Search This Blog

Blog Archive

Follow by Email

Translate

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Pengurus IKADIN Kota Mataram "Hariadi Rahman" Usut Tuntas Kasus Kematian "ZA"

- September 10, 2019
advertise here
advertise here

Mataram – Dukungan dari berbagai kalangan masyarakat, pemuda maupun masyarakat kini terus berdatangan dan desakan terus mengalir terkait penuntasan kasus meninggalkan "ZA" yang diduga dianiaya oleh oknum anggota Polres Lombok Timur.

Dan atas nama Pengurus Ikatan Advokad Indonesia (Ikadin Kota Mataram),  Mendukung penuh upaya Kapolda NTB dalam mengusut tuntas kasus kematian "ZA" serta menindak tegas secara hukum oknum - oknum Anggota Polres Lombok Timur tersebut,  ujar Hariadi Rahman, SH saat diconfirmasi jayantaranews.com, rabu(11/9).

"Jika korban 'ZA' diduga dikeroyok oleh sejumlah oknum aparat kepolisian, maka semua pihak tidak boleh diam dan harus ikut andil sesuai kapasitas serta kompetensi nya dlm penyelsaian persoalan tersebut," ungkapnya.

Lanjut ia mengatakan bahwa kasus kematian Warga Sipil 'ZA' harus dikawal khususnya oleh media, sehingga tidak terjadi ada pembenaran yang tidak faktual yang dilakukan oleh pihak Polres lotim terhadap anggota - anggotanya yg terlibat. "harus ditindak tegas secara hukum dan dipecat karena sudah menghilangkan nyawa seseorang, aparat seperti itu tidak boleh mengijakkan kaki berada ditubuh institusi kepolisian tersebut," tegas advokad muda Adi sapaan akrabnya.

Hal ini tersebut dikatakan sebagai untuk mengantisipasi serta menepis isu-isu yang bisa dimanfaatkan sebagai kepentingan orang - orang yang tidak bertanggungjawab.

“saya sebagai pengurus Ikadi Kota Mataram percaya sepenuhnya pada proses yang akan dilakukan pihak kepolisian secara professional dalam mengusut tuntas kasus tersebut,”ungkapnya.

Advokad muda tersebut berharap penuh agar Nusa Tenggara Bara (NTB) tetap aman dan kondusif. "kasus kematian warga sipil tersebut, harus segera diproses, kalau lambat bisa-bisa dimanfaatkan oleh orang - orang tidak bertanggung jawab yang akan memperkeruh suasana, karena kasus tersebut menjadi perhatian publik dan viral, jangan sampai menjalar kemana-mana,” pungkasnya. (TIM LN)
Advertisement advertise here


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search