dan salah satu caranya adalah saling membantu dalam konteks sosial saling mengharagai saling menjaga tetangga kita untuk menjaga kenyamanan kita dalam bermsayarakat . maka ini penting bagi kita untuk terlibat dalam hal yang demikian karena bagaimanapun itu adalah tanggung jawab kita bersama, lebih khsusu lagi kita sebagai umat muslim yang cinta akan kedamaian.
Sehingga saran saya untuk PMII untuk terus melakukan diskusi diskusi seperti ini untuk memberikan pemahaman  yang kuat kepada masyarakt luas, jangan hanay bicara soal antisipasi tetapi juga ikut terlibat dalam menjaga secara langsung.


Menurut saya dialog itu penting, semua peradaban tercapai dimulai dengan kerjasama nalar. Menurut saya apa yang adek katakana bahwa fanatic agama itu saya setuju karena kalok kita sudah fanatic dengan agama maka kita fanatic dengan kedamaian.


Narasumber Korem NTB Sugito menjelaskan bahwa tugas TNI menjaga bangsa dengan segala konsekuensi, "Yang ingin kami sampaikan bahwa, kami sebagai TNI dimanapun kami bertugas kami tetap menjaga dan melaksakana tanggung jawab kami untuk terus menjaga bangsa ingin dengan segala koekuensosi, saya sudah sering berpindah pindah tugas dan persoalan di bangsa kita ini tidak jauh bdeda di setiap daerah, salah satunya adalah soal SARA ini. Sesuai dengan UU no 34 ahun 2004 TNI dimanapun bertugas harus siap termasuk dalm menertibkan soal konfil konflik yang terjadi salah satunya adalah soal sara.  Sesuai dengan UUD bahwa mengatakan ketuahan yang maha esa, maka kita berhakl untuk memeluk agama apapun sesuai dengan agama yang ada di Indonesia. " tarangnya.

lebih lanjutnya lagi, ia mengatakan bahwa sara saat ini menjadi tranding tofic di media sosial. "Sara atau agama sekarang sudah menjadi topic atau menjadi pembahasan dan masih ada persoalan padhal seudah jelas dalam pancasila punjuga bhinkea tunggal ika yang menjadi slogan Bangsa bahasa berbeda beda tapi tetap satu tujuan salah satu tujan kita bersama adalah u tuk menjaga bangsa ini, persoalan agama itu sama yang bpenting adalah kita harus saling menghargai harus saling menghormati. Yang baru baru ini terjadi di irian itu soal agama dan ada unsur ras juga, maka itu sangat mempriahtinkan maka kami sangat bahagia bersykur bahawa mahasiswa hari ini masih peduli dengan hal tersbut dengan melakukanacara acara seperti ini melakukan kampanye perdamian yang baik, karan yakin dan percaya saya bahwa Bangsa ini akan maju ada di tangan mahsiswa dan anak anak muda.
Selanjtnya maslah susklu. Suksu di indeonsai ini bermacam macam, saya contohnya dari jawatimur dan suku saya adalah Madura, keluarga saya yang lainpun ada yang bersusku berbeda. Tapi kta harus aadar betul bahawa kita semua masukkepada bhineka tunggal ika, cumin hamper 3 tahun saya berada di NTB saya tidak pernah menemukan konflik yang berkaitan dengan Sara ini, saya bangga dengan NTB yang damai, karana kalau saya bandingkan dengan daerah lain tempat saya bertugas di Aceh misalkan karna disana tidak ada ktenangan saya, saya selalu waspada karana kita tau bahwa banyak titik titik kerawanan yang terjadi, di NTB saya merasa tenang makanya saya sangat salut di NTB, semoga NTB bisa menjadi contoh daerah daerah yang lain soal kedamain.
Pemerintah sudah mencegah, jangan sampai isu isu sara ini meluas dan menimbulkan konflik konflik baru, terimakasih kami ucapakan kepada PMII untuk memerhatikan hal ini, terus mengambil bagian dalam menjaga daerah kita di NTB umumnya di Negara kita ini.

Narasumber Kesbangpoldagri
Drs. Rosidin
Pertama salam hormat dari Bapak kepala Kesbang karena tidak hadir dalam acara ini, kami sangat bersyukr bahawa adek adek bisa berinisiatif untuk melakukan kegaiatan yang baik ini, khsusunya adek adek ini adalah garda terdepan wabil khusus PMII yang melaksakana ini untuk tersu menjaga keteriban bersama, harus terus menunjukan keramahan kita terahadap sesame.
Kami di pemerintah daerah kesbang punya tanggung jawab untuk terus memastikan kedamian kepada masrakat, karena kami menjadi mata telinga poemerintah untuk terus memediasi keadaan dan sistsui din masratak melalui lapisan lapisan masrakat, harus memebrikan kesejukan dan meminimalisir persoalan perosalan yang ada. Persoalan sara juga serinug  terjadi dan itu kami menilai tidak lepas dari ada kepentingan diabliknya, maka ini menjadi tugfas kita bersama untuk mengantisipasi hal trfsebut. Belakangan ini ada beberapa program besar dari bapak gubernur, salah satunya adalah soal inrastruktru dan kita haris terlibat dengan hal tersbut sbafai benteng untuk mengantisipasi hal yang tidak kita inginkan dan demi objeltivas program yang ada. Kita harus ekisi baik secara regional, nasional maupun internasional. Demikian ini yang kami sampaikan sebagai awal untuk kita bahas leih lanjut di sesi diskusi.

