Thursday, September 5

Mahasiswa Geruduk Kantor Bupati Tangerang


TIGARAKSA, LN |Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII) Tangerang, adakan aksi di depan gedung Pusat Pemerintahan Kabupaten  (Puspemkab), Tangerang, Tigaraksa, Kamis (5/9/19).

Kordinator aksi Bambang mengatakan, aksi untuk untuk mengingatkan, sekaligus menegur Bupati Zaki Iskandar dan wakilnya, agar memebenahi pemerintahan. Mahasiswa juga menuntut, pertama stop pembangunan perumahan yang masif di setiap kecamatan di lahan pertanian.

Kedua ciptakan peluang kerja bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. Ketiga realisasikan wacana pemberdayaan pemuda di sektor pertanian, yang sampai saat ini, belum ada kebijakan untuk merealisasikannya.

“Keempat Bupati harus segera merancang kebijakan untuk pemberdayaan pemuda di sektor pertanian dan UMKM. Dan Kebijakan itu didukung program dan anggaran. Dan Kelima Tegakkan perbup nomor 47 tahun 2018,” tukasnya.

Salah satu peserta Aksi Ade Kurniawan juga menegatakan, saat ini banyak lahan pertanian dialihfungsikan sebagai sektor perumahan dan lain sebagainya. Mahasiswa juga melihat langsung, pembangunan perumahan hampir ada di setiap kecamatan di lahan pertanian.

“Ini menandakan gagalnya pemerintahan bupati dan wakil bupati Tangerang dalm menjaga lahan pertanian,” tandasnya.

Data yang diperoleh Mahasiswa dari DPRD Kabupaten Tangerang mencatat, pada 2013 luas pertanian mencapai 40.000 hektare, kemudian menyusut pada 2014 menjadi 38.000 hektare.

Penyusutan terjadi pada 2015 mencapai 20.000 hektare, dan pada 2016 tersisa mencapai 10.000 hektare. Memasuki 2017 pertanian semakin menyusut mencapai 5.000 hektare, dan 2018 menjadi 4500 hektare.

“Lahan pertanian produktif yang berkurang, tersebar di Kecamatan Gunung Kaler, Sukamulya, Kronjo, Mekar Baru, Sepatan Timur, Mauk, Sepatan, Kemiri dan Pakuhaji,” ungkapnya.


EmoticonEmoticon