Saturday, August 31

Gelar PKL Angkatan II, PKC PMII Bali-Nusra Cetak 27 Kader Mujtahid


Dompu, Sebanyak dua puluh tujuh kader PMII Bali-Nusra menyelesaikan Pelatihan Kader Lanjut Angkatan II Pengurus Koordinator Cabang PMII Bali-Nusra selama lima hari di Gedung Sanggilo, Sabtu (31/8/19).

Kader yang telah menyelesaikan Kaderisasi formal tingkat lanjut ini berasal dari berbagai cabang PMII yakni Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Bima, Dompu.

Hadir  Arman SE Ketua IKA PMII Dompu, Muhammad Kaniti Komisioner KPU Sumbawa, David Tim Kaderisasi PB PMII, Para alumni.

Aziz Muslim dalam sambutannya mengatakan bahwa PKL Angkatan II merupakan PKL paling sukses yang pernah dilaksanakan di NTB.

"Saya berterimakasih kepada para senior, para panitia yang telah mensukseskan acara PKL Angkatan II." Ungkapnya

"PKL hari ini banyak warna dan PKL ini paling sukses." Tambahnya.

Lebih lanjutnya lagi. Ia mengharapkan, Kaderisasi formal bisa dilaksanakan dipualu Sumbawa dan dilaksanakan secara mandiri.
"Semoga ada PKL selanjutnya di pulau Sumbawa atau mungkin para peserta PKL bisa melaksanakan, dan Dompu bisa mandiri untuk mengadakan PKL agar penyebaran kaderisasi merata."

Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni PMII Dompu (IKA PMII Dompu) Arman SE mengharap para alumni PKL bisa menjadi lebih dewasa dalam berorganisasi dan mengembangkan ilmu yang didapatkan.

"Harapan kami, yang ikut PKL mampu lebih dewasa dan kepribadian yang baik setelah keluar dari PKL. Marilah update pengetahuan dan pengalaman sahabat." ungkap Arman saat sambutan di acara penutupan PKL

Tuesday, August 27

Baznas Lotim, Butuh Pengurus Baru Untuk Mengelola Dana Ummat


Selong, - Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur (Pemda Lotim telah membentuk Tim Seleksi (Timsel) mencari calon pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur. Karena semua pengurus Baznas Lotim sekarang dari Ketua, Wakil Ketua hingga Bendahara merupakan status Pengurus Sementara, karena perubahan dari Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) mengubahnya menjadi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Ketua Umum Pegerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Lombok Timur, Irwan Safari mengatakan sebagai masukan dan pertimbangan kepada Pemda Lotim, baik Bapak Bupati dan para Timsel Calon Pengurus Baznas Lotim, karena sekitar 13 orang yang sudah mendaftar untuk mengikuti seleksi calon pengurus Baznas, hampir di dominasi oleh pengurus Baznas Lotim yang sementara sekarang, sisanya orang-orang baru. Tentu kami kelompok masyarakat berharap supaya para timsel lebih jeli melihat track record beberapa peserta yang ikut seleksi, terutama pengurus Baznas lotim yang Plt sekarang melihat kinerja mereka saat ini, sepertinya layak untuk di ganti, berkaca pada jejak rekam rentetan persoalan yang muncul, seperti Peminjaman Dana Zakat kepada SelaparangTV, BUMD-BUMD dan OPD-OPD lainnya, yang kita dengar saar ini masih berproses di Aparat Penegak Hukum (APH)

"Nama-namanya sudah ada kami dengar, tapi kebanyakan dari pengurus sementara Baznas sekarang yang mendaftar untuk ikut seleksi calon pengurus, sedangkan beberapa bulan yang lalu, masyarakat Lombok Timur di hebohkan dengan kasus peminjaman dana ummat di Baznas, yang saat ini sudah di tangani oleh APH", (28/8), paparnya Irwan,

Baiknya pengurus Baznas Lotim di rekturusasi secara menyeluruh, Baznas Lotim butuh orang-orang baru untuk mengelola Baznas, jangan orang-orang yang dalam pengawasan APH apalagi beberapa bulan yang lalu sempat ribut soal "Baznas Gate", hal ini penting untuk menjadi catatan teman-teman di Timsel Calon Pengurus Baznas yang telah di bentuk.

Karena berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2011 dan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Dana Zakat, harus calon pengurus berdasarkan kehalian dan kempuannya, termasuk harus bersih tidak dalam proses perkara hukum (Pantauan APH). Tidak lagi ada seperti kejadian-kejadian sebelumnya yang memperpinjamkan dana zakat. Kami juga tentu proses hukum yang sedang berlangsung supaya pihak APH segera memberikan titik terangnya, karena sudah cukup lama, tapi sampai saat ini kelanjutan soal "Perpinjaman Dana Zakat" belum ada kejelasan

"Tentu kami dari sahabat-sahabat PMII Lotim, tetap memberikan suport kepada Aparat Penegak Hukum, Baik teman-teman di Kepolisian maupun di Kejaksaan untuk terus bekerja beberapa kasus yang sudah masuk, termasuj soal Baznas Gate inj", Tutupnya.

Persembahkan Tariam Muna Ra Mbedi Saat Pembuakaan PKL, Ini kata PKC PMII Bali-Nusra


Dompu, (Lombok Fokus) - Tarian asli Dompu  tampil di acara pembukaan pelatihan kader lanjut Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia angkatan dua pengurus Koordinator cabang Bali-Nusra.

Tarian yang sering ditampilkan diacara pernikahan dan penyambutan tamu masuk dalam schedule acara pembukaan yang akan digelar nanti malam (27/8/19) di Gedung Samakai Dompu.

Dalam acara tersebut disebutkan bahwa tujuan penampilan Tarian Muna Ra Medi dimaksudkan untuk memperkenalkan budaya Dompu.
" Kita tampilkan untuk memperkenalkan budaya Dompu serta memberikan ruang kepada para kader Dompu" ungkap Aziz Muslim Ketua PKC PMII Bali-Nusra.

Lebih lanjutnya lagi, ia mengatakan bahwa PMII akan selalu berusaha dalam memajukan daerah termasuk melalui promosi kebudayaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

" Kita mengadakan acara PKL sebagai bentuk pengembangan SDM, nanti output dari PKL akan diberikan tugas kepada para peserta bagaimana mengkonsepkan kemajuan daerah" jelas Aziz. (Red)

PKC PMII Bali Nusra Gelar PKL Angkatan II Didompu


Dompu, (LN) - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Regional Bali-Nusra menggelar Pelatihan Kader Lanjut Angkatan II. Sebelumnya PKL pernah diadakan di Mataram.

PKL angkatan II ini diselenggarakan di Dompu, selama lima hari (28-31/8/19) para peserta akan menerima materi dari narasumber yang sudah ditentukan oleh panitia.

Diharapkan PKL yang digelar bisa melahirkan para kader Mujtahid yang bisa mengembangkan PMII seperti tema acara " Rekonsiliasi Organisasi Menuju Satu Cita dan Satu Bangsa" Dompu, (27/8/19).