Tadi soal keterbatasan literasi jadi harapan kami adalah adek adek sekalianlah yang akan memiliki tanggung jawab lebih besar untuk menjaga persoalan ini, ke depan adek adeklah yang punya peluang juga untuk duduk di tempat tempat strategis dalam mengkawal Bangsa kitaa daerah kita.

Belakangan ini memang media social ini sanga berpengaruh kepada kita, maka kita harus pandai dalam meilih dan membaca hal yang benar harus mampu mefilterisasi dan dan tidak mengshare dan mengada ada soal apa yang tidak benar terjadi, karena tidak menutup kemungkinan itu menimbul kebencian hingga terjadinya konflik social.

Saturday, December 14

Di Tengah Kondisi Penerbangan Belum Pulih, BIL Raih Akreditasi Terbaik Dunia

Foto : Bandar Udara Internasional Lombok (lensanasional.com/ist).

Lombok Tengah (lensanasional) - Di tengah kondisi penerbangan yang masih belum pulih, Bandara Internasional Lombok (BIL) yang dikelola PT Angkasa Pura I (Persero) berhasil meraih akreditasi Airport Customer Experience Accreditation yang merupakan program dari Airports Council International (ACI). Bandara Internasional Lombok merupakan salah satu dari sepuluh bandara yang berhasil meraih akreditasi pelayanan terbaik tingkat dunia. Hal ini menjadikan Angkasa Pura I sebagai operator bandara pertama di Asia Pasifik yang mayoritas bandaranya mendapatkan pengakuan atas komitmen peningkatan pengalaman pelanggan dari lembaga kebandarudaraan prestisius dunia yang berbasis di Montreal Kanada.
Selain BIL, bandara Angkasa Pura I yang berhasil memperoleh akreditasi lainnya yakni bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara El Tari Kupang, Bandara Pattimura Ambon dan Bandara Adi Soemarmo Solo.
Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), Faik Fahmi, menegaskan bahwa apa yang dihasilkan saat ini merupakan kerja keras dari semua elemen. Akreditasi yang dapat akan semakin mengukuhkan kinerja dalam upaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
“Kami bangga bahwa komitmen kami dalam meningkatkan level of service serta customer experience di bandara-bandara yang kami kelola, berhasil mendapat akreditasi internasional melalui Airport Customer Experience Accreditation. Program yang dilakukan oleh ACI. Akreditasi ini semakin mengukuhkan kinerja pelayanan seluruh bandara Angkasa Pura I setara dengan bandara-bandara kelas dunia lainnya,”ungkap Faik.
Dalam program strategisnya, Angkasa Pura I merencanakan peningkatan kapasitas total di seluruh bandara yang dikelolanya hingga dua kali lipat dalam lima tahun ke depan. Angkasa Pura I menekankan bahwa kualitas pelayanan kepada pelanggan merupakan suatu prioritas yang terus ditingkatkan demi mencapai target menjadi salah satu yang terbaik di tingkat global. “Dengan adanya akreditasi ini, maka kita akan terus meningkatkan pelayanan,”tegasnya.
Sementara itu ACI World Director, Angela Gittens, menegaskan bahwa akreditasi ini dilakukan berdasarkan praktik bandara dalam memberikan pengalaman pelanggan terbaik yang terdiri atas customer understanding, strategy measurement, operational improvement, governance, airport culture, service design atau innovation, dan airport community collaboration. “Dengan akreditasi dari ACI ini, artinya pengelola bandara telah menunjukkan komitmen secara terus-menerus untuk mengulas dan meningkatkan pengalaman pelanggan mereka yang terus berubah, unggul, dan belajar bagaimana mereka dapat terus meningkat,” ungkapnya.
Perwakilan Bandara BIL akan diundang menerima sertifikat akreditasi dalam ajang ACI Customer Experience Global Summit yang akan diadakan di Bali pada 2-5 September 2019 mendatang bersama bandara-bandara internasional dunia yang turut mendapatkan akreditasi ini seperti Bandara John F. Kennedy New York, Bandara Chattrapati Shivaji Mumbai-India.
Sumber : Radar Lombok

Friday, December 13

Menuju 61 Tahun Usia NTB, Akankah Gemilang ?

Oleh : Suaeb Qury, Ketua LTN NU NTB 

Opini : Tidak terasa usia NTB sudah menginjak 61tahun, usia yg cukup tua dan usia 61 tahun juga dimaknai sebagai titik pijak dari usia-usia NTB yang sudah malampui setengah abad yang lewat. Begitu juga menuju usia satu abad ntb, diperkirakan peralihan kepempinan generasi di NTB yang sudah kedelapan dan begitu juga akan mencapai delapan kali peralihan kepemimpinan menuju satu abad.

Jika dari sekian kali peralihan kepempinan di NTB sampai dengan usia ntb 61 tahun, maka akan ditemukan beberapa jejak peninggalan yang baik dari para pemimpin NTB. Sebut saja, apa yang dititipkan oleh para Gubernur NTB sebelumnya yang telah memimpin NTB, jika itu dianggap baik, maka itu bisa diambil sebagai modal melanjutkan kebaikan untuk membangun NTB.

Modal besar untuk membangun NTB yang sudah berusia 61 tahun, tidak cukup program yang berorentasi pada kebutuhan jangka pendek. Apa yang sudah dicetak biru oleh para Gubernur sebelumnya adalah mahkota yang harus dijaga dan dilanjutkan dengan inovasi yang berdanpak langsung kepada rakyat.

