Tuesday, June 18

IPNU NTB Berharap, PPDB Berjalan Maksimal dan Sesuai Prinsip Keadilan

Ketua IPNU NTB, Pauzan Basri.(foto/ist)
Mataram, (Lensa Nasional) - Kepmendikbud tentang zonasi PPDB  sangat tepat, mengingat adanya perbedaan yang sangat jauh antara sekolah favorit dan yang bukan. Padahal prinsip pendidikan (sekolah) adalah sama sama melahirkan generasi yang unggul dan berdaya saing. 

Hal itu sesuai dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 yang mengatur tentang PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) untuk tahun ajaran 2019/2020.

Pauzan Basri Ketua PW IPNU NTB mengatakan, zonasi PPDB juga memberikan peluang yang sama antara lembaga pendidikan satu dengan yang lainnya, soal kompetensi peserta didiknya karena tidak lagi pakai Nilai tertinggi untuk masuk sekolah melainkan zonasi wilayah terdekatnya.

Lebih jauh ia menyampaikan, penerapan zonasi PPDB juga membuat guru-guru berkerja dengan maksimal, karena adanya siswa yang lemah daya serapnya menjadi tuntutan agar bisa mengejar data tangkainya dengan standar yang ada.

"PPDB menjadikan para guru menjadi lebih giat dan exstra dalam memberikan hasil yang maksimal,"kata Pauzan kepada media ini di Mataram, Selasa (18/6/19).

"Kalau sebelum nya sekolah favorit terutama gurunya agak santai, karena siswanya sudah memiliki daya tangkapnya di atas rata-rata. Namun tidak kali ini, guru guru harus siap belajar ekstra sehingga tidak ada lagi istilah sekolah favorit dan atau bukan favorit,"tuturnya. 

Kata Pauzan sebagai contohnya, kita bayangkan misalnya anak-anak yang kurang mampu bisa masuk sekolah favorit dengan NEM rendah.

"Namun mimpi itu sekarang menjadi kenyataan dengan sistem zonasi yang meniadakan persyaratan masuk sekolah favorit dengan NEM tinggi. Sekolah favorit itu  kini punya tugas besar mengubah anak didik dengan NEM rendah menjadi pintar," pungkasnya. 


EmoticonEmoticon