Turut hadir Sabolah Al-Kalamby Sekjen PB PMII, Akhdianysah Sekretaris IKA PMII NTB/ DPRD NTB, Arman SE Ketua IKA PMII Dompu,  Norman Suzana Bangkesbangpoldagri NTB, Hamdan Syafi'i Komisioner KPU Sumbawa, Asril Komisioner Bawaslu Kota Bima, OKP serta ratusan Kader PMII.

Aziz Muslim Ketua PKC PMII Bali Nusra dalam sambutannya mengakatan bahwa PKL Angkatan II ini diinisiasi dari awal dan diselenggarakan di Pulau Sumbawa.

"PKL ini mulai dari Persiapan dari PKL pertama kami berinisiatif mengadakan PKL di Dompu Bima sumbawa. Ini penting untuk dilakukan dalam pemerataan kaderisasi di NTB." Ungkapnya.

Lebih lanjutnya lagi ia mengatakan bahwa PKL Angkatan II diselenggarakan dalam rangka penguatan Kaderisasi.

"Cabang cabang yang sudah melakukan PKD harus bisa melaksanakan PKL, kita harus penguatan Kaderisasi." Tambah Aziz.

Sementara itu Arman SE Ketua IKA PMII Dompu mangatakan atas nama IKA PMII Dompu berterima kasih kepada PKC PMII telah memilih Dompu sebagai tempat acara.

" Saya tidak bisa berkata-kata, saya ucapkan terimakasih banyak kepada PKC yang mau menyelenggarakan PKL di Dompu." Ungkapnya.

Sekretaris IKA PMII NTB Dukung Arman Maju Bupati Dompu


Dompu, (LN) - Sekretaris IKA PMII NTB Akhdianysah dukung Arman sebagai kandidat Bupati Dompu.

Dukungan ia sampaikan dihadapan ratusan kader PMII saat acara pembukaan Pelatihan Kader Lanjut Angkatan II PMII Bali Nusra.

" Disini ada sahabat saya Sahabat Arman Ketua IKA PMII Dompu yang digadang-gadang menjadi Bupati Dompu, kita harus dukung karena ini sebuah perjuangan gagasan dan Idealisme. Saya dukung dengan do'a untuk saat ini yang lain nanti kita pikirkan". Ungkap Akhdianysah saat memberikan sambutan.

Lebih lanjut lagi ia menjelaskan bahwa PMII harus mendukung para alumni untuk berjuang disegala lini.

" Kader harus dorong para alumni untuk berjuang menjadi DPR, Bupati dan sebagainya karena ini roh perjuangan. Setiap kader PMII adalah pemimpin kalo dalam ayat Alquran itu disebut sebagai Khalifah fil ard " ungkapnya.

Saturday, August 24

Ketua PKC PMII DKI Jakarta Serukan Persatuan dan Tolak Rasisme


Jakarta - Konflik yang terjadi di Papua belakangan menarika banyak perhatian elemen masyarakat, tak terkecuali dari kalangan aktivis Mahasiswa.

Dalam seminar kebangsaan bertema "Refleksi dan Proyeksi Demokrasi Indonesia Pasca Pemilu 2019". Seminar ini turut mengundang Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo sebagai Keynote Speaker, HM. Lukman Edy (ketua Pansus UU Pemilu 2019), Hasyim Asy'ari (Komisioner KPU), dan Dahlia Umar (Ketua Presidium JaDi Jakarta)

Daud Gerung yang sebagai Ketua PKC PMII DKI Jakarta sekaligus panitia seminar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan bangsa.

"Acara ini banyak mengundang aktivis mahasiswa, sehingga kami mengajak kalangan Mahasiswa untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan", ucap Daud.

Dalam kesempatan yang sama Daud menolak keras isu rasisme yang terjadi akhir-akhir ini terhadap warga Papua. Dia menilai hal tersebut dapat menciderai perstuan.

"Kami menolak keras kasus rasisme terhadap saudara-saudara kita, orang-orang Papua adalah saudara-saudara kita, perkataan rasisme ini mencedirai persatuan kita yang menjunjung tinggi persamaan". Seru pria asal Lombok ini.

Selain itu, Daud juga mengajak para Mahasiswa untuk menjaga keutuhan NKRI pasca Pemilu 2019. Di tengah polarisasi yang terjadi pasca Pilpres masih hangat di tengah-tengah masyarakat.

"Polarisasi dan ketegangan pasca Pilpres masih terasa hingga saat ini. Kami mengajak kawan-kawan mahasiswi agar terlibat lebih aktif menggaungkan persatuan dan keutuhan NKRI". Tambah Daud

Terakhir Daud berharap acara seminar ini (red) terus diselenggarakan guna memberikan pemahaman kepada para mahasiswa tentang bagaimana berdemokrasi yang baik. Karena peran mahasiswa siswa sangat penting dalam menyerukan pesan-pesan positif.

"Acara ini seminar seperti ini harus diselenggarakan sesering mungkin. Kawan-kawan mahasiswi butuh acara ini sebagai tempat berdiskusi dengan para pakar dan pelaku demokrasi tentang bagaimana cara berdemokrasi dengan baik", tutup Daud

Thursday, August 22

Enam Indikator Toleransi Menurut Indek Dompu


Dompu, (Lensa Nasional) - INDEK DOMPU atau lembaga riset pengembangan konsulting dan advokasi kebijakan pembangunan Dompu Menggelar dialog public dengan tema " tokoh agama, tokoh masyarakat dalam memperkuat kebinekaan dan kebudayaan" bersama Ketua MUI DOMPU, Ketua NU DOMPU Dan Salah satu tokoh pemuda Di Twins cafe Jalan baru karijawa Dompu, 22/08.

Kegiatan dialog ini  yang di ikuti utusan dari organisasi kemahasiswaan dan organisasi kemasyarakatan juga beberapa LSM yang ada di Dompu dengan hikmahnya acara tersebut membuat peserta dialog menyimak dengan seksama materi yang di paparkan narasumber.

Dalam sambutan ketua umum INDEK Dompu ARDIANSYAH mengatakan" Dialog ini merupakan power dan spirit bagi kaum muda mudi di Dompu agar bisa menyelaraskan hubungan berbangsa, bernegara, dan berbudaya karna memang saat2 ini kaum muda mudi mudah di provokasi oleh berita hoax di medsos isu isu rasisme antar anak bangsa." Ujarnya.

Dalam dialog public ada beberapa narasumber yang mengisi dari kalangan tokoh pemuda di wakili Dodo Kurniawan SE ME dan dari kalangan tokoh agamanya ada dari MUI DOMPU yaitu bapak Dr abdulah ARSYAD kalau dari nahdatul ulama di Dompu bapak DRS H MOKH NASIHIN MSI .