Mengulang cetak biru para Gubernur NTB sebelumnya, diawali oleh sang Gogo Ranca Bumi Gora Gatot Suherman dilanjutkan oleh Warsito sang pencetus pariwisata, kemudian Dae Reso Harun Al-Rasyid yakni gerakan merubah prilaku masyarakat (GemaPrima), begitu juga yang dilakukan oleh L. Serinate sebagai Gubernur yang memelopori NTB membangun infrastruktur dasar, akses dan mutu. Dan tidak kalah menomentalnya lagi yakni Gubernur termuda NTB TGB M. Zainul Majdi yang telah mencetus banyak program dari Pijar menjadi PiJari, bumi sejuta sapi, seribu wirausaha muda, pariwisata halal, gerakan 3A (absano, akino dan absano) dan masih banyak lagi program yang telah memberi kontribusi bagi kemajuan NTB yang disebut kala itu, nasib tergantung Bali (NTB). Bukan lagi mimpi melainkan menjadi kenyataan, begitu publik melihat NTB bergerak maju lebih cepat.

Harapan besar itu datang di era kepemimpinan Dr. Zul-Dr. Rohmi, bisa saja NTB bukan lagi bergerak lebih cepat lagi,melainkan melompat lebih jauh kearah perubahan yang lebih baik dari sebelumnya yang disebut dengan NTB gemilang.

Lalu pertanyaan publik yakni, bisakah ntb mencapai gemilang?. Jika dihitung dari usia 61 sampai berusia ntb ke 64 di era kepemimpinan Dr Zul -Dr Rohmi menakkodai NTB. Berpijak dari sebuah keyakinan Dr. Zul berkata "Bukankah langkah pertama adalah kunci kesuksesan untuk memulai membangun NTB untuk melangkah selanjutnya". Bisa jadi melangkah pertama dengan pasti dan memastikan langkah itu tanpa ada rintangan dan hambatan itu mustahil juga.
Langkah pertama itu diawali oleh Dr. Zul sebagai Gubernur NTB yakni menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dengan mengirim mahasiswa NTB keluar Negeri. Ini mungkin sala satu cara dari sekian banyak cara dan program untuk meningkatalkan IPM (indeks pembangunan manusia) di NTB, ya tentu menyentuh sumber daya manusianya.

Sebagai bukti keseriusan pemerintah daerah, terbukti dengan mengirim lagi Mahasiswa beasiswa S2 tujuan Malasya dan Polandia dalam jumlah yang cukup banyak 174 orang.
Membenahi dan menyiapkan SDM yang unggul dalam menghadapi era 4.0, sudah didepan mata, bila saja generasi emas yang diharapkan menjadi icon ntb, tidak disiapkan sedari awal. Maka bisa jadi NTB gemilang bukan lagi IPM nya bergeser dipapan tengah, bisa jadi stagnan.

Menjawab persoalan SDM di NTB, tentu tidak cukup dengan program pengiriman mahasiswa keluar negeri, akan tetapi kualitas pendidikan formal dan informal, begitu juga dengan pendidikan swasta. Tantangan itu datang dengan semakin meningkatnya jumlah pengangguran di NTB dan rata -rata lulusan SMA/SMK dan D3 yang setiap tahunnya mencapai seribu lebih orang.
Menjawab tantangan hari ini yang sudah didepan mata adalah tugas Gubernur NTB, tentu dengan menyediakan lapangan pekerjaan. Sebab, setiap tahunnya akan selalu bertambah jumlah penggangguran yang ada di NTB.

Zero Weste

Begitu muncul dalam satu dari sekian banyak Misi Gubernurnya NTB, terkait dengan program unggulan Zero weste. Reaksi dan apreasiasi publik terhadap program unggulan Zero Waste NTB.
Program unggulan zero waste yang diharapan bisa menjawab problem persampahan di NTB, dengan menyisir kelompok masyarakat NGO dan ormas sebagai penggerak, pelaku dan pemberdayaan masyarakat sadar akan arti kebersihan serta manfaat mengelolah sampah sebagai sumber ekonomi.

Jika saja program zero weste,sebagai daya ungkit untuk merubah manset masyarakat sadar dan berswadaya serta inovastif dalam mengelola persampahan di NTB, seperti apa yang dilakukan oleh wali Kota Surabaya ibu Risma, yang lebih awal dilakukan Adalah merubah manset masyarakat. Bukan ujuk-ujuk menawarkan zero weste adalah solusi. Tidak cukup dengan mengalokasi anggaran yang mencapai 31 M Untuk mengelola sampah. Tanpa ada kesadaran dan fakta integritas pemangku jabatan. Membangun komunitas baru dan komintas lama peduli sampah se propinsi NTB, dan tempat pembuangan dan pengelohan sampah serta pelatihan pengelolaan sampah yang Berbasis omset,sejatinya


MotoGP dan Pariwisata

Jika saja, Moto GP yang akan dibangun dikawasan mandalika tidak terwujud. Bagaimana sakitnya masyarakat NTB. Tapi itu sekedar issu yang dibangun oleh pihak lain yang tidak ingin melihat NTB sebagai jendela dunia Pariwisata.
Kawasan Ekonom khusus yang sudah lama dicanagkan oleh presiden Republika Indonesia SBY dan dipertegas lagi oleh presiden Jokowi yang menargetkan pembagunan serkuit MotoGP mandalika harus rampung di tahun 2020 sudah menjadi nyata.

