Wednesday, October 9

DIDUGA PEMBNGUNAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK(IPALD) DESA Bunturaja BERMASALAH


Lensa Nasional | terkait adanya Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik(IPALD) di Desa Bunturaja  Tahun 2018 lalu  melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kab.Dairi sebesar Rp. 476.000.000- (Empat Ratus Tujuh Puluh Enam Juta Rupiah)


Menurut salah satu warga Desa Bunturaja kecamatan siempat nempu,kabupaten Dairi  Yang tidak mau di sebut namanya  Menurutnya, pembangunan instalasi pengolahan air limbah tersebut, ditemukan beberapa permasalahan dan indikasi dugaan kesalahan bestek Dicontohkannya, berbagai permasalahan yang ditemukan pada pembangunan IPALD  tersebut adalah Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah  Domestik (IPALD) yang dilakukan terkesan asal kerja, di mana ada beberapa pipa saluran yang bocor,serta menimbulkan bau pesing,padahal belum ada satu tahun.
Dalam rapat warga sebelumnya letak IPAL tersebut tidak sesuai dengan kesepakatan,dimana letaknya sekarang dangat janggal yaitu di lakukan di badan Jalan.
Dugaan yang sangat besar adalah,adanya beberapa material bangun masih banyak lebih.
Pembangunan IPALD ini sangat dipaksakan yang dimana desa kami belum membutuhkan IPALD tersebut.
Yang semestinya pembangunan tersebut di tempat padar penduduk.
Berikutnya pembangunan IPALD tersebut di janjikan akan menghasilkan Air Bersih,
Dan hingga saat ini kami tadak menemukan adanya air tersebut, bisa dikatakan pembangunan ini gagal total,dan menghabiskan uang Negara begitu saja, Ujarnya.


Di lain tempat pihak media mewawancarai Kepala Desa Bunturaja,
Dengan keterangannya beliau mengungkapkan,
"Saya sekedar mengetahui pembangunan tersebut,dan mefasilitasi kegiatannya,
Kalau mengenai spek pembangunan saya tidak mengetahuinya, untuk mengetahui aspeknya ditanyakan saja langsung ketua pelaksana nya ,ujar beliau (bill.Aritonang)


EmoticonEmoticon