Agenda dialog public ini sangat relevan dengan kondisi sekarang ini karna isu rasisme antar anak bangsa sangat mencuat dengan dialog public ini semoga saja memobilisir isu haox yang terjadi, Dialog ini dimulai dari pukul 14:00-17:00 dengan hikmahnya acara Semoga saja anak muda mudi di Dompu bersinergi membantu mengembangkan nilai kebudayaan dan kebinekaan. Demi keutuhan NKRI.

6 indikator  Toleransi
1. Saling menerima keberadaan umat beragama lain
2. Mengerti kebutuhan beragama lain.
3. Percaya dan tidak saling mencurigai antar sesama umat.
4. Ada kemauan untuk tumbuh dan berkembang
5. Rela berkorban untuk kebaikan
6. Mengedepankan nilai-nilai ajaran universal agama

Cipayung Plus Bersama Ikadin Mataram Gelar Dia Bersama untuk Kedamaian Negeri


MATARAM, (Lensa Nasional) -  Merespon isu-isu kebangsaan khususnya terkait memanasnya Papua, Dewan Perwakilan Cabang Ikatan Advokat Indonesia (DPC IKADIN) Kota Mataram, Kamis (22/8) Malam nanti akan mengadakan Do’a Bersama Lintas Agama dan Etnis untuk Persatuan Indonesia.
Kegiatan dengan tema “Kita Indonesia, Kita Bersaudara, Papua Adalah KITA” tesebut akan dilaksanakan di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB. Jl. Pendidikan No.6 Mataram.
Pimpinan DPC IKADIN Kota Mataram, Irpan suryadinata, S. HI, M. HI kepada Qolama mengatakan, Papua selama ini penuh kedamaian. Apalagi setelah Presiden Ke – 4 Indonesia KH. Abdurrahman Wahid menempatkan Papua secara Istimewa di hati masyarakat Indonesia.
Namun katanya, adanya oknum-oknum yang tidak menginginkan Papua Damai, kembali membuat kegaduhan dengan upaya Provokasi pada insiden pembuangan bendera Merah Putih di Surabaya.  
“Yang membuang bendera itu harus diusut tuntas, juga yang melakukan penghinaan dan pelecehan terhadap Suku Papua hadus ditindak tegas” Tandasnya
Dtambahkan Irpan, Papua dan juga daerah dan etnis-etnis lain di Indonesia harus mendapatkan keadilan dan persamaan didepan hukum. Mendapatkan perlindungan dan hak-hak hidupnya dijamin.
“Ini amanat Undang-Undang Dasar 1945, tidak boleh ada diskriminasi di negeri ini, negara harus menjamin hak hidup warganya, jika ada oknum baik masyarakat ataupun ormas yang melanggar hal itu maka harus di tindak” tambahnya.
Ia juga mengajak masyarakat NTB tidak mudah terpengaruh dengan isu-isu provokatif yang akan mengganggu toleransi antar Golongan, Suku, Bangsa dan Agama.
Ia berharap, dengan acara Do’a bersama yang akan dihadiri oleh masyarakat Lintas Agama dan Etnis malam nanti,  semua elemen bangsa bisa kembali meneguhkan komitmen kebangsaan dan kebersamaan untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, hidup rukun dan harmonis.[]

Wednesday, August 21

Rindu Pondok Pesantren, Akhirnya Masyarakat Sekotong Bisa Belajar di Ponpes " Zainul Hafidz At-Taufiq"



Lombok Barat,  (Lensa Nasional)- Setelah sekian lama masyarakat Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat merindukan lembaga pondok pesantren yang khusus mempelajari kitab kuning akhirnya segera terwujud. Tak ayal bentuk rasa syukur tersebut dalam acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Lembaga Pendidikan Yayasan Pondok Pesantren “Zainul Hafidz” At-Taufiq, Dusun Sepi, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat dihadiri oleh Gubenur NTB, bupati Lombok Barat, SKPD, Camat Sekotong, Kepala Desa, para alim ulama, Hadir pula TGH. Turmudzi bagu dan ketua PCNU Lombok Barat Dr. Nazar Naamy berserta rombongan dan tak kalah pentingnya juga penemu Metode Amtsilati yakni KH. Taufikul Hakim bangsri Jepara Jawa tengah serta ribuan masyarakat Dusun Sepi Desa Buwun Mas secara khusus dan Sekotong secara umum yang sedari awal bersuka cita. Minggu, (18/8/19).

“Tamu yg hadir diperkirakan 4500 orang, Tuan guru se-pulau Lombok, seluruh Kades, kadus sekotong lembar, toga Tomas Topem dari berbagai penjuru Lombok, Santri yang sudah datang 70 orang dan itupun tidak dicari tapi datang sendiri” Kata ketua Panitia.

Bupati Lombok Barat dalam sambutannya mengatakan”perlunya sebuah lembaga yang akan menjadi sentral di kec Sekotong karena perubahan dan dinamika kedepan yg terus bergerak”. Ungkapnya

Pendiri sekaligus pimpinan yayasan Pondok Pesantren “Zainul Hafidz” At-Taufik ini adalah H. Sahwan, yang tidak asing lagi karena selama ini telah mengabdi, berbaur dan menghibahkan dirinya di tengah-tengah masyarakat Desa Buwu dalam bidang pendidikan Islam.

H. Sahwan bukan ustadz atau kiyai, apa yg dilakukannya adalah ambil bagian untuk ikut serta mencerdaskan generasi bangsa. Terlebih kitab kuning yg semakin asing karena semakin langka yang bisa membaca dan memahaminya. Pimpinan Yayasan tersebut berharap arahan dan bimbingan semua pihak untuk bagaimana membuat lembaganya bisa maju dan semakin berbenah ke depannya. KH. Tautikul Hakim sang penemu Metode Amtsilati sangat mengapresiasi langkah H. Sahwan demi agama Allah.

Metode yang akan diterapkan di Ponpes ini adalah Amtsilati yakni kitab atau buku berisi metode membaca kitab kuning secara cepat.
Secara bahasa, kata “amtsilati” bermakna “contohku”, maksudnya metode yang digagasnya dituangkan dalam bentuk buku dengan banyak contoh agar mudah dipahami.
Amtsilati yang digagas oleh KH. Taufikul Hakim ini ditulis dalam lima jilid: satu jilid tentang Khulashah (ringkasan dan intisari kitab Alfiyah Ibnu Malik, yang kitab aslinya terdiri dari 1000 bait nazham); dua jilid Mutammimah (berarti pelengkap dari Khulashah sebelum masuk ke kaidah-kaidah, seperti pembicaraan tentang nashab, rafa’, dan lain-lain, yang merupakan penerapan dari rumus-rumus yang ada di Khulashah). Satu jilid Qa`idati (berisi kaidah-kaidah tata bahasa Arab), dan satu jilid Sharfiyyah (berisi tentang pola-pola kata, tambahan-tambahan dalam kata, bentuk masa lalu, masa sekarang, perintah, dan lain-lain).