Keseriusan itu, dibuktikan oleh ITDC sebagai BUMN yang mengelola secara khusus kawasan mandalika dengan rounbrikong dan pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas penunjang disekitar kawasan mandalika.

Sudah saatnya juga, keberpihakan para tokoh agama untuk menyiapkan penyangga moral agama menghadapi tantang perubahan prilaku masyarakat sekitar kawasan mandalika, kelak nanti terlaksananya motoGP dan kawasan ekowisata khusus di mandalika -kute. Sebab jika tidak, disiapkan dari awal pranata sosial keagamaan, sudah jelas sekali ancaman didepan mata itu akan terjadi, seperti pergaulan bebas, prostitusi dan narkoba.

Kesiap siagaan dini adalah tugas semua elemen, dalam rangka menjawab tantangan perubahan moral dan kemajuan sebuah kawasan. Apalagi KEK bisa menjadi pusat ekowisata khusus yang melibatkan berbagai steakholder berbagai negara di dunia.


Gizi buruk stunting

Hingga sampai saat ini dan sudah 8 Gubernur berganti di NTB, persoalan kemanusiaan yang bernama Gizi Buruk dan stanting belum juga bisa dijawab dengan tuntas oleh para pemangku kebijakan. Musibah besar kemanusiaan itu, datang sejak kepemimpinan Gubernur H. L. Serinata dan sampai hari ini. Setidaknya apa yang menjadi program unggulan revitalisasi posyandu dan stanting yang mengalokasikan anggaran mencapai 167 Milyar oleh Gubernur NTB, bisa menjawab persoalan gizi buruk yang masih menghantui NTB.

Maka diperlukan kesamaan pandangan dan visi bersama bagi para pemangku kebijakan di kabupaten yang menjadi sumber gizi buruk dan stanting di NTB.
Begitu juga dengan optimalisasi fungsi Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Jika berkaca dari apa yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan dan diakui oleh hanya Dinas Kesehatan NTB mengungkapkan data dan riset di tahun 2018 dengan jumlah gizi buruk di NTB berada diangka 5,91 persen dengan ditemukannya 186 kasus. Bagaimana dengan di tahun 2019, apakah ada data terbaru dan bisa jadi penderita gizi buruk di NTB meningkat, jika berkaca dari data tahun 2018 yang mencapai 186 bayi gizi buruk.

Menjadi penting dilakukan oleh semuan pemangku kebijakan untuk mengembalikan fungsi pelayanan kesehatan prima,taguh dan upaya preventif serta pembinaan bagi ibu hamil. Jika selama ini belum berjalan maksimal dan fungsi dinas di masing-masing kabupaten tidak seirma dengan gagasan besar Gubernur NTB dengan program unggulan revitalisasi posyandu dan stanting, maka bisa jadi tingka penyebaran dan populasi penderita gizi kurang mampu akan semakin mningkat. Lihat saja dibeberapa kabupaten di NTB seperti di Kabupaten Lombok Timur terbanyak gizi buruk dan susul kabupaten lombok barat dan lombok tengah, dompu serta diurutan kedua gizi buruk berada Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Bukankah dari tiga kabupaten ini yang menjadi icon pariwisata NTB, sangat tidak elok, jika warganya masih banyak yang menderita gizi kurang mampu dan akan berujung pada gizi buru. Sejatinya bukan lagi menjadi alasan, sebab kasus gizi buruk di NTB bukan persoalan baru dan sepele, melainkan turun temurun dari era gubernur Harun Al Rasyid, Srinate, TGB, dan dilanjutkan lagi oleh DR. Zul yang seharusnya bisa menjawab persoalan gizi buruk dan stanting.


Dari 6 misi besar membangun NTB yakni (NTB tangguh dan mantap NTB bersih dan melayani NTB sehat dan cerdas, asri dan lestari NTB, sejahtera dan mandiri serta aman dan tangguh) yang telah dicanangkan oleh Gubernur NTB. Dan di usia NTB yang ke 61 tahun, bisa menjawab dari sekian banyak persolan ke NTB an yang masih saja terjadi, seperti kasus narkoba, teroris dan TKW yang menyisakan masalah keluarga yang ditinggal. Begitu juga dengan persoalan kesempatan kerja/pengangguran yang belum bisa mengakses bagi para sarjana dan lulusan D3 serta SMS/SMK yang masih cukup banyak. Semoga saja ntb kita yang berusia 61 tahun dan NTB di usia satu abad nantinya, bisa menuju NTB gemilang sebagaimana dalam visi Gubernur NTB. Wallahu A'wambissawab.

Monday, December 9

Ajak Generasi Bawa Perubahan, Dema FDIK UIN Mataram Gelar Workshop Kebangsaan


Foto : Hendra Gunawan, Ketua DEMA FDIK UIN Ma Mataram taram saat sambutan diacara worshop kebangsaan (lensanasional.com/wldn).


Mataram, (lensanasional.com) - Dewan Ekskutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, mengelar Workshop Kebaangsaan dengan tema “Mahasiswa sebagai agen of change dan angen of control”.kegiatan tersebut bertempat di Aula Koprasi UMKM NTB, Sabtu (07/12/19).

Dalam acara tersebut hadir ratusan mahasiswa se-UIN Mataram,hadir pula Sekretaris Jendral DEMA UIN Mataram Irfan Kilat, nampak hadir sebagai narasumber Bapak Nur Rahmat selaku Kabid P2M BNN NTB dan Drs. Susilo Rahayu Irianto selaku Direkintelkam Polda NTB.

