Cadar, Tradisi Atau Idielogi?

- November 06, 2019
advertise here

Oleh : Ziar Zona Zabardi Asli, Kader PMII Kota Mataram


Opini : Sebuah kebudayaan atau peradaban memiliki sejarahnya sendiri-sendiri untuk bangkit dan berkembang. Namun, suatu peradaban tidak mungkin lahir dan berkembang tanpa bersentuhan dengan kebudayaan lain dan saling meminjam.Proses pinjam meminjam antar kebudayaan hanya bisa terjadi jika masing-masing kebudayaan memiliki mekanismenya sendiri-sendiri. Pahmi zarkasyi "Akar Kebudayaan Barat".

Cadar/niqof merupakan cara berpakaian dengan menutup bagian muka sampai bawah pelupuk mata Atau bahkan tertutup semuanya.Cadar dari bangsa Arab ini sudah sejak zaman jahiliah hingga masa dakwah nabi Muhamad SAW. Dalam sejarahnya, masa murabhitun cadar tidak pernah dilarang ataupun diwajibkan oleh Rasulullah. Itu artinya boleh memakainya atau tidak memakainya tidak menjadi masalah.Dalam Al qur'an juga, surah An-Nur ayat 31 Ayat ini sangat jelas bagaimana mengatur wanita dalam berpakaian.

Akhir-akhir ini marak disosial media wacana pelarangan memakai cadar diinstansi pemerintahan. Larangan ini bertujuan untuk menstrilkan dari pemahaman-pemahaman yang dianggap radikalisme.Memang paham agama tidak pernah berpisah dan terus dinamis melebur dengan kultur dan budaya. Tapi, budaya bukan sebuah ideologi yang harus ditentang dan dilarang. Sehingga kehidupan berbudaya akan mati jika disekat oleh hukum dan aturan dalam mengekspresikan kebebasan.Sumber konflik didunia baru saat ini bukanlah masalah konflik yang bersifat ideologis ataupun bersifat ekonomis. Perbedaan-perbedaan terbesar dunia dan sumber konflik yang paling dominan adalah kultur.Fase konflik antara kebudayaan-kebudayaan akan menjadi fase terakhir dalam evolusi dunia modern. Samuel P. Huntington "Benturan kebudayaan".

Pro dan kontra pelarangannya memakainya mencuat sampai kepermukaan yang hangat dibicarakan.ini muncul akibat dari sebuah kebiasaan yang belum melebur dengan kebiasaan yang menjadi tradisi dan budaya diindonesia. Ada yg setuju bahkan banyak yang menentang wacana pelarangan pemakaian cadar. Hak asasi manusia sudah diatur dalam UUD negara rebublik indonesia, "hak berbicara dan kebebasan menyampaikan pendapat di khalayak umum".

Cadar yang datang dari Tanah Arab dianggap sesuatu hal yang baru muncul diindonesia sebagai persoalan keutuhan NKRI. Wacana pelarangan pemakaian cadar memiliki potensi sudah mengusik hak asasi manusi (HAM) . alasan apa larangan menggunakannya? Negara indonesia menjunjung tinggi kebebasan serta menumbuhkan kultur2 yang serat dan sangat kaya dengan peradaban. Maka perlu adanya pertimbangan (Tabayyun) serta pengkajian yang mendalam terhadap putusan yang diambil.

Radikal adalah ideologi maka wajib hukumnya ditentang di negara indonesia. Cadar bukan sebuah ideologi yang dibawa untuk menentang, menakuti dan mengancam ideologi yang sudah menjadi kesepakatan founding father bangsa indonesia yaitu pancasila. Negara indonesia dengan kemajemukan dan multikulturalnya sudah finis diikat dengan jargon kebinekaan. Meskipun berbeda kulit, budaya, suku, adat, atau tradisi serta ras dan entis itu sudah menjadi sunnatullah. Dan Esensi sebuah keindahan letanya pada perbedaan.
Advertisement advertise here
 
banner here