“Saya menjadi saksi akan tempat bersejarah ini, di dusun Sepi ini akan menjadi pemain dalam percaturan peradaban umat manusia dan pendiri pondok pesantren ini akan menuliskan sejarahnya yang menggembirakan bagi Sekotong dan bagi Indonesia yang lebih baik seperti cerita nenek moyang orang Thailand yang memberikan kebebasan bagi generasinya untuk menulis dan menyimpulkan kisah ular dan macan yang melegenda” Sambutan Zulkiflimansyah Gubernur Nusa Tenggara Barat dalam peletakan batu pertama menyemangati para peserta yang hadir.


Monday, August 19

PKC PMII Bali-Nusra, Jangan Terprovokasi Video Hoax


 (LN) - kerusuhan terjadi di Manokwari, Papua Barat. Mahasiswa bersama masyarakat turun ke jalan melakukan protes atas insiden yang terjadi di asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.

Kapolsek Kramat Jati Kompol Nurdin A Rahman menemui mahasiswa Papua di Jakarta Timur. Ia mengimbau mahasiswa Papua yang ada di Jakarta agar tidak terprovokasi kejadian di Surabaya dan Manokwari.

"Saya bilang kalau ada masalah sampaikan ke saya jangan bertindak sendiri, kemudian mempertegas jangan terprovokasi dengan apa yang terjadi di Papua dan di Surabaya lah, jangan sampai terprovokasi, jangan sampai kejadian juga yang ada di Surabaya dan Papua sana gitu loh," sambungnya.

Pendemo di Manokwari merusak fasilitas umum dan membakar sejumlah kendaraan dan gedung. Massa juga bergerak di Jayapura menuju gedung DPRD Papua.

Polisi menyebut mobilisasi massa terjadi karena ada berita bohong (hoax) insiden di Surabaya menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Insiden di Surabaya sendiri bermula dari isu ada perusakan bendera Merah Putih yang dipasang di asrama. Sebelum polisi mendatangi asrama, massa beratribut ormas lebih dulu melakukan pengepungan asrama.

Dilansir dari Detik.com Polri menegaskan bahwa pihaknya tidak menangkap 43 mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur. Polri menyebut puluhan mahasiswa itu dievakuasi untuk menghindari bentrok dengan warga.

"Misalnya 43 mahasiswa Papua yang diamankan, itu sudah kami kembalikan ke asramanya. (Mahasiswa Papua di Surabaya) itu kami mengevakuasi untuk menghindari bentrok fisik antara masyarakat setempat dengan teman-teman mahasiswa Papua," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (19/8/2019).

Sementara itu, Aziz Muslim Ketua PKC PMII Bali-Nusra menghimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan berita hoax yang beredar di media sosial.

" Awas Provokasi Kelompok Makar.
Jangan kalian share hoax  karena Video provokasi tersebut sengaja disebar oleh kelompok tertentu untuk memicu masyarakat agar ikut bergerak ke jalan, demontrasi dan membuat kerusuhan." Ungkap Aziz Muslim.

" Mari kita redam agar tidak terjadi keributan di mana-mana. jangan sebar hoax, jika ada yang share cukup sampai di kalian dan hapus jangan disebar lagi" imbuh Aziz Muslim.

Friday, August 16

Refleksi Kemerdekaan HUT RI 74, OKP Plus Cipayung NTB Duduk Bersama


MATARAM-Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) yang berusai 74 tahun  Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Cipayung plus gelar refleski 74 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Di antaranya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI),  Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), dan Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) duduk bersama guna  bersama merelefkesi 74 tahun kemerdekaan RI. Ahasil, setidaknya ada lima pernyataan sikap yang dinyatakan dinataranya: mengajak seluruh elemen masyarakat untuk Menjaga stbilitas keamanan Negara Kesatua Republik Indonesia (NKRI), mendesak pemerintah untuk membubarkan ormas yang anti pancasila demi menjaga Keutuhan NKRI, mendorong pemerintah dalam percepatan pembnguna daerah pasca gempa Lombok, mengawal kebijakan pemerintah daerah dan Pemerintah pusat demi Terwujudnya cita2 kemerdekaan Republik Indonesia, dan yang terakhir dengan lantang menyuarakan pancasila jaya serta NKRI harga mati yang tidak dalat ditawar-tawar.

Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bali-Nusra, Aziz Muslim menegaskan  kemerdekaan republik Indonesia guna melihat  para pemuda ingin menyatukan bangsa supaya tidak teepecah belah. Untuk itu pemuda-pemudi yang ada di NTB ini terus menggaungkan persatuan dan kesatuan di bumi pertiwi ini. Sehingga  keberagaman, kesatuan dan kesamaan kita terutama sebagai cipayung plus  sebagai generasi penerus bangsa dan kedepannya kita terus menyatu untuk  menjalankan kebersamaan dalam setiap kegiatan,"tegas Aziz kepada wartawan, Jum'at 16/8 lalu.

Aziz juga menghimbau untuk kompak dan rapatkan barisan menggalangkan kegiatan bersama dalam demi membangun kesatuan. Bangsa lainkan ni dibentuk oleh kebersamaan, persaudaraan, kekeluargaan sehingga generasi penerus bangsa boleh menikmati hari kebahagiaan bersama di kemerdekaan Idonesia.  "marilah kita jaga negara republik indonesia ini seperti kita menjaga pribadi kita masing masing

Tidak hanya itu, Ia juga mengingatkan bukan sekedar untuk penikmat hari jadi RI tetapi bagaimana untuk melanjutkan negara kesatuan republik indonesia ini . "malam ini pemuda pemuda yang tergabung dalam k p cipayung plus sinensa tenggara barat sudah membuktikan bahwa dalam menjaga kesatuan dan keutuhan bangsa ini tidak hanya melalui wacana tetapi melalui gerakan gerakan yang terwujud malam ini kita bersama sama untuk melanjutkan segala sesuatu yang sudah dibangun oleh para pendahulu kita untuk terus menjaga perdamaian kedamaian dan persatuan dalam bangsa indonesia saya rasa sekian selamat malam mahasiswa,"tegasnya.



Kata dia yang pertama bertanya kepada kita sendiri apakah sudah memegang erat  tunggal ika itu,apa masih ada dalam hati kita pancasila itu apakah kita sudah bisa meletakkan saya putar terbang untuk melihatkan diri kita indonesia kepada dunia dan apakah kita sudah bisa damai dengan diri kita sendiri itu sebenarnya hanya kita yang bisa menjawab ketika udah bisa damai kita bisa berat yang namanya wanita tunggal ika dalam hati kita sudah ada yang namanya pancasila kita yakin pasti akan ada saatnya kita akan merdeka secara keseluruhan karena merdeka itu bukan hanya mengusir penjajah sekarang apakah kita lihat apakah kita sudah merdeka apakah ekonomi kita sudah merdeka apakah barang barang kita sekarang ada di tas kita semuanya itu milik kita apakah kita sudah merdeka itu pertanyaan kita dari kita sendiri yang bisa menyesuaikan maka haram di tahun depan di tahun eh tujuh belas tahun tujuh puluh empat tahun ini kita bisa memperbaiki diri mulai dari kita sendiri dulu pak harganya pertama bagaimana eh membantu satu sama lain tanpa melihat cara yang kita buktikan bahwa indonesia bukan hanya sekedar omongan bhinneka tunggal ika tapi kita buktikan dinikah tunggal ika itu tetap ada dalam diri kita kita bantu garuda pancasila kita kita bantu garuda kita untuk memegang bhinneka tunggal ika oke itu saja dari saya.