Ketua Dema FDIK UIN Mataram Hendra Gunawan dalam sambutannya mengungkapkan, Mahasiswa, sebuah gelar baru yang hingga kini “dibanggakan”oleh sebagian besar masyarakat.namun tidak tau poksi mereka yang dikatakan mahasiswa itu sendiri."ungkapnya.

"Hingga dikesempatan ini Saya mengajak para generasi harapan bangsa yang kelak mampu membawa perubahan bagi negara Indonesia untuk bisa bersaing dengan negara-negara di dunia."tambah pria kelahiran dompu itu.

Sementara itu Sekjen Dema UIN Mataram ,Irfan Kilat menerangkan," bahwa mahasiswa saat ini kebanyakan sudah dibeludaki oleh gadget, sehingga tidak mengetahui fungsi akan dirinya sebagai mahasiswa."terangnya.

Lebih lanjut, Irfan menambahkan," Mahasiswa konon adalah para generasi harapan yang kelak mampu membawa perubahan bagi masyarakat,agama nusa dan bangsa. Sebutan itu hendaknya bisa menjadi cambuk bagi mahasiswa itu sendiri yang dipandang sebagaiAgent of change– agen perubahan."tutupnya pria yang akrab disapa "Kilat" itu.

Selanjutnya acara tersebut ditutup dan beralih ke acara diskusi yang di moderatori oleh Nurul Fajri.

Kabid P2M BNN NTB, Nur Rahmat memaparkan," Sekian persen dari mahasiwa beberapa tahun belakangan ini sudah kehilangan jati dirinya sebagai mahasiswa sejati. Mahasiswa bangga akan gelarnya namun lupa akan tanggung jawabnya,"Ujarnya.

"Rintangan mahasiswa belakangan ini, karena pengaruh zaman, dari sekian persen wajib tidak sunah mengkonsumsi narkoba apa lagi anak yang notabenenya dari pelosok baru masuk kota akan dengan mudah terpengaruh hal tersebut. Jadi jika teman-teman mahasiswa ingin selamat, jauhi narkoba dan dekatkan diri pada sang maha kuasa." imbuhnya.

Ditempat yang sama Drs.Susilo Rahayu Irianto, Direkintelkam Polda NTB," Ketika mahasiswa diming-iming beasiswa yang memang menggiurkan, dengan antusias para hamba ilmu yang numpang belajar di perguruan tinggi itu akan hanya melaksanakan tanggung jawab akademis saja sekedar untuk mendapatkan IP yang tinggi."pungkasnya.

"Mahasiswa berperan sebagai transportasi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka. Beban dan tanggung jawab menjadi mahasiswa sangatlah besar. Mahasiswa harus berani menyampaikan kebenaran tanpa menutupi kebohongan, selalu meneriakkan keadilan, sehingga semua harapan rakyat dan juga janji manis para politisi yang selalu berkoar dengan dalih demi kesejahteraan atas nama rakyat bisa terealisasikan, bukan hanya sekedar omong kosong belaka."tutup Direkintelkam.

Foto : Pemberian hadiah kepada pemenang lomba desain foster,menulis essay dan video plog.

Dipengujung acara pemberian cindra mata keoada para narasumber dan pemberian hadiah kepada pemenang lomba desain foster, video plog dan menulis essay. (wldn).

Friday, December 6

Narkoba dan Terorisme Mengancam NTB

Oleh : Suaeb Qury, Ketua LTN NU NTB. (lensanasional.com)

Opini : Nusa Tenggara Barat baru-baru ini dihebohkan oleh 15 kilo gram ganja yang ditangkap oleh  BNN NTB di kawasan terminal mandalika-Mataram. Belum lama hilang kejadian penangkapan ganja seberat 15Kilo gram. Kejadian yang tidak kala hebohnya dan cukup menyita perhatian Nasional yakni penangkapan 6 orang pelaku teroris di Bima.

Jika saja, julukan NTB sebagai surga dunia, begitu juga dengan letak georafisnya yang terdiri dari dua pulau yakni pulau Lombok dan pulau Sumbawa. Dan hamparan kekayaan alam dan keindahan nya membuat provinsi ini menjadi sorotan dunia. Sehingga dengan muda juga para pelaku, pengedar Narkoba serta tetoris dengan nyaman, datang dan mencoba merusak generasi di NTB.  Belum lagi dengan kawasan wisata manjadi obyek dan sasran, sebut saja mulai dari pantai senggigi, Gili serta kawasan khusus mandalika(motogp)nya, membuat provinsi ini begitu diminati oleh para wisatawan se entero dunia.

Bukan itu saja, pesona indah dan nyamannya NTB, membuat orang senang berlama-lama di Pulau yang dijuluki surga dunia bagi para pelancong.  Makin mendekat dengan kenyaman dan indahnya pulau yang benama NTB yang dihuni oleh tiga suku besar(sasak mboja dan samawa). Tentu memiliki keunikan budaya dan adat istiadat yang  bersendikan agama Islam.  Modal bedar NTB juga memiliki kekuatan agama yang diwakilkan oleh para Tuan Guru sebutan masyarakat sasak mempunyai pengaruh dalam membina dan membimbing umat Islam di Lombok sehingga pondasi keIslaman yang diajarkan oleh para Tuan Guru cukup kuat menanamkan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin.

