Wednesday, June 12

Pasangan Selly - Mohan Bisa Berpasangan...?


Mataram, (Lensa Nasional) Kehadiran Mohan diacara lebaran Topat dikediaman Ketua PDIP NTB dlm perspektif politik tidak bisa dianggap hal yg biasa . Nuansa politiknya terasa kental meskipun momentumnya lebaran Topat .

Persepsi publik tentu akan menjustifikasi sebagai langkah awal melakukan proses komunikasi politik, semacam Pedekate Politik utk saling memberikan sinyal diawal. Apalagi sebagai tuan rumah , Ketua PDIP NTB , Rachmat Hidayat memberikan panggung kepada Wakil Walikota Mataram , Mohan Roliskana untuk memberikan kata sambutan. Suatu pesan politik yg tidak bisa dianggap sederhana . Tentu RH sbg politisi senior memahami maksud dengan manuvernya tadi . Tentu ada pertimbangan yg baik dari sisi moral politik nya yakni ingin menghormati kapasitas Mohan Roliskana .

Terlepas hal tesebut momentum kehadiran Mohan ini berpotensi merubah konstelasi politik dikota Mataram jika setelah ini ada deal deal atau komunikasi politik lanjutan . Toh dalam politik itu serba unpredictable , tidak ada hal yg tidak mungkin terjadi jika ada pertautan kepentingan yang sama ..

What next kita lihat saja progress report selanjutnya apakah akan terjadi koalisi PDIP dan Golkar ? Meskipun kearah itu perlu ada langkah exstra ordinary yg tidak mudah mengingat beban kepentingan politik PDIP dan Golkar di Pilkada kota Mataram

Dlm politik itu semua serba mungkin terjadi ketika terjadi pertautan kepentingan yg sama ..

Tak ada yg tidak mungkin terjadi jika kepentingan di hulu dan dihilir sama segaris..Tentu masih ada waktu untuk memastikan apakah antara Golkar dan PDIP terjadi koalisi permanen , meskipun hal tersebut tidak mudah dan rumit terkait beban kepentingan politik antara Golkar dan PDIP di Pilkada kota Mataram . Hal lain juga menyangkut soal Marwah dan Gengsi politik partai terkait posisi papan satu dan papan duanya .

Dalam  analisis Politiknya,  tentu Mohan  Roliskana dipersepsikan sebagai walikota Krn sikon Mohan yg dua kali menjabat wakil walikota . Selain itu partai Golkar di parlemen kota Mataram memperoleh 9 kursi dan PDIP 5 kursi .

Itu prediksi politik normal nya . Tapi menurut Mi6 perlu ada upaya upaya saling memahami terkait posisi papan satu dan papan dua tersebut . Dan itu tentu tidak mudah . Karena publik kota Mataram sdh kadung mempersepsikan Hj Selly Andayani pantas menjadi calon walikota Mataram .

Sementara seandainya terjadi koalisi PDIP Golkar pilihan politik nya cuman satu : Mohan harus calon walikota , sementara Selly hrs wakil walikota . Nah disisi rumitnya , bahkan nyaris impossible Selly mau jadi wakil walikota . Ini menyangkut Marwah dan gengsi politik PDIP NTB .

Tapi sebagai bentuk entertain politik kehadiran Mohan tadi tidak terduga secara politik dan berpotensi merubah konstelasi politik dlm persepsi publik kota Mataram .

Oleh : Bambang Mei F/Didu.

Penulis merupakan Direktur Lembaga Kajian Sosial Politik Mi6


EmoticonEmoticon