Andi Ardiansyah perwak KAMMI mengatakan para pahlawan telah  mengorbankan harta benda bahka nyawa mereka untuk penduduk bangsa  ini. Untuk itu  generasi  hari ini hanya menikmati hasil daripada perjuangan para pendahulu, merdeka kata dia diartikan kalau sudah  lepas dari dariintervensi-intervensi apapun dalam  hidup untuk mengkawal  bukan hanya dengan  pemerintah saja dan aparat. Dibangunnya negara ini adalah dalam rangka untuk kita mensejahterakan hidup rakyat ini dan  jika lembaga sudah sama sama menunjukkan komitmen  dalam rangka untuk menunaikan kewajiban dalam bernegara. "Alhamdulillah saya hanya bisa berharap kepada kita semua untuk kita sama sama solid dan tetap mengawal kebijakan pemerintah ketika ada persoalan persoalan yang yang kita semua pikir perlu kita benahi,"tutupnya.

Tuesday, August 13

Usai Dilantik, PC PMII LOTIM Gelar Dialog Publik Tentang Radikalisme dan Terorisme


Selong, Usai dilantik Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Lombok Timur, Gelar Dialog Publik tentang Radikalisme dan terorisme diaula Pendopo Bupati Lombok Timur, (13/8)

Dalam acara dialog publik ini dengan tema "Penguatan Peran Da'i dan tokoh agama dalam pencegahan radikalisme dan terorisme"

Dalam acara ini dihadiri oleh OPD Lingkup Kabupaten Lombok Timur, kepolisian, pengurus PC NU Lombok Timur, Sekjen PB PMII, PKC PMII NTB, dan semua kader dan alumni PMII Lotim.

Dalam sambutannya ketua cabang PMII Lombok Timur, Irwan Safari mengajak kepada semua kader dan anggota PMII Lombok Timur agar terus mengembangkan potensi diri baik dikampus maupun diluar kampus, melalui potensi yang dimiliki oleh kader PMII siap mengawal kebijakan pemerintah Kabupaten Lombok Timur, ungkapnya.

Lanjutnya, " kami kader dan anggota PMII Lotim siap menjadi garda terdepan dalam memberantas paham radikalisme dan terorisme yang ada dilombok timur, tegasnya.

Sementara itu Sekjen PB PMII Sabolah Al Kalamby mengungkapkan bahwa PMII sudah menjelma menjadi organisasi paling besar di Indonesia, secara nasional.

“Kita memiliki 230 Cabang. 17 cabang persiapan, dan 3 cabang istimewa di luar negeri dan jutaan kader seluruh Indonesia,” ungkapnya

Lanjutnya sekjen PB PMII mengajak kader PMII Lotim untuk "Mari kita tingkatkan kualitas SDM kader PMII melalui kaderisasi yang sudah diatur dalam organisasi kita agar bebas dari paham radikalisme dan terorisme. Terangnya

Dan acara ini jga dilanjutkan dengan dialog yang di isi langsung oleh da'i muda dan tokoh pemuda Lombok Timur

Dalam pemaparan materinya da'i muda, Ahmad Fatoni menyampaikan Da'i dan tokoh agama sangat strategis dalam memotong paham radikalisme dan terorisme dilombok timur ini. Kita harus persempit perkembangan atau bahkan menghapus virus ini dari masyarakat kita. Ucapnya.

Lanjutnya pemaparan dari tokoh pemuda lombok timur, Rof'il menambahkan kita harus bahu-membahu dalam mengatasi persolan ini,  baik itu tokoh agama, tokoh pemuda dan da'i memiliki tanggung jawabdalam menyampaikan dan meluruskan paham kelompok radikal dan terorisme dengan islam yang damai seperti yang tertera dalam tema dialog kita ini. Tutupnya

Monday, August 12

KARANG TARUNA KECAMATAN BELO KEMBALI MERAJUT KEBERSAMAAN.


Berawal dari melihat kondisi beberapa tahun kemarin dengan Tidak masifnya dan bahkan tidak ada sama sekali KARANG TARUNA yang ada di kecamatan belo pada khususnya , oleh kerena itu melalui pertemuan kali ini Para pemuda yang tergabung di KARANG TARUNA masing-masing desa yang ada di kecamatan belo di antaranya Karang taruna Desa Diha,Ncera,Soki,Lido,Renda,Cenggu,Runggu dan Roka, kembali bersatu dan merajut kebersamaan untuk membangun kembali KARANG TARUNA tingkat Kecamatan Belo pada khususnya, KARAENG ABUBAKAR, S.Sos Salah satu ketua karang taruna desa Ncera kecamatan belo dalam pemaparannya menjelaskan bahwa , dalam membangun sebuah Lembaga tentu ada kebersamaan yang terbangun di lingkup kehidupan kita,maka melalui kesempatan ini kami yang tergabung di Karang taruna membangun dan merajut kembali bagaimana Menyatukan Karang Taruna Kecamatan dan insya allah dalam waktu dekat kami memcoba untuk membuktikan Niatan ini bersama para pengurus-pengurus karang taruna yang ada di masing-masing desa di kecamatan belo , tentu dalam hal demikian tidak terlepas dari kebersaam dan dorongan dari semua pihak baik itu dari pihak pemerintah mulai dari tingkat desa hingga tingkat kecamatan dan para penegak hukum di wilayah kecamatan dan lebih-lebih masyarakat dan Pemuda pada umumnya yang ada di kecamatan belo.
Mohon doa dan kebersamaanya..

Saturday, August 10

Mandalika dan Labuan Bajo dijadikan Storynomic Tourism Oleh Pemerintah Pusat


Jakarta, - Pemerintah akan menjadikan _Storynomics Tourism_ sebagai strategi pengembangan pariwisata Indonesia andalan, khususnya di lima kawasan wisata destinasi super prioritas. Kelima destinasi itu adalah Danau Toba, Borobudur, Mandalika,  Labuan Bajo, dan Likupang. Sabtu, (10/8/19)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta, mengatakan, Presiden Joko Widodo menginginkan wisatawan yang berkunjung ke destinasi nantinya dapat terkesan kemudian menyampaikan kesan baik ini kepada banyak orang, atau yang disebut sebagai _Storynomics Tourism._

“Formula ini merupakan sebuah pendekatan pariwisata yang mengedepankan narasi, konten kreatif, dan _living culture_ serta menggunakan kekuatan budaya sebagai DNA destinasi,” kata Luhut.

Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Irfan Wahid telah ditunjuk sebagai koordinator yang akan memimpin program _quick win_ pengembangan potensi destinasi wisata ini.

Program ini melibatkan kolaborasi lintas kementerian/lembaga terkait, pemda sekitar kawasan destinasi super prioritas, serta peran komunitas lokal dalam hal ini BUMDes dan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) untuk mengelola destinasi wisata.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, penetapan strategi _storynomics tourism_ berlandaskan pada kekayaan budaya Indonesia. Sehingga nantinya promosi kawasan wisata akan dilakukan dengan narasi _story telling_ serta dikemas dalam konten menarik yang terkait dengan budaya setempat.

_“Awareness_ berkaitan dengan marketing, sedangkan _experience_ berkaitan dengan faktor aksesibilitas, amenitas, dan atraksi (3A) yang melekat ke setiap destinasi-destinasi wisata. Kedua hal tersebut harus menjadi satu kesatuan yang padu,” katanya.

Sementara Irfan Wahid menambahkan, dalam program ini nantinya juga akan membuka peluang _Public Private Partnership_ (PPP) dalam membangun pusat-pusat hiburan seperti _theme park_ yang akan menyerap banyak wisatawan. Dengan peluang PPP, narasi dan pengembangan pariwisata bakal bisa diakselerasi sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ia memberi contoh di kawasan Danau Toba.

"Setelah mencoba melakukan pemetaan masalah dan potensi destinasi wisata, kami menemukan fakta bahwa Toba sangat kaya akan destinasi-destinasi keren. Mulai dari kekayaan budaya, sejarah, sampai alamnya sungguh membuat tempat ini cocok untuk menjadi salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas," jelasnya.

*Guntur Sakti*
*Kepala Biro Komunikasi Publik*

Poros Hijau Indonesia Usul Pembentukan Kemenko Keruangan dan Lingkungan Hidup


Jakarta - Setelah sebelumnya pada tanggal 22 Juli 2019, Poros Hijau Indonesia menyelenggarakan Diskusi Putaran ke-1 untuk membahas usulan Kemenko Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam, maka pada tanggal 9 Agustus 2019 dilaksanakan diskusi putaran ke-2. Diskusi ke-2 ini juga diikuti oleh berbagai pihak.

Diskusi diawali dengan menyajikan hasil-hasil diskusi putaran ke-1, setelah itu diskusi berlanjut dengan membahas usulan Kemenko berdasarkan empat elemen kelembagaan, yaitu, struktur dan fungsi, kedua otoritas dan legitimasi, ketiga, sumber daya manusia (SDM), dan keempat, anggaran.

“Secara filosofis, struktur Kemenko ini mencerminkan pengelolaan ruang, keberlanjutan dan penegakan hukum. Jika diterjemahkan ke dalam fungsi maka mencakup koordinasi, monitoring-evaluasi dan anggaran,” kata Direktur Perkumpulan PKP Berdikari, Arimbi Heropoetri, Minggu ( 11/8)

“Tapi saya ingin mengingatkan, maka ruang di sini bukan dalam pengertian agraria konvensional, hanya tanah, hanya penandaan batas-batas. Agraria adalah penataan ruang, dan ruang itu termasuk tanah, air dan udara," tambahnya.

Jika kemudian ruang diartikan demikian, katanya, jika dikorelasikan dengan prinsip daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, maka ruang adalah pengelolaan sumber daya alam.

“Bukan hanya bermakna penataan, apalagi semata manfaat belaka, tetapi pengelolaan ruang juga melihat keberlanjutan ekosistem, dan bagaimana pengelolaan ruang akan mempertimbangkan nilai-nilai berkelanjutan,” ujar Mangara Silalahi, pengelola Hutan Harapan Restorasi Ekosistem.

“Dari diskusi putaran ke-2 ini, disimpulkan Poros Hijau Indonesia mengusulkan pembentukan Kemenko Keruangan dan Lingkungan Hidup. Nomenklaturnya terdiri dari 4 Deputi yang mengandung nilai perencanaan dan pengawasan, keberlanjutan, keruangan serta knowledge-management, pengembangan kapasitas,” papar Deddy Ratih, Sekretaris Nasional Poros Hijau Indonesia.

“Kami juga melakukan analisis terhadap regulasi dan badan maupun kelembagaan terkait dengan Kemenko Keruangan dan Lingkungan Hidup ini. Pada konteks regulasi, prinsipnya pembentukan Kemenko ini tidak membutuhkan perubahan atau inisiatif adanya undang-undang baru, karena relatif semua sektor sumber daya alam sudah ada regulasi sektoralnya, bahkan cukup lengkap. Kemenko ini bertujuan untuk memastikan regulasi sektoral tersebut berjalan optimal mendukung visi-misi lingkungan hidup Joko Widodo – Ma’ruf Amin," paparnya.

Ada beberapa nomenklatur Kementerian sektoral yang diusulkan untuk diubah, agar dapat berfungsi optimal, dan mempersempit tumpang tindih kewenangan sekaligus memperkuat koordinasi. Juga dipandang penting Kementerian sektoral mempunyai nomenklatur penegakan hukum lingkungan hidup, agar penjahat lingkungan hidup dapat diberikan sanksi sesuai aturan. Selain itu, ada beberapa badan dan lembaga yang dipertimbangkan untuk dilebur dalam sebuah badan saja atau dalam nomenklatur Kementerian agar pemerintah berjalan lebih efisien.

“Secara umum Diskusi Putaran Ke-2 ini sudah menghasilkan konsep lebih konkrit, baik menyangkut nama Kemenko dengan berbagai argumentasinya, juga struktur Kemenko pada level eselon 1 beserta fungsinya secara umum. Apa saja Kementerian, badan, dan lembaga yang masuk dalam koordinasi Kemenko Keruangan dan Lingkungan Hidup, juga sudah kami rumuskan,” kata Rivani, Koordinator Nasional Poros Hijau Indonesia.

“Hasil ini akan kami segera tuntaskan, untuk disampaikan kepada pihak kompeten, seperti pimpinan partai politik, tokoh politik, pimpinan lembaga negara, dan tentu saja Bapak Joko Widodo dan Bapak Kiai Ma’ruf Amin," katanya.

Sementara itu Lembaga Poros Hijau Indonesia ini diinisiasi dan dideklarasikan, salah satu oleh Mantan Direktur Eksekutif Walhi Nasional Abetnego Tarigan yang semasa era kepemimpinannya,  Walhi makin disegani sebagai organisasi masyarakat sipil terdepan dalam melakukan advokasi kasus-kasus Lingkungan dan HAM di tanah air.

Wednesday, August 7

PC PMII Mataram Siap Bersinergi Bersama Pemkot Mataram.