"Kita sudah diperkenalkan ke dunia internasional, bahwa NTB adalah daerah wisata. Dimana dengan adanya ribuan masjid, dan ribuan hotel. Tapi, kita masih kurang memperhatikan budaya literasi di NTB ini. Harusnya pemerintah daerah menginisiasi itu". Untuk apa sebenar dan pentingnya dunia literasi?  Tentu jawabannya adalah ilmu pengetahuan dan jendela infirmasi ilmu.

Artinya NTB harus juga menjadi  jendela dunia pariwisata yang berbasis ilmu pengetahuan. Dengan demikian masyarakat disekitar kawasan- pun atau pada umumnya ikut melek juga dengan literasi yang berkaitan dengan wacana tetorisme, narkoba serta islam rahmatan lilalamin.  Untuk apa semua itu,  agar masyarakat tidak dikejutkan dengan images masih tidak terkontrol nya peredaran narkoba di NTB. Zona merah ancaman teroris.

"Kita butuh satu cara pandang dan wawasan masyarakat melek dengan dunia itu. Caranya? Membumikan dunia literasi dengan pandangan Islam Rahmatan Lil'aalamiin. Kita taruh juga buku-buku bacaan tentang bahaya narkoba, bahaya terorisme dan radikalisme, baik di hotel-hotel atau di tempat umum lainnya. Supaya ada counter untuk wawasan mereka."

"Kita butuh satu cara pandang dan wawasan masyarakat melek dengan dunia itu. Caranya? Membumikan dunia literasi dengan pandangan Islam Rahmatan Lil'aalamiin. Kita taruh juga buku-buku bacaan tentang bahaya narkoba, bahaya terorisme dan radikalisme, baik di hotel-hotel atau di tempat umum lainnya. Supaya ada counter untuk wawasan mereka."

Bukankah sebuah kewaspadaan dini dimulai dari sebuah pengetahuan, apa yang dilakukan oleh para tokoh agama dan tuan guru serta lembaga terkait selama ini melakukan sosialisasi  dianggap cukup berhasil. Namun menyediakan pengetahuan yang universal ya, tentu dengan membaca.

Salah satu cara dari sekian banyak cara melawan narkoba, teroris ya. Kenapa tidak dengan mini library di Hotel-hotel, Bandara, Darmaga, dan lainnya. Dan harus menjadi sebuah gerakan bersama. Dengan menyediakan buku bacaan tentang narkoba,teroris danDan  buku pendamping tentang Islam Rahmatan Lil'aalamiin. Semuanya berpulang pada komitmen pemerintah harus mensupport untuk sebuah gerakan bersama.

Lebih-lebih NTB akhir-akhir ini masih diperbincangkan dengan informasi yang tak mengenakan. Salah satunya adalah soal maraknya narkoba dan terorisme.
Pemerintah daerah, harus mempunyai gagasan dan menerima gagasan dalam memberantas permasalahan besar semacam narkoba dan terorisme. Tentu harus dimulai dengan perlahan dan kongkrit di lapangan.

"Kenapa tidak pemerintah melakukan langkah-langkah nyata di masyarakat. Dengan cara membuat perpustakaan mini dengan menyiapkan buku-buku Narkoba dan terorisme di semua tempat, seperti di hotel dan tempat-tempat umum lainnya," ungkap Suaeb.

Dengan cara ini, tambahnya, bahwa diyakini akan membuat masyarakat tahu bagaimana ciri-ciri dari pada bahaya narkoba tersebut. Serta pada buku itu juga akan memudahkan masyarakat dalam mengenali ciri-ciri pengedar narkoba serta terorisme itu sendiri.

Mungkin saja dengan jalan ini,  dunia literasi dan kewaspadaan dini masyarakat dimulai dari membaca dengan menyediakan  perpustakaan mini tentang narkoba dan terorisme, sedikit tidak ini akan mampu memberantas dan semua masyarakat akan ikut mengawasi hal tersebut.

Ini bukanlah sebuah tawaran nakal, akan tetapi dari kebisaan membaca dengan tersedianya fasilitas perpustakaan mini ini, masyarakat juga berhak tahu dan menjadi kontrol di lapangan terhadap maraknya narkoba dan bahaya teroris yang ada di sekitar.

Thursday, December 5

NTB Darurat Narkoba dan Terorisme. LTN NU NTB Angkat Bicara

Foto : Suaeb Qury, Ketua LTN NU NTB angkat bicara  terkait NTB darurat akan Narkoba dan Terorisme. (lensanasional.com/wldn).  


Lensanasional.com (Mataram) - Nusa Tenggara Barat adalah provinsi yang terdiri dari dua pulau yakni pulau Lombok dan pulau Sumbawa. Kekayaan alam dan keindahan nya membuat provinsi ini menjadi sorotan dunia. Dengan memiliki banyak tempat destinasi wisata mulai dari pantai, Gili, hingga air terjunnya membuat provinsi ini begitu diminati oleh para wisatawan.

Ketua LTNNU PWNU NTB, mengatakan Nusa Tenggara Barat sudah lama dikenalkan sebagai wisata halal "halal tourism", karena sering disebut sebagai pulau 1001 masjid. Hotelnya pun hampir mencapai 1000 hotel di NTB. Namun sayang budaya literasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah tidak begitu diperhatikan.