Mataram, (LN) - Puluhan Mahasiswa berkunjung ke Kantor Walikota Mataram. Mahasiswa yang berkunjung merupakan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Mataram.

Silaturahim yang dilakukan bagian dari persiapan pelantikan pengurus cabang masa bakti 2019/2020 dan sinergitas untuk membangun kota Mataram.

Ahyar Abduh selaku walikota Mataram menitip pesan kepada para pengurus cabang agar bersinergi bersama pemerintah untuk membangun kota Mataram.

"Harapan Saya Pada Organisasi Sebagaimana Yang Ada dalam Kaidah Perkataan Itu Dishaihkan dengan Perbuatan, PMII mari Bersinergi Untuk Membangun Kota Mataram Yang Religius dan Berbudaya." Ungkap Ahyar Abduh.

Sementara itu, Herman Jayadi selaku ketua cabang PMII Kota Mataram mengatakan bahwa PMII siap bersinergi tanpa menghilangkan identitas sebagai mahasiswa.

" Kami akan berusaha untuk membangun kota Mataram, bersinergi bersama pemerintah dan stakeholder. Kami akan memperbanyak kajian-kajian tentang permasalahan kota Mataram dan mencari solusi bersama. Tanpa menghilangkan nilai kritis kami terhadap pemerintah" ungkap Herman kepada kami via WhatsApp.

Lebih lanjutnya lagi ia mengatakan bahwa Walikota Mataram siap hadir diacara pelantikan nanti (13/8/19) di Graha Ayu Hotel.

Tuesday, August 6

Solidaritas Mahasiswa Sasak Jakarta (SASAK) Menolak Kunker DPRD Provinsi NTB Ke Luar Negeri


Jakarta, (LN) - Rencana kunjungan kerja (kunker) anggota Dewan Provinsi menui polemik dan penolakan dari kalangan aktivis, tanpa terkecuali Solidaritas Mahasiswa Sasak Jakarta (SASAK) menolak keras rencana kunker tersebut.

Menurut Yogi Akbar selaku ketua SASAK, kunker tersebeut hanya menghambur-hamburkan uang negara. Dan Ia menilai rencana tersebut tidak berfaedah.

"Saya merasa kunjungan ke luar negeri para anggota dewan itu hanya menghambur-hamburkan uang, dan tidak ada faedahnya bagi masyarakat NTB", ucap Yogi

Yogi menuntut Kemendagri untuk memulangkan kembali anggota dewan yang ikut dalam agenda kunker tersebut.

"Saya meminta agar Kemendagri memulangkan para anggota dewan yang pelesir ke luar negeri tersebut kembali ke tanah air, karena kami tidak setuju", tambah Yogi.

Selain itu, Yogi yang asli orang NTB ini, menuntut KPK agar melakukan investigasi terhadap agenda kunker para anggota dewan.

"Kami meminta KPK agar turun langsung melakukan investigasi atas kunjungan para anggota dewan itu. Mereka sebaiknya bekerja atas dasar kemanfaatan bagi rakyat NTB khususnya, bukan buat hura-hura", sesal Yogi yang ditemui daerah Pancoran Jakarta Selatan.

SASAK akan berencana melakukan aksi di depan kantor KPK, jika tuntutan mereka tidak didengar.

"Sebagai aksi solidaritas, kami akan melakukan aksi di depan kantor KPK jika tuntutan kami tidak digubris. Kami sedih melihat anggota dewan bepergian ke luar negeri, padahal NTB masih dalam proses pemulihan pasca gempa tahun lalu" , tutup Yogi.

Rohman Farly : Anak Muda Rindu Ruang Berkreasi


Mataram, (LN) -Kemajuan Kota Mataram tidak bisa lagi diragukan. Ibukota NTB ini terus menjelma menjadi kota berkembang yang kian metropolis. Meski begitu, belum semua warga kota merasakan pesatnya kemajuan. Menurut tokoh asal Kota Mataram H Rohman Farly, semestinya kemajuan ini dinikmati oleh semua. Khususnya bagi anak muda.

"Saya berbincang dengan beberapa remaja, ruang khusus untuk mereka berkreasi belum maksimal di kota," katanya, Selasa (6/8).

Pria yang kini diamanahi sebagai Sekda Lombok Timur ini tak membantah, Pemkot Mataram sudah memberikan perhatian, namun masih terbatas. Baru pemenuhan fasilitas olahraga seperti arena basket, skate board, ataupun lapangan sepak bola.

"Ya, itu saja tak cukup. Perlu sentuhan lain juga, karena kesukaan anak muda di kota itu beragam," bebernya.

Ia memberi contoh, di kota perlu hadir semacam *bengkel kreatif*. Ruang untuk belajar dan memperdalam kemampuan. Contohnya bidang multimedia, desain grafis, videografi, ataupun digital marketing.

"Pokoknya bidang yang sedang digandrungi dan menjadi hobi anak muda," ujarnya.

Diceritakan, di kota-kota besar anak muda yang memiliki passion multimedia, desain grafis, videografi, ataupun digital marketing serius memperdalam karena menemukan banyak patner dan mitra. Ditambah fasilitas disana mendukung. Jadilah kemudian mereka ahli desain kenamaan, pembuat konten video handal, perancang aplikasi digital, hingga influencer kenamaan di media sosial.

"Kalau anak muda di Kota Mataram pasti memandangnya baru sebatas hobi. Kreasi mereka belum bisa dikembangkan," lanjutnya.

Bagi Rohman Farly, tidak ada salahnya ruang kreasi anak muda mulai dipikirkan. Kota Mataram memiliki enam kecamatan dan 50 kelurahan. Dimulai dengan membangun bengkel kreatif di tiap kecamatan. Dikelola seperti rumah bersama bagi anak muda.

"Kita gali kesukaan anak di masing-masing kecamatan. Setelah pemetaan baru kemudian bengkel kreatif ini menjadi lokasi belajar sesuai dengan karakter anak muda tiap kecamatan," jelasnya.

Diakuinya, membangun konsep ini tentu tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya manusia (SDM) dari dalam daerah. Perlu juga kontribusi dari para pakar yang sudah mumpuni di kota besar seperti Surabaya, Jakarta, Yogyakarta, ataupun Bandung.

"Saya ada kenal beberapa diantara dari mereka. Dan mereka sangat siap ketika kita ajak bertukar pikiran di daerah," tambahnya.

Perhatiannya yang besar kepada kalangan muda, tambah Farly, didasari dengan kemajuan dan perkembangan zaman. Kondisi saat ini, dalam urusan teknologi dan pembangunan anak muda harus dilibatkan. Bagi kalangan tua, agak susah ketika harus memperdalam bidang teknologi yang kian maju.

"Contoh saja, kita orang tua cari uang masih jadi pegawai atau karyawan terikat. Anak muda, sekarang jadi youtuber atau ahli desain sudah kaya mereka," ungkapnya.

"Kita mau mengejar itu, menggunakan WhatsApp (WA) saja masih suka bingung," sambungnga tertawa.

Farly yakin, dari Kota Mataram akan lahir anak muda kreatif dan inovatif yang akan membangun daerah. Kuncinya tentu saja, ada keberpihakan pemerintah kepada generasi muda. Mengarahkan serta memberi ruang yang tepat.

"Anak muda lebih paham kebutuhan sesamanya, dibanding kita yang tua. Jadi jangan lagi (anak muda) disepelekan," tukasnya.

Friday, August 2

Bupati Hadiri Paripurna Pendapat Akhir Fraksi terhadap 11 Raperda


Lombok Utara, (Lensa Fokus) - Bertempat di Aula DPRD, Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH., menghadiri rapat paripurna pendapat akhir fraksi-fraksi dewan terhadap Raperda dari pembentukan 10 desa definitif dan pembentukan pendirian perusahaan perseroan daerah (1/8).

Rapat paripurna dipimpin H. Djekat, S.Sos dihadiri pula Ketua DPRD Lombok Utara H. Burhan M. Nur, SH., Wakil Ketua Sudirsah Sudjanto, S.PdB, S.IP., Perwakilan Kodim 1606 Lobar Kapten Inf. Turmuzi, beberapa Pimpinan OPD, Kades se-KLU beserta tamu undangan lainnya.

Dalam paripurna ke-36 masa sidang II tahun 2019, seluruh fraksi DPR menyetujui Raperda terkait pembentukan desa dan pendirian perusahaan perseroan daerah, sebagaimana dibacakan oleh masing-masing juru bicara Fraksi Hanura, Merah Putih, Demokrat, PKN dan Fraksi Golkar.

Usai mendengar pendapat akhir fraksi, pimpinan sidang H. Djekat, S.Sos., menyampaikan
pada prinsipnya seluruh fraksi dewan dan bupati telah dapat menerima atau menyetujui Raperda yang terdiri atas pembentukan 10 desa dan Raperda Pendirian Perusahaan Perseroan Daerah untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Kabupaten Lombok utara.

"Perbaikan dan saran yang telah yang termuat dalam laporan Pansus dan Pendapat Akhir Fraksi merupakan bagian penting dalam penyempurnaan Peraturan Daerah ini," tandasnya.

Sebelum rapat paripurna ditutup, Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., pada sambutannya berkenaan dengan pembahasan bersama DPRD menyatakan 11 buah Raperda tersebut ditunggu keberadaannya oleh masyarakat seperti Raperda Pendirian Perusahaan Perseroan Daerah yang keberadaannya penting lantaran merupakan perintis bagi sektor usaha, sebagai pelaksana pelayanan publik penyeimbang kekuatan pasar dan turut membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 84 tahun 2017  tentang BUMD Perseroan Daerah merupakan BUMD yang berbentuk perseroan terbatas dimana modalnya terbagi dalam saham yang seluruhnya atau paling sedikit 51 persen sahamnya milik daerah.

"Selama ini sebagian besar menganggap BUMD hanya berperan dalam menyumbangkan laba pada pemerintah daerah saja, padahal selain laba, adanya BUMD memberikan kemanfaatan bagi perekonomian daerah," ungkapnya.

Selanjutnya 10 Raperda terkait pembentukan desa persiapan menjadi definitif, lanjutnya, merupakan perwujudan komitmen bersama dalam rangka efektivitas penyelenggaraan pemerintah guna mempercepat kesejateraan masyarakat.

"Dengan dibentuknya desa definitif ini, lebih mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat dan peningkatan kesejateraan penduduk setempat," imbuh bupati.

Pembentukan desa definitif menjadi urgen untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan serta peran serta masyarakat. Mengingat desa adalah tonggak strategik keberhasilan semua program pemerintah daerah. (Red)

Bambang Mei : M16 Tak Bakal "Jual Karcis", Jangan Ruet-Ruet !!


Mataram - Karo Humas dan Protokol Pemprov NTB, Najamuddin Amy berkunjung ke Sekretariat M16, Jumat malam (2/8), bertemu langsung dengan Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto.

Najamuddin didampingi PLH Karo Humas Heri Agustianto, disambut Bambang Mei dan sejumlah pentolan M16.

Pertemuan membahas kisruh "busana Gubernur NTB" yang sempat mencuat dan jadi polemik publik.

Pertemuan informal itu dihadiri pula
sejumlah aktivis M16 dan aktivis lain  seperti M Fihiruddin , Taufik Hidayat , Budi Wawan , Daro Jatun ,  Suci Makbullah. Setelah Najam pulang baru tiba  Abdul Majid , Zainul Pahmi  dan Erwin.

Membuka pertemuan Najamuddin menyampaikan, apresiasi pada jajaran M16 yang sudah bersedia membuka ruang diskusi dan musyawarah menyikapi polemik busana Gubernur NTB.

Najam mengaku tak menyangka dampak artikel yang ia share di grup WA Humas Pemprov NTB dan dikutip media massa akhirnya memicu polemik.

"Kami minta maaf atas ketidaknyamanan ini. Tidak ada maksud seperti itu dan tidak terbersit sama sekali menyinggung banyak pihak termasuk M16," kata Najam.

Najamuddin memaparkan, artikel "Seberapa Penting Menyoal Gaya Busana Gubernur NTB?" bukan karya dia. Ia hanya menshare sebagai bahan referensi untuk memperkaya wawasan insan media di grup WA Humas Pemprov NTB.

Namun, menurutnya, tetap ada hikmah dalam kejadian ini, karena dirinya bisa membuka silaturahim dengan M16, sebuah lembaga sosial politik yang selalu kritis dan konstruktif mengawal dan menyoroti pembangunan NTB.

"Saya harap ini menjadi pertemuan yang mempererat hubungan dan menjadi wadah komunikasi yang sama sama memberikan manfaat," tukasnya.

Sementara Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto mengatakan, kunjungan Najamuddin merupakan bentuk penghormatan bagi M16.

Pria humble yang akrab disapa Didu ini menegaskan, M16 bisa memahami miskomunikasi yang terjadi dan sempat menimbulkan polemik publik.

"Pertemuan ini sebagai bentuk penghormatan untuk M16," tegasnya.

Didu menegaskan, M16 menerima permintaan maaf Najam dengan lapang dada.

M16, papar Didu, mengritisi kebijakan Pemprov NTB dengan kritik yang konstruktif dan berbasis fakta dan data.

"Pak Najam sudah datang dan menyampaikan maaf atas miskomunikasi ini, saya rasa itu sudah cukup," katanya.

Didu mengingatkan bahwa dalam kritiknya M16 tidak "berjualan karcis" dan tidak memberi peluang pihak mana pun untuk memancing ikan di air keruh.

"M16 tidak butuh apa-apa, kami kritis untuk kebaikan NTB bersama. Jadi kalau ada oknum mengatas namankan M16 dan meminta sesuatu atau jual karcis dalam polemik ini jangan digubris," tukas Didu di hadapan Najamuddin.