"Kita sudah diperkenalkan ke dunia internasional, bahwa NTB adalah wisata halal. Dimana dengan adanya ribuan masjid, dan ribuan hotel. Tapi, kita masih kurang memperhatikan budaya literasi di NTB ini. Harusnya pemerintah daerah menginisiasi itu," ucap Suaeb Qury

Artinya NTB harus mencerminkan adanya membangun jendela dunia pariwisata yang melek juga dengan literasi. Tapi kita selalu dikejutkan dengan images masih tidak terkontrol nya peredaran narkoba di NTB. Zona merah ancaman teroris.

"Kita butuh satu cara pandang dan wawasan masyarakat melek dengan dunia itu. Caranya? Membumikan dunia literasi dengan pandangan Islam Rahmatan Lil'aalamiin. Kita taruh juga buku-buku bacaan tentang bahaya narkoba, bahaya terorisme dan radikalisme, baik di hotel-hotel atau di tempat umum lainnya. Supaya ada counter untuk wawasan mereka." kata Ketua LTNNU NTB.

Oleh karenanya LTNNU PWNU NTB akan menggagas mini library di Hotel-hotel, Bandara, Darmaga, dan lainnya. Kami akan menyediakan buku pendamping tentang Islam Rahmatan Lil'aalamiin. Juga pemerintah harus men support untuk awal gerakan ini.

Lebih-lebih NTB akhir-akhir ini masih diperbincangkan dengan informasi yang tak mengenakan. Salah satunya adalah soal maraknya narkoba dan terorisme. Dengan melihat penomena tersebut LTNNU NTB angkat bicara dan memberikan solusi kongkrit menghadapi masalah tersebut.

Hal ini disampaikan Ketua LTNNU NTB Suaeb Qury kepada TIMES Indonesia di Mataram, Rabu, (4/12/2019).

Pemerintah daerah kata Suaeb, harus mempunyai gagasan dan menerima gagasan dalam memberantas permasalahan besar semacam narkoba dan terorisme. Tentu harus dimulai dengan perlahan dan kongkrit di lapangan.

"Kenapa tidak pemerintah melakukan langkah-langkah nyata di masyarakat. Dengan cara membuat perpustakaan mini dengan menyiapkan buku-buku Narkoba dan terorisme di semua tempat, seperti di hotel dan tempat-tempat umum lainnya," ungkap Suaeb.

Dengan cara ini, tambahnya, bahwa diyakini akan membuat masyarakat tahu bagaimana ciri-ciri dari pada bahaya narkoba tersebut. Serta pada buku itu juga akan memudahkan masyarakat dalam mengenali ciri-ciri pengedar narkoba serta terorisme itu sendiri.

"Tentu kita menyiapkan perpustakaan mini tentang narkoba dan terorisme, sedikit tidak ini akan mampu memberantas dan semua kita masyarakat bawah akan ikut mengawasi hal tersebut. Jadi ini adalah tawaran kami dari LTNNU, masyarakat juga berhak tahu dan menjadi kontrol di lapangan terhadap maraknya narkoba dan terorisme yang mengancam masa depan anak bangsa kita," terang Ketua LTNNU suaeb Qury.

Tuesday, December 3

Sekda Resmikan Forum Kemitraan TBC Lintas Sektor di Kabupaten Lombok Barat

Foto : Penandatanganan peresmian forum kemitraan TBC Kabuoaten Lombok Barat (lensanasional.com/wldn).


Lombok Barat (Lensanasional.com) - Sekretaris Daerah Lombok Barat, H. Moh. Taufiq secara resmi mengukuhkan forum kemitraan TBC Kabupaten Lombok Barat. Forum yang dikukuhkan tersebut bertujuan untuk mendukung upaya penanggulangan TBC di Lombok Barat melalui kemitraan lintas sektor antara pemerintah yang terdiri dari lintas OPD, pihak swasta dan juga organisasi berbasis komunitas atau yang dikenal dengan istilah public-private-community partnership.kegiatan tersebut bertempat di Hotel Montana Senggigi, Selasa (03/12/19).

Hadir dalam kegiatan peresmian tersebut, sejumlah perwakilan OPD baik itu sektor kesehatan dan diluar sektor kesehatan yang berkomitmen pada penanggulangan TBC, sektor swasta dan sejumlah
organisasi berbasis komunitas seperti organisasi keagamaan dan kepemudaan.

Dalam sambutannya, Sekda H.Moh.Taupik menyambut baik hadirnya forum kemitraan TBC di Lombok Barat dan mengharapkan forum ini dapat benar-benar berjalan dan mendukung upaya penanggulangan TBC di Lombok Barat serta membawa praktik baik yang dapat dicontoh oleh daerah lain."Ujarnya.

Sekda juga mendukung pendekatan forum yang melibatkan partisipasi organisasi diluar pemerintah. “Forum akan berjalan dengan lebih baik, jika melibatkan unsur lain diluar OPD,"terangnya.

Ditambahkannya lagi secepatnya forum ini membuat suatu rencana kerja yang kongkrit untuk dapat dilakukan sepanjang satu tahun kedepan,"Saya harapkan forum ini dapat segera membuat
rencana kerja dan pemetaan peran masing-masing anggota forum dalam penanggulangan TBC. Forum ini jangan hanya diresmikan, lalu kemudian tidur lelap’, tegasnya.

Pembentukan forum kemitraan TBC ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Daerah Lombok Barat melalui Dinas Keseahatan bersama Stop TB Partnership Indonesia, sebuah NGO nasional yang
berfokus pada upaya penanggulangan TBC. forum ini diharapkan mampu mendukung komitmen pemerintah daerah Lombok Barat dalam penanggulangan TBC yang tertuang dalam Perbup Nomor
25 Tahun 2018 dan Rencana Aksi Daerah Penanggulangan TBC Kabupaten Lombok Barat.

Indonesia saat ini merupakan negara dengan angka penyakit TBC tertinggi ketiga di dunia,diperkirakan terdapat 845.000 kasus TBC baru dengan angka kematian mencapai 93.000 setiap tahunnya. Di Lombok Barat sendiri diperkirakan terdapat 2000 an kasus TBC dengan angka keberhasilan pengobatan yang telah mencapai target yaitu 92 %. Orang dengan gejala TBC sebaiknya
tidak perlu terlalu khawatir, penyakit ini merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan pengobatan yang tepat dan teratur.

Jika mengalami gejala utama TBC yaitu batuk (biasanya berdahak) secara terus-menerus hingga 2 minggu lebih, maka segera periksa ke Puskesmas terdekat.
Pengobatan TBC disediakan secara gratis oleh pemerintah melalui puskesmas.

Sekda Resmikan Forum Kemitraan TBC Lintas Sektor di Kabupaten Lombok Barat


Lombok Barat, LF | Sekretaris Daerah Lombok Barat, H. Moh. Taufiq secara resmi
mengukuhkan forum kemitraan TBC Kabupaten Lombok Barat. Forum yang dikukuhkan tersebut bertujuan untuk mendukung upaya penanggulangan TBC di Lombok Barat melalui kemitraan lintas
sektor antara pemerintah yang terdiri dari lintas OPD, pihak swasta dan juga organisasi berbasis komunitas atau yang dikenal dengan istilah public-private-community partnership.

Hadir dalam kegiatan peresmian tersebut, sejumlah perwakilan OPD baik itu sektor kesehatan dan diluar sektor kesehatan yang berkomitmen pada penanggulangan TBC, sektor swasta dan sejumlah organisasi berbasis komunitas seperti organisasi keagamaan dan kepemudaan.

Dalam sambutannya, Sekda menyambut baik hadirnya forum kemitraan TBC di Lombok Barat dan mengharapkan forum ini dapat benar-benar berjalan dan mendukung upaya penanggulangan TBC di
Lombok Barat serta membawa praktik baik yang dapat dicontoh oleh daerah lain. Sekda juga mendukung pendekatan forum yang melibatkan partisipasi organisasi diluar pemerintah. “Forum
akan berjalan dengan lebih baik, jika melibatkan unsur lain diluar OPD” terangnya. Ditambahkan lagi oleh beliau, jika sebaiknya, secepatnya forum membuat suatu rencana kerja yang kongkrit untuk
dapat dilakukan sepanjang satu tahun kedepan, “Saya harapkan forum ini dapat segera membuat rencana kerja dan pemetaan peran masing-masing anggota forum dalam penanggulangan TBC.
Forum ini jangan hanya diresmikan, lalu kemudian tidur’, tegasnya.

Pembentukan forum kemitraan TBC ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Daerah Lombok Barat melalui Dinas Keseahatan bersama Stop TB Partnership Indonesia, sebuah NGO nasional yang
berfokus pada upaya penanggulangan TBC. forum ini diharapkan mampu mendukung komitmen pemerintah daerah Lombok Barat dalam penanggulangan TBC yang tertuang dalam Perbup Nomor 25 Tahun 2018 dan Rencana Aksi Daerah Penanggulangan TBC Kabupaten Lombok Barat.

Indonesia saat ini merupakan negara dengan angka penyakit TBC tertinggi ketiga di dunia, diperkirakan terdapat 845.000 kasus TBC baru dengan angka kematian mencapai 93.000 setiap
tahunnya. Di Lombok Barat sendiri diperkirakan terdapat 2000 an kasus TBC dengan angka keberhasilan pengobatan yang telah mencapai target yaitu 92 %.

Orang dengan gejala TBC sebaiknya
tidak perlu terlalu khawatir, penyakit ini merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan pengobatan yang tepat dan teratur. Jika mengalami gejala utama TBC yaitu batuk (biasanya berdahak) secara terus-menerus hingga 2 minggu lebih, maka segera periksa ke Puskesmas terdekat.
Pengobatan TBC disediakan secara gratis oleh pemerintah melalui puskesmas.

Monday, December 2

JAPMA NTB Dukung Pasar Murah Disperindag NTB.

Selly Andayani Kepala Disperindag NTB saat menggelar pasar Murah. 

Matram, Lensa Nasional | Jaringan Pemuda dan Mahasiswa Nusa Tenggara Barat (JAPMA-NTB) mendukung kegiatan pasar murah yang di selenggarakan oleh Disperindag NTB.

"JAPMA apresiasi kegiatan pasar murah tersebut akan tetapi jangan hanya satu titik saja" ungkap Saidin via telp kepada Lensa Nasional.

Saidin juga mengatakan agar pemerintah provinsi terus melaksanakan kegiatan tersebut tanpa ada embel-embel politis. " Kegiatan pasar murah jika hanya satu titik di kota Mataram saja terlihat politis apalagi Kepala Dinasnya akan maju di Pilwalkot Mataram" terangnya

lebih lanjutnya lagi ia mengkritisi keras Gubernur NTB, " Niat pak Gubernur mendorong kegiatan tersebut bagus akan tetapi jangan hanya di kota Mataram, sepertinya perlu diberikan masukan kepada Gubernur biar tidak Blunder karena dukungan ke salah satu bakal calon walikota" sindir